20/07/2026
Ayam Dengar Musik, Biar Nggak Drama!
Katanya musik bikin ayam lebih tenang. Mitos, fakta, atau memang ada ilmunya? Kami memilih membuktikannya di kandang sendiri.
"Musik membuat ayam tenang, stabil, tidak mudah kaget. Produksi pun lebih optimal."
Kalimat itu pertama kali kami dengar dari peternak pendamping kami, Ngahadi Hadi Prawoto dari Purbalingga. Jujur saja, waktu itu kami hanya mengangguk sambil tersenyum. Dalam hati, kami berpikir, masa iya ayam juga s**a musik?
Sebagai peternak pemula, pikiran kami saat itu masih berkutat pada pakan, vitamin, air minum, pencahayaan, dan kebersihan kandang. Rasanya semua itu sudah cukup rumit untuk dipelajari.
Namun setelah hampir empat bulan menjalankan peternakan ayam petelur, pandangan kami mulai berubah.
Hari ini ayam Lohmann Brown milik BUMDes Bakti Praja Utama telah memasuki usia sekitar 29 minggu. Produksi harian sudah berada di kisaran 900–905 butir, dengan total bobot telur menembus lebih dari 49 kilogram setiap hari. Produksi mulai stabil, ritme kandang terasa lebih tenang, dan fokus kami kini bergeser: menjaga kesehatan ayam sekaligus meningkatkan bobot telur.
Di titik inilah kami kembali teringat ucapan Pak Hadi.
Bagaimana kalau musik benar-benar dicoba sebagai bagian dari manajemen kandang?
Kami kemudian mencari berbagai referensi. Hasilnya cukup menarik. Sampai hari ini, belum ada bukti ilmiah yang benar-benar kuat bahwa musik secara langsung mampu meningkatkan HD (Hen Day Production) atau bobot telur.
Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik bertempo lambat dengan volume rendah dapat membantu mengurangi stres pada ayam. Ayam menjadi lebih tenang, tidak mudah panik saat ada suara mengejutkan, dan lebih cepat kembali ke kondisi normal setelah terjadi gangguan. Jika produksi ikut membaik, kemungkinan besar efeknya tidak langsung, melainkan karena lingkungan kandang menjadi lebih nyaman.
Kalau ingin mencoba, pilihan musik yang relatif aman antara lain musik klasik, instrumental piano atau gitar, maupun suara alam seperti gemericik air atau kicau burung. Sebaliknya, musik dengan bass keras, tempo cepat, atau volume tinggi sebaiknya dihindari karena justru berpotensi memicu stres.
Bagi kami, musik bukanlah "obat ajaib" yang bisa langsung membuat produksi melonjak. Tetapi, jika sebuah perubahan sederhana mampu menciptakan suasana kandang yang lebih tenang, mengapa tidak dicoba?
Tentu saja, keputusan akhirnya bukan berdasarkan perasaan, melainkan data kandang. Jika setelah diuji ayam benar-benar lebih tenang tanpa mengganggu performa, bahkan menunjukkan tren yang lebih baik, bukan tidak mungkin musik akan menjadi salah satu SOP manajemen kandang di BUMDes Bakti Praja Utama.
Karena dalam beternak, sering kali kemajuan lahir dari keberanian mencoba, lalu membuktikannya dengan data.