Dunia Tani

Dunia Tani Semua tentang pertanian, perkebunan, dan perikanan, dan sejenisnya

19/10/2025
14/10/2025
16/07/2025

Musim tanam di lahan-lahan yang sekian lama tak produktif sering kali hanya jadi angan-angan, lahan tidur yang merana, tak terurus, menanti kembali diolah tangan petani. Namun kini, dengan teknologi LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) yang dikembangkan oleh BRIN, lahan-lahan sepi ini menemukan aliran hidup baru, buah bawang merah segar tumbuh, memberi harapan baru bagi ekonomi lokal dan ketahanan pangan.

LEISA bukan sekadar teknik bertani, tapi memaksimalkan potensi lahan dengan input eksternal minimal, seperti pupuk kimia dan pestisida sintetis. Doktrin ini membawa lahan tidur, entah di pinggiran kota, lahan perkotaan yang terbengkalai, atau lahan salin, bertransformasi menjadi kebun bawang merah produktif, ramah lingkungan, dan bernilai sosial tinggi. Di Kota Semarang, kolaborasi antara BRIN dan pemerintah daerah berhasil menyulap lahan tidur menjadi kebun bawang merah urban. Dengan metode LEISA, petani bisa menanam bawang merah tanpa bergantung pada input mahal yang selama ini menjadi penghalang adopsi teknologi pertanian. Malahan, BRIN melaporkan bahwa pendekatan ini mendukung pertanian berkelanjutan, menjaga ekosistem tetap lestari, sekaligus memberdayakan petani melalui pemanfaatan lahan terabaikan.

Tak hanya di perkotaan, lahan-lahan saline (terkena intrusi air laut) di pesisir juga berhasil ditransformasikan menjadi lahan produktif bagi tanaman seperti padi dan bawang merah. LEISA tidak cuma solusi untuk lahan tidur, tapi juga untuk lahan marginal yang biasanya tak cocok untuk tanaman pangan. Sayangnya, BRIN belum merilis data angka luas lahan, hasil panen, dan peningkatan pendapatan secara khusus terkait bawang merah di lahan tidur. Setidaknya, belum tersedia publikasi terbuka. Namun, laporan awal sangat meyakinkan, para petani yang sebelumnya terlilit biaya input tinggi kini mampu menanam bawang merah dengan biaya lebih rendah, hasil lebih baik, dan dampak lingkungan yang minim. Ini bukan hanya potret, tapi awal dari paradigma baru dalam pertanian berkelanjutan.

Sementara itu, data BRIN dari program serupa untuk padi saline menyebutkan bahwa pendekatan LEISA meningkatkan produktivitas dibanding metode konvensional, serta mengurangi biaya dan dampak lingkungan. LEISA mengusung prinsip integrasi sistem pertanian lokal. Berarti petani menggunakan bahan organik setempat, kompos rumah tangga, pupuk hijau, atau sisa tanaman untuk memupuk lahan. Selain menekan biaya, cara ini menjaga kesuburan tanah dan keberlangsungan ekosistem. Secara ekonomi, manfaatnya banyak. Modal awal berkurang, ketergantungan pada pupuk dan pestisida sintetik turun drastis. Di sisi sosial, lahan tidur yang diolah memberikan nilai baru, kelompok petani bisa terbentuk, kegiatan kolektif dilakukan, dan lapangan kerja muncul di perkotaan.

Dengan LEISA, BRIN mempertaruhkan ide besar, bukan cuma pertanian pangan, tapi panggung bagi ekonomi lokal, ruang edukasi, dan ruang hijau kota. Metode ini merangkul konsep ramah lingkungan, biaya rendah, dan partisipasi masyarakat, menjadikan pertanian bukan sekadar profesi, tapi gaya hidup berkelanjutan. Dengan keberhasilan awal di Semarang dan dukungan BRIN, kita punya blueprint. Blueprint untuk menjadikan bawang merah (dan komoditas lain) sebagai ikon kebangkitan lahan tidur. Jika metode ini digelorakan secara serius, tak mustahil kita melihat lahan tidur di banyak kota dan desa kembali aman, dipenuhi tanaman yang berguna, menghidupi banyak orang, dan memulihkan ekosistem.

LEISA bukan sistem yang hanya cocok untuk lahan subur atau kota besar. Ia justru lahir untuk menjawab tantangan, tanah miskin hara, biaya tinggi, dan keterbatasan akses. Yang dibutuhkan sekarang tinggal kemauan lintas sektor, dari petani, pemda, lembaga riset, hingga masyarakat sipil untuk menjadikan LEISA sebagai gerakan pertanian baru di daerah-daerah, murah, lestari, dan menghidupkan kembali tanah yang nyaris dilupakan.
---


Disclaimer:
Tulisan ini merupakan ulasan sederhana terkait fenomena bisnis atau industri untuk digunakan masyarakat umum sebagai bahan pelajaran atau renungan. Walaupun menggunakan berbagai referensi yang dapat dipercaya, tulisan ini bukan naskah akademik maupun karya jurnalistik.

15/07/2025

Address

Jl, Poros Barru Parepare, Depan Kampus Stia Al Gazali, Bojo Baru
Barru

Opening Hours

Monday 06:00 - 17:00
Tuesday 06:00 - 17:00
Wednesday 06:00 - 17:00
Thursday 06:00 - 17:00
Friday 06:00 - 17:00
Saturday 06:00 - 17:00
Sunday 06:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dunia Tani posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category