27/07/2026
Dalam ajaran Islam, dunia bukanlah rumah abadi, melainkan tempat persinggahan sementara (darul ambala' / tempat ujian).
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Hiduplah di dunia ini seakan-akan kamu adalah orang asing atau seorang pengembara." (HR. Bukhari)
Manusia Disebut "tamu terhormat" karena Allah telah memuliakan manusia melebihi makhluk lainnya
(QS. Al-Isra: 70).
Seorang tamu yang dihormati oleh
"Tuan Rumah" (Allah) tidak perlu merasa hina atau putus asa, karena segala kebutuhan dasarnya selama masa persinggahan telah dijamin oleh-Nya.
Kata "serpihan" menggambarkan betapa kecil dan tidak bernilainya harta, tahta, atau pop**aritas dunia jika dibandingkan dengan akhirat.
Rasulullah ﷺ pernah mengibaratkan kenikmatan dunia hanya seperti meneteskan jari ke dalam lautan.
Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki
sifat 'Iffah (menjaga kehormatan diri) dan Qana'ah (merasa cukup).
Mengemis "serpihan dunia" baik dalam arti harfiah maupun kiasan (seperti mengorbankan akidah, kejujuran, atau harga diri
لا حول ولا قوة الا بالله.