Galery buket kendal

Galery buket kendal Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Galery buket kendal, laban swaru rt 06/02, Bandung.

prepair
06/03/2026

prepair

selalu ada yg jadi korban ,posisi dipinggiran
06/03/2026

selalu ada yg jadi korban ,posisi dipinggiran

OMG! Seorang perempuan asal Tangerang, Kezia Syifa, berdiri gagah pakai seragam loreng Amerika. Hijab rapi, bahu bertuli...
24/01/2026

OMG!
Seorang perempuan asal Tangerang, Kezia Syifa, berdiri gagah pakai seragam loreng Amerika. Hijab rapi, bahu bertuliskan U.S. Army.
Netizen langsung teriak:
“Wih! Gajinya ratusan juta setahun!”

Iya, memang.
Kalau kau masuk Army National Guard Amerika, gaji USD35.000–45.000 setahun itu bukan dongeng.
Sekitar Rp600–700 juta setahun — itu uang yang bisa bikin banyak orang mendadak lupa arah kiblat nasionalisme. Tergantung pangkat, masa dinas, tunjangan, dan status tugas

Tapi tunggu dulu, kawan.
Di balik kilau dolar itu, ada satu kalimat hukum yang dingin dan tajam kayak pisau dapur emak-emak Medan:

WNI yang masuk militer asing tanpa izin Presiden, otomatis bisa kehilangan kewarganegaraannya.

Bukan omongan warung kopi.
Itu Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006, bukan status WA.

Jadi ceritanya begini:
Kau kejar dolar, tapi bisa kehilangan merah putih.
Kau bangga berdiri di barisan asing, tapi tanah lahirmu bisa bilang,
“Maaf, kau bukan lagi bagian kami.”

Lalu Menteri Hukum pun bicara, dingin dan tanpa drama: Kalau benar masuk tentara asing tanpa izin Presiden,
kewarganegaraan bisa dicabut.

Bukan karena benci.
Bukan karena iri.
Tapi karena negara tidak dibangun pakai perasaan,
melainkan pakai aturan.

Ironisnya?
Banyak yang lebih ribut soal “gajinya berapa”
daripada bertanya
“izin Presidennya ada atau tidak?”

Seolah-olah uang bisa menambal paspor.
Seolah-olah dolar bisa menyulap status hukum.

Padahal hukum tidak silau.
Ia tidak peduli kau pakai loreng atau batik.
Kalau salah jalur, tetap salah.

Bukan soal Kezia.
Ini soal pesan keras ke semua WNI:

Mau cari masa depan? Silakan.
Tapi jangan sampai masa depanmu justru menghapus masa lalumu sebagai orang Indonesia.

Karena kalau negara sudah bicara,
tidak ada sarkas yang lebih pedih dari ini:

“Kau bangga mengabdi pada negara lain, tapi negaramu sendiri tak lagi bisa mengakuimu.”

Pedas?
Iya.
Tapi hukum memang tidak ditulis untuk menyenangkan,
melainkan untuk menegakkan.









Janda Mana Janda 😆Jangan lah Matre Jadi Alasan 😆Di saat orang berlomba-lomba pamer mahar emas segunung, uang tunai setum...
20/01/2026

Janda Mana Janda 😆
Jangan lah Matre Jadi Alasan 😆

Di saat orang berlomba-lomba pamer mahar emas segunung, uang tunai setumpuk, atau simbol kemewahan lain biar tampak “wah”, eh muncul satu pernikahan yang bikin orang terdiam. Bukan karena mahalnya, tapi karena dalamnya makna.

Yaitu pernikahan Ning Umi Laila dengan Gus Anas Hidayatulloh yang berlangsung 17 Januari 2026 dan viral bukan sebab glamor, melainkan sebab maharnya cuma satu: Kitab Hilyatul Auliya’. Kitab klasik karya Imam Abu Nu‘aim al-Ashbahani yang isinya biografi para wali Allah, sahabat Nabi, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan ulama-ulama besar generasi awal Islam. Orang-orang yang hidupnya habis untuk ilmu, ibadah, dan akhlak.

Dan ini bukan gosip warung kopi atau karangan medsos. Peristiwanya dilaporkan media. Videonya ada. Akad nikahnya ada. Pernyataannya ada. Jadi stop bilang “katanya-katanya”, sebab secara fakta memang benar maharnya kitab itu.

Dan secara syariat pun sah, karena dalam Islam mahar boleh berupa apa saja yang disepakati kedua pihak, baik uang, cincin, hafalan Al-Qur’an, jasa mengajar, sampai kitab. Yang penting halal dan bernilai.

Jadi ini bukan soal “hemat biaya nikah”, tapi soal arah hidup. Seolah mau bilang bahwa pernikahan ini tidak cuma diniatkan untuk dunia, tapi untuk menumbuhkan rumah tangga dari kisah orang-orang saleh.

Dan yang kepedasan di sini bukan omongannya, tapi tamparan moralnya. Di zaman orang bangga pamer kemewahan, pasangan ini malah pamer arah hidup. Satu kitab isinya ribuan teladan. Satu mahar isinya niat mendidik generasi.

Jadi kalau masih ada yang bilang ini cari sensasi, berarti dia belum paham bedanya harga dan nilai. Karena ini kisah nyata, bukan hoaks, tentang pernikahan yang dimulai bukan dari emas, tapi dari ilmu. 🔥📖

Orang lain pamer mahar emas segunung, uang tunai setumpuk.
Yang ini malah pamer arah hidup.

Pernikahan Ning Umi Laila dan Gus Anas Hidayatulloh (17 Januari 2026) viral bukan karena glamor, tapi karena maharnya cuma satu: Kitab Hilyatul Auliya’ — kitab klasik berisi kisah para wali Allah, sahabat Nabi, tabi’in, dan ulama besar generasi awal Islam.

Ini bukan gosip medsos.
Videonya ada. Akadnya ada. Diliput media.

Murah di rupiah, mahal di makna.
Satu kitab, ribuan teladan.
Satu mahar, arah hidup seumur hidup.

Bukan hoaks.
Bukan sensasi.
Ini pernikahan yang dimulai bukan dari emas…
tapi dari ilmu. 📖🔥

si inaroh mewek melihat ini
19/01/2026

si inaroh mewek melihat ini

19/01/2026
18/01/2026



alhmdulillah sudah KTM..
17/01/2026

alhmdulillah sudah KTM..

bagaimana mnrt anda??
15/01/2026

bagaimana mnrt anda??

ya iyalah kudu dipublis biar semua org tahu KLO loe pela***r
14/01/2026

ya iyalah kudu dipublis biar semua org tahu KLO loe pela***r

semoga endingnya bahagia ya..
13/01/2026

semoga endingnya bahagia ya..

pelakor LBH ganas dari istri sah...manipulatif gak merasa bersalah malah merasa paling tersakiti
11/01/2026

pelakor LBH ganas dari istri sah...manipulatif gak merasa bersalah malah merasa paling tersakiti

Address

Laban Swaru Rt 06/02
Bandung
51353

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Galery buket kendal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share