Sumber Unggas

Sumber Unggas Sumber Unggas berdiri tahun 2011. Diawali usaha budidaya/pembesaran ayam Kampung pedaging di Desa Cogreg Kec. Parung Kab. Bogor. (www.sumberunggas.com)

Diawali usaha budidaya/ pembesaran ayam Kampung pedaging di Desa Cogreg Kecamatan Parung Kabupaten Bogor. Seiring meningkatkan kebutuhan DOC (Daily Old Chicken) untuk kebutuhan sendiri, Sumber Unggas juga menjalankan usaha pembibitan (breeding) ayam kampung asli. Pada tahun 2015, produksi DOC Kampung asli mulai dijual kepada peternak-peternak lainnya di sekitar Bogor dan Sukabumi. Tahap pertama te

rdapat 5 kandang untuk populasi indukan sebanyak 19.000 ekor serta mesin tetas modern berkapasitas 90.000 butir. Dalam sebulan sebulan menghasilkan 102.000 ekor DOC berkualitas terbaik dari standar Good Breeding Practice (GBP) serta pengawasan kesehatan dan bio sekuriti yang ketat. Pemasarannya sekarang sudah menjangkau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Saat ini sedang menyiapkan pengembangan usaha dengan membangun sarana pembibitan (kandang dan mesin penetas) yang lebih besar. Pada awal tahun 2017 diharapkan mampu memproduksi sekitar 2,6 juta ekor/tahun dan proyeksi di tahun 2018-2019 sekitar 4,8 juta ekor/tahun. Untuk meningkatkan kualitas bibit ayam lokal asli (Indonesia native chicken), Sumber Unggas menambah jenis (strain), yaitu ayam Sentul, ayam KUB (Kampung Unggul Balitnak) serta ayam Kedu. Sumber Unggas bekerjasama dengan Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian dan telah mendapatkan lisensi ayam KUB serta Pra Lisensi ayam SenSi (Sentul Seleksi) sehingga produk DOC hasilkan memiliki standar Agro Inovasi. Sebagai persyaratan memproduksi bibit yang berkualitas, sekarang dalam proses untuk mendapatkan Sertifikat Layak Bibit (SLB) yang didahului dengan Surat Keterangan Layak Bibit (SKLB) dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Barat. Sebagai bentuk kepedulian terhadap plasma nutfah (sumber daya genetik) ayam asli, Sumber Unggas juga melakukan konservasi (pelestarian) beberapa jenis ayam, yaitu ayam Sentul (plasma nutfah ayam Jawa Barat), ayam Pelung (plasma nutfah ayam Jawa Barat) dan ayam Kedu (plasma nutfah ayam Jawa Tengah). Selain konservasi, melalui seleksi yang ketat, jenis-jenis ayam tersebut akan dikembangkan sebagai ayam produksi dengan kualitas terbaik. Juga ada konservasi dan pengembangan ayam Cemani yang akan diproduksi sebagai ayam konsumsi karena mulai adanya permintaan jenis ayam tersebut di retail modern. Sejak April 2016 Sumber Unggas bukan sekedar pembibitan dan peternakan ayam Kampung, tapi menjadi Pusat Konservasi dan Peternakan Terpadu Ayam Indonesia. Dalam upaya mewujudkan peternakan ayam lokal asli Indonesia yang modern dan terpadu, Sumber Unggas tidak hanya menjalankan konservasi dan usaha pembibitan. Usaha budidaya/pembesaran berstandar Good Farming Practice dengan jumlah produksi 160.000 ekor/periode dilakukan di Bogor dan Sukabumi. Pada tahun 2017 akan meningkatkan usaha menjadi sekitar 300.000 – 350.000 ekor/periode atau sekitar 1,4 juta ekor/tahun. Selain usaha budidaya/ pembesaran milik sendiri, Sumber Unggas juga melakukan kerjasama dengan peternak-peternak mandiri di sekitar Bogor dan Sukabumi untuk menyerap hasil panen. Di sektor hilir atau pasca panen, Sumber Unggas memiliki jaringan pasar dengan retail-retail modern (supermarket/hypermarket), pasar tradisional serta rumah makan/restoran. Sarana Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU) modern milik sendiri yang berkapasitas 4.000 ekor/hari siap memenuhi permintaan pasar untuk produk karkas ayam Kampung asli. Inovasi produk juga sedang disiapkan, seperti ayam kampung branding bersertifikasi dan berstandar internasional dalam kemasan modern, baik dalam bentuk karkas maupun ayam berbumbu siap masak. Produk ini juga untuk mengantisipasi pasar bebas Asean (MEA) serta menangkap peluang ekspor. Konsep rantai dingin (cold chain) from farm to table sesuai persyaratan ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) menjadi bagian dari produksi ayam Kampung asli Sumber Unggas. Ada enam armada mobil berpendingin untuk mengangkut dan mengirim ayam yang terjaga kualitas kesehatannya ke pasar dan pelanggan.

Address

Jalan Sukabhakti No. 85 Desa Cogreg RT 02/07 Kec. Parung Kab. Bogor
Bogor
16330

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00
Saturday 08:00 - 12:00

Telephone

+628111160372

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sumber Unggas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sumber Unggas:

Share

Category

Tentang Kami

PT Sumber Unggas Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konservasi dan peternakan terpadu ayam asli Indonesia, berdiri pada tahun 2011 di Desa Cogreg Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebagai program konservasi, PT Sumber Unggas Indonesia sudah melakukan upaya pelestarian sumber daya genetik ayam asli Indonesia antara lain ayam Sentul (Ciamis, Jawa Barat), ayam Pelung (Cianjur, Jawa Barat) dan ayam Kedu (Temanggung, Jawa Tengah) serta pengembangan peluang ayam hitam (Cemani) untuk konsumsi. Dengan perjalanan panjang dan proses seleksi yang ketat, akhirnya berhasil memproduksi jenis ayam dengan genetik berkualitas.

Pada tahun 2016, PT Sumber Unggas Indonesia berhasil mendapat lisensi Agro Inovasi ayam KUB dan ayam SenSi (Sentul Seleksi) pada tahun 2017 dari Badan Litbang Kementerian Pertanian. DOC yang dihasilkan dinyatakan sudah memenuhi persyaratan sehingga PT Sumber Unggas Indonesia memperoleh Sertifikat Layak Bibit dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Barat. Pada tahun 2018, PT Sumber Unggas Indonesia juga telah terstandarisasi ISO 9001 (Mutu) dan ISO 22000 (Keamanan Pangan).

PT Sumber Unggas Indonesia menerapkan standar pembibitan ayam lokal yang baik (Good Breeding Practice) dan biosekuriti yang ketat pada lokasi pembibitan agar terbebas dari berbagai penyakit unggas. Sehingga pada akhir tahun 2017, berhasil mendapatkan sertifikat Kompartemen Bebas Penyakit Flu Burung (Avian Influenza) dari Kementerian Pertanian.