17/08/2020
- PANJAT PINANG, BALAP KARUNG & MAKAN KERUPUK ADALAH SIMBOL PENJAJAHAN YANG MASIH DILAKUKAN HINGGA SEKARANG -
Berdasarkan sumber yg babangjaloe baca, ternyata pada jaman penjajahan :
BALAPAN KARUNG tercipta pada saat itu karena tenaga kerja paksa/romusha menggunakan pakaian dari karung goni. Pemerintah Jepang menghalangi distribusi pakaian, dan karung goni tidak nyaman digunakan karena banyak kutunya. Sehingga rakyat Indonesia terkena penyakit kulit seperti KORENG dan gatal2.
MAKAN KERUPUK merupakan simbol kemelaratan bangsa Indonesia ketika masa penjajahan, nasi dan kerupuk merupakan duet menu makanan sehari hari karena tidak mampu membeli bahan makanan yg lebih baik.
PANJAT PINANG adalah sarana hiburan orang belanda dibatavia. Pada tahun 1920an, yg menjadi hadiah panjat pinang adalah pakaian dan bahan makanan. Dan yg berlomba saling meninjak2 adalah pribumi, siapapun boleh ikut dan saling injak demi mendapat hadiah. Orang orang Belanda tertawa menonton sambil menertawakan.
Hal tersebut memang simbol penjajahan jaman dulu,
TAPI CARA PANDANG SEKARANG SUDAH JAUH BERBEDA 😎
BALAPAN KARUNG itu ibarat kehidupan banyak kendalanya dan terbatas ruang geraknya. Tetapi tetap semangat BERJUANG SAMPAI AKHIR walaupun sempat terjatuh.
MAKAN KERUPUK itu gambaran segala sesuatu itu tidak ada yang gratis, harus DIUSAHAKAN dengan jerih payah.
PANJAT PINANG itu gambaran GOTONG ROYONG untuk suatu hasil yang akan dinikmati BERSAMA.
Nah inilah cerita babangjaloe tentang perlombaan HUT Indonesia ke 75 ini.
Semoga para koruptor dihukum seumur hidup, dimiskinkan serta pembatasan fasilitas sosial.
Dan babangjaloe BERDOA kepada yang baca semoga hari ini pekerjaannya lancar, dagangannya laris dan usahannya diberikan kemudahan. Aamiin