28/05/2023
Aku adalah seorang ibu rumah tangga biasa yg mempunyai dua orang anak, laki-laki dan perempuan.
Ya satu paket lengkap bagiku anak laki-laki ku adalah yg paling tampan dan anak perempuan ku adalah yg paling cantik (ya pasti semua ibu akan berpikir seperti itu)
Aku menikah dengan suamiku saat umurku 24 thn, ya menurutku usiaku saat itu sudah cukup untuk menjalani sebuah hubungan yg serius (menikah)
Sedang suamiku lebih tua satu tahun dariku dan kami sama-sama anak ke lima tapi bedanya aku anak bungsu sedang dia masih mempunyai dua orang adik.
Kami berpacaran kurang lebih enam tahun lamanya, waktu yg cukup lama dan akhirnya keluarga kami mendesak kami untuk segera menikah karna takut menimbulkan fitnah.
Akupun setuju dan akhirnya kami menikah.
Saat itu antara teman-temanku akulah yg pertama melepas masa lajang.
Setelah empat bulan menikah akupun hamil aku sangat bahagia saat itu, tpi kurasa tidak bagi suamiku.
Sepertinya dia masih terlalu muda untuk jadi bapak sepertinya, sebab aku ngidam tidak pernah di penuhi aku mual tidak di perhatikan dan bahkan pernah menyebut bahwa anaku bukan anaknya jahat banget kan,.
Aku selalu mengingat itu.
Tiba saatnya aku melahirkan tidak ada kontraksi sehingga aku di rujuk dari polondes ke rumah sakit dan harus di beri obat peransang, sakitnya masya Allah luar biasa tampa dia di sampingku dan hanya ada di luar ruangan.
Bersambung