29/04/2026
"Selamat Datang Distasiun Terakhir Syurga"
Para penumpang memeriksa karcis masing2 sesaat sebelum turun. Mereka ragu2, saling bertatapan dan saling bertanya. Ada yang aneh dari stasiun ini saat pintu terbuka.
“Kok aneh ya? Kok luas? Tenang? Indah?” Mereka berbisik-bisik.
“Mba turun di Bekasi juga?” Tanya seorang ibu, tiga bulan lalu ia baru melahirkan. Ia memastikan sekali lagi palang stasiun tempat mereka turun. Ada yang berbeda dari biasanya.
“I... iya. Mau ketemu adik saya. Ta... tapi kok...” ia melirik ke sekeliling. Bukan petugas peron yang menyambut, melainkan makhluk2 melayang. Di belakang makhluk2 itu, ibu dan ayahnya melambai dengan wajah penuh cahaya.
“Selamat datang di stasiun terakhir, surga. Begitu kata petugas lewat pengeras suara. “Tak usah lagi khawatirkan celah peron maupun barang bawaan Anda, akan dijaga baik-baik oleh malaikat.”
Para penumpang gerbong wanita itu, rupanya tidak pulang ke rumah. Sang Maha Pasti rupanya lebih rindu mereka.
“I... ini scan di mana, malaikat?” Tanya penumpang lain memperlihatkan e-tiketnya.
“Tidak perlu lagi, tempat terbaik untuk kalian sudah disiapkan.”
—
Semoga penumpang yang berpulang, diterima di sisi terbaik oleh Sang Maha Pasti. Gerbong perempuan, kemungkinan hampir semuanya pulang kerja jam segitu. Mereka sedang lelah2nya, sebentar lagi jumpa keluarga. Namun Sang Pencipta lebih ingin jumpa mereka.