13/08/2026
Banyuwangi menjadi ruang pembelajaran untuk melihat bagaimana "green facility" berupa insentif untuk petani dan beasiswa bagi putra-putri petani dapat berjalan bersama teknologi, data, dan kolaborasi untuk memperkuat praktik pertanian berkelanjutan. โจ
Upaya ini dilakukan agar semua praktik tersebut dapat diterapkan dalam skala yang lebih luas tanpa mengesampingkan kebutuhan mendasar petani.
Tata Insentif Pertanian Berkelanjutan Banyuwangi atau Taniwangi merupakan pengembangan Ekosistem Beras Biofortifikasi Sunwangi, yang sejak 2024 dikembangkan Pandawa Agri bersama Pemkab Banyuwangi, petani swadaya, Danone Indonesia, BULOG, IPB University, dan Bank Indonesia.๐
๐ฑ Dalam praktiknya, Taniwangi menerapkan Agro-Environmental Scheme (AES), yaitu skema insentif berbasis kinerja yang memberikan penghargaan kepada petani atas upaya mereka dalam menjaga kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati.
๐ Pada 7 Agustus 2026, Bappenas bersama rombongan yang turut melibatkan FAO, Yayasan Agri Sustineri, Rikolto Indonesia, Edufarmers Foundation, dan AOI melihat langsung bagaimana AES diterapkan di tingkat petani.
Kunjungan ini juga menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pendekatan tersebut melalui pembuktian ilmiah dan kolaborasi lintas pihak, sekaligus melihat peluang penerapan di wilayah lain.
๐ Dampak serta pembelajaran dari ekosistem ini telah kami rangkum dalam Laporan Dampak yang bisa kamu akses melalui link di bio!
๐ค Harapannya, Banyuwangi dapat menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat model pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi, dengan dukungan pemerintah, akademisi, penyuluh, pelaku usaha, dan mitra pembangunan.