29/07/2026
Banana bread
Sejauh saya lihat dibanyak postingan biasanya pakai pisang ambon dan brown sugar. Kali ini saya coba pakai apa yang ada disekitar saja. Yaitu pisang nangka dan juga gula aren bubuk.
Keduanya adalah hasil bumi tanah Purwokerto tempat saya berdomisili sekarang.
Kenapa pakai gula aren bubuk? Saya belum lama tau bahwa Banyumas adalah tempat produksi gula aren yang sangat bagus kualitasnya bahkan kualitasnya ekspor ya. Punya rasa yang unik sekali. Ada gurihnya namun manisnya lembut dan seperti ada rasa caramelnya juga. Butiran-butirannya halus sekali. Warnanya coklat dan aromanya itu...harum manis, agak berat ya aromanya, aroma seperti santan? π
Agak kesulitan menemukan padanan kata yg tepat. Ngapunten nggih π
Lalu kenapa juga pakai pisang nangka?
Aslinya, ini hasil kebun ya. Pisang nangka biasa kan digoreng. Ada hint rasa asam. Saya ujicoba tunggu sampai pisangnya overripe. Memang memakan cukup waktu. Namun hasilnya diluar dugaan.
Harum sekali dan manisnya itu lho. Hilang rasa asamnya. Tekstur daging buahnya mirip seperti pisang tanduk. Jadi memang treatment ke pisangnya agak beda dengan pisang Ambon yang bisa hancur hanya dengan pakai garpu.
Memanfaatkan hasil bumi sekitar domisili sungguh menyenangkan. Gak apa-apa banget kok pakai pisang jenis lain. Gak juga harus pakai brown sugar kalau disekitar malah ada gula aren bubuk kualitas ekspor. Kuenya tetap jadi dan enak serta unik. Beda dari biasanya.
Jikalau ada yang berpatokan harus pakai pisang, gula dan lemak tertentu, monggo ya. Sangat boleh begitu. Sebab buatku, memanfaatkan apa yang ada disekitar juga sangat menyenangkan dan apa salahnya eksperimen.