opik affiliate

opik affiliate KONSULTAN PINJOL PASURUAN JAWA TIMUR ✅
EDUKASI TENTANG PINJOL & PERBANKAN✅
JURNALIS RADAR FAKTA PASURUAN.

Selamat siang sahabat galbayers dimanapun anda berada ‼️ yuk pahami konsekuensi galbay d pinjol,leasing dan reternir 👌🏾 ...
10/07/2026

Selamat siang sahabat galbayers dimanapun anda berada ‼️ yuk pahami konsekuensi galbay d pinjol,leasing dan reternir 👌🏾 tetap tenang dan jaga kewarasan mental anda ‼️
Konsultasikan dengan kami,
Team jangkar 1 Nusantara,
Bangil Pasuruan Jawa Timur siap bantu 👌🏾

Drama Brankas, Jangan-jangan Uang Koruptor Disimpan di Situ⁉️Kita lanjutkan drama brankas. Drama saling buka borok antar...
10/07/2026

Drama Brankas, Jangan-jangan Uang Koruptor Disimpan di Situ⁉️

Kita lanjutkan drama brankas. Drama saling buka borok antara cokelat muda dan cokelat tua. Uang 60 miliar sudah disita polisi. Publik bertanya, uang itu jangan-jangan uang koruptor yang disita lalu diamankan dalam brankas. Simak narasinya sambil gelar tikar dan seruput Koptagul, wak!

Kalian pasti pernah bertanya dalam hati, "Uang hasil korupsi yang disita selama ini sebenarnya disimpan di mana?" Kaum berpikiran positif langsung menjawab, "Ya masuk kas negara d**g, semua ada prosedurnya." Penjelasan itu indah, menenangkan, dan cocok dijadikan lagu pengantar tidur.

Lalu muncul pikiran usil khas netizen. "Ups... jangan-jangan selama ini ada juga yang mampir dulu ke brankas model beginian?" Tenang, itu cuma satire. Jangan dibawa ke ruang sidang. Tapi setelah sebuah brankas rahasia di balik lemari sebuah kafe mengeluarkan uang hampir Rp60 miliar, imajinasi publik langsung berlari lebih kencang dari Kylan Mbappe.

Rabu malam, 8 Juli 2026, Tim Kortas Tipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah de'Clan Signature Cafe di Cipete, Jakarta Selatan. Hasilnya bikin mesin penghitung uang minta pensiun dini. Dari brankas yang tertanam di balik lemari lantai dua, polisi menyita SGD 3.130.000 dalam pecahan 100 dolar Singapura, USD 889.965, serta Rp259.159.000. Kalau dikonversi, nilainya hampir Rp60 miliar.

Belum cukup membuat jantung rakyat berdebar, polisi lanjut menggeledah sebuah money changer. Di sana ditemukan 71 item barang bukti, 16 jenis mata uang asing dengan nilai sekitar Rp7,2 miliar, ditambah dokumen penting dan telepon genggam. Tiga pegawai kafe ikut dibawa sebagai saksi. Kasihan mereka. Mungkin daftar kerja niatnya bikin kopi, tahu-tahu harus menjelaskan kenapa dolar Singapura lebih banyak makanan MBG yang dibuang siswa.

Barang bukti mulai diangkut sekitar pukul 20.00 WIB menggunakan dua mobil dan satu kendaraan taktis Brimob. Yang belum ikut mengangkut mungkin cuma mobil bak terbuka tetangga.

Menurut Kakortas Tipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto, penyitaan ini merupakan bagian dari penyidikan tiga perkara yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, yakni dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang terkait pengadaan batu bara PLN yang dikaitkan dengan blackout, PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan uang itu memang disimpan secara tersembunyi di balik lemari dalam sebuah brankas besar yang tertanam di dinding. Delapan lokasi digeledah secara serentak dengan pengamanan Brimob bersenjata lengkap sesuai SOP.

Nah, di sinilah rakyat mulai menikmati serialnya. Adegan pembuka sudah sempurna. Brankas dibongkar. Duit segunung dipamerkan. Kendaraan taktis mondar-mandir. Kamera televisi bekerja lembur. Tinggal satu adegan yang selalu ditunggu penonton, siapa pemeran utamanya?

Sampai hari ini, belum ada tersangka yang diumumkan. Penyidik masih mendalami aliran uang, pemilik kafe, dokumen, telepon genggam, serta keterkaitan dengan para pihak yang diduga terlibat. Secara hukum, peluang penetapan tersangka memang terbuka setelah alat bukti dinilai cukup. Tapi, publik pesimis, paling hanya gitu doang, tak bakalan ada tersangkanya.

Nama pengelola resmi kafe yang muncul di pemberitaan adalah Ferry Yanto Hongkiriwang. Sementara itu, berbagai pemberitaan juga mengaitkan kafe tersebut dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah. Namun, keterkaitan itu belum dikonfirmasi secara resmi oleh polisi sehingga asas praduga tak bersalah tetap berlaku. Kafe ini juga diketahui dulunya bernama Gontran Cherrier dan pernah ramai diberitakan sebagai lokasi yang sering dikunjungi Febrie.

Publik berharap episode kali ini tidak berhenti di acara pamer brankas dan parade uang. Sebab rakyat sudah terlalu sering disuguhi trailer yang megah, tetapi film utamanya tak kunjung tayang. Kalau nanti benar ada tersangka, tepuk tangan pasti terdengar. Kalau tidak, jangan salahkan rakyat bila mulai curiga, yang paling sering ditangkap di negeri ini hanyalah perhatian publik. Sementara koruptornya selalu punya bakat luar biasa untuk menghilang sebelum tulisan "Tamat" muncul di layar.

Foto Ai hanya ilustrasi

BRANKAS DIBUKA, ISINYA BIKIN MELONGO! 😱💰Penggeledahan yang dilakukan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya kembali ...
09/07/2026

BRANKAS DIBUKA, ISINYA BIKIN MELONGO! 😱💰

Penggeledahan yang dilakukan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya kembali menyeret perhatian publik. Dalam penggeledahan di Cafe De Clan dan Poin Money Changer, penyidik menyita tumpukan uang dalam mata uang asing dari dalam brankas.

Kasus ini berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi, gratifikasi, suap, dan TPPU yang dikaitkan dengan penanganan sejumlah perkara besar, termasuk PLN batu bara, PT Asabri, dan Krakatau Steel. Nama Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, kembali menjadi sorotan di tengah proses penyidikan yang masih berlangsung.

⚠️ Perlu diingat, proses hukum masih berjalan. Dugaan yang disampaikan penyidik belum merupakan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

💬 Menurut kalian, apakah pengungkapan kasus besar seperti ini bisa menjadi titik balik pemberantasan korupsi di Indonesia? Tulis pendapatmu di kolom komentar!

PERANG BINTANG ⁉️Berawal dari mati lampu yg terjadi di banyak wilayah Indonesia beberapa waktu terakhir. Kortastipidkor ...
09/07/2026

PERANG BINTANG ⁉️

Berawal dari mati lampu yg terjadi di banyak wilayah Indonesia beberapa waktu terakhir. Kortastipidkor Polri mengusut dugaan korupsi dan TPPU dalam pengadaan serta pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU periode 2018–2026.

Penyidik menduga terdapat penyimpangan dalam kontrak, kualitas, kuantitas, hingga aliran dana yang diperkirakan menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar.

Dalam pengembangan perkara itu, pada 8 Juli 2026 penyidik menggeledah sebuah kafe di Cipete yang disebut berkaitan dengan Febrie Adriansyah.

Dari lokasi tersebut ditemukan sebuah brankas besar yang kini disita untuk kepentingan penyidikan. Hingga saat ini, penyidik belum mengumumkan isi brankas maupun menjelaskan hubungan barang bukti itu dengan konstruksi perkara.

Peristiwa ini langsung menyita perhatian karena Febrie bukan sosok biasa. Sebagai Jampidsus di Kejaksaan Agung, ia memimpin pengusutan sejumlah perkara korupsi besar seperti Korupsi BTS 4G Kominfo, Korupsi tata niaga timah, Korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina, Korupsi fasilitas ekspor CPO, hingga terakhir kasus pengadaan Chromebook Nadiem Makarim.

Karena itu, perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada perkara batu bara, tetapi juga pada relasi antarlembaga penegak hukum.

Di satu sisi, Polri melalui Kortastipidkor menangani penyidikan ini.

Di sisi lain, Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Jampidsus selama ini justru menjadi ujung tombak pengungkapan korupsi besar.

Publik tentu berharap proses hukum berjalan berdasarkan alat bukti, transparan, dan bebas dari pengaruh rivalitas maupun kepentingan politik.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Kita tunggu info selanjut, lagi panas ini…

Apung Marpaung

Terjadi lagi! Beberapa konsumen pinjaman online (pinjol) legal ramai mengadukan berbagai aplikasi yang menerapkan tenor ...
09/07/2026

Terjadi lagi! Beberapa konsumen pinjaman online (pinjol) legal ramai mengadukan berbagai aplikasi yang menerapkan tenor 14 hari dengan bunga harian diperkirakan mencapai lebih dari 9% di konten Instagram Kombes Polisi Manang Soebeti.

Skema seperti ini dikenal dengan istilah tadpole dimana cicilan pertama bisa tembus 90% dari total pinjaman dalam 10-15 hari pertama pasca pinjaman dicairkan.

Skema tadpole berpotensi menjebak konsumen dalam gagal bayar dan siklus gali lubang tutup lubang. Meskipun banyak yang menampilkan kerugian konsumen dari skema ini, hingga kini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih memperbolehkan skema tadpole oleh aplikasi pinjol legal selama tidak melebihi batas maksimum bunga, transparan kepada pengguna, dan TWP90 platform di bawah 5%.

Selengkapnya di
https://www.inilah.com/waspadai-skema-tadpole-pinjol-tenor-14-hari-dan-bunga-harian-tembus-9-persen

Selamat sore sahabat galbayers dimanapun anda berada ‼️ yuk pahami konsekuensi galbay d pinjol,leasing dan reternir 👌🏾 t...
09/07/2026

Selamat sore sahabat galbayers dimanapun anda berada ‼️ yuk pahami konsekuensi galbay d pinjol,leasing dan reternir 👌🏾 tetap tenang dan jaga kewarasan mental anda ‼️
Konsultasikan dengan kami,
Team jangkar 1 Nusantara,
Bangil Pasuruan Jawa Timur siap bantu 👌🏾

09/07/2026

Lagi capek2nya menjalani hidup, dengar kata2 ini 👌🏾

Address

Bangil

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when opik affiliate posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to opik affiliate:

Shortcuts

Share