27/08/2026
Dalam kehidupan, keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu sering muncul ketika kita ingin memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Namun, terlalu banyak mengontrol justru dapat membuat seseorang kelelahan. Dalam perbincangan Sunil Tolani dan Christina Lie, dibahas bagaimana belajar melepaskan kontrol dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan diri dan membangun kehidupan yang lebih seimbang.
Christina Lie menceritakan pengalamannya sebagai seorang founder perempuan yang pada awalnya merasa harus mengurus dan mengendalikan hampir segala hal. Pola tersebut membuat dirinya terus berada dalam kondisi penuh tekanan atau survival mode. Seiring waktu, ia belajar memberikan ruang kepada pasangan dan tim untuk mengambil peran serta mempercayai orang lain.
Ketenangan juga menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan. Ketika seseorang terlalu dikuasai ketakutan, termasuk rasa takut kehilangan kesempatan atau fear of missing out (FOMO), keputusan yang diambil bisa menjadi kurang bijak. Karena itu, membangun ketenangan dan tidak terburu-buru dapat membantu seseorang melihat peluang dengan lebih jernih.
Dalam hal kebahagiaan, validasi dari orang lain tidak seharusnya menjadi satu-satunya sumber kepuasan. Seseorang perlu membangun penghargaan terhadap dirinya sendiri dari dalam. Ketika kebahagiaan terlalu bergantung pada pengakuan eksternal, seseorang dapat terus mengejar penerimaan tetapi tetap merasa kosong.
Pengalaman dalam hubungan profesional juga mengajarkan pentingnya batasan atau boundaries. Kepercayaan memang penting, tetapi kepercayaan tidak berarti mengabaikan perlindungan diri. Dalam urusan bisnis, kesepakatan tertulis dan kontrak yang jelas tetap diperlukan, bahkan ketika bekerja sama dengan orang yang sudah dekat atau dipercaya.
Belajar melepas kontrol bukan berarti menjadi pasif atau tidak peduli. Justru, kita perlu membedakan mana yang memang menjadi tanggung jawab kita dan mana yang harus diberikan ruang kepada orang lain. Dengan begitu, energi dapat digunakan untuk hal-hal yang benar-benar penting tanpa terus-menerus terbebani keinginan mengendalikan semuanya.
Pada akhirnya, cara kita memandang kehidupan ikut menentukan cara kita menjalaninya. Keyakinan yang kita tanam dapat memengaruhi keputusan, sikap, dan respons terhadap berbagai keadaan. Tidak semua hal harus dikendalikan. Bangun kepercayaan, tetapkan batasan yang sehat, rawat hubungan, dan belajar tenang menghadapi ketidakpastian. Karena terkadang, ketika kita berhenti memaksa semuanya berjalan sesuai keinginan, justru terbuka ruang untuk hal-hal baik yang sebelumnya tidak kita lihat.