Sentra Ayam Petelur

Sentra Ayam Petelur Solusi Kandang & Bisnis Peternakan. Dari Produksi hingga Pemasaran. 🎯 Maksimalkan Penjualanmu. Fokus Jateng: Banyumas, Purbalingga, Cilacap & Sekitarnya.

Potret Pelaku Sukses Mengembangkan Ternak Ayam Petelur 2.000 hingga Belasan Ribu Ekor.

23/07/2026
23/07/2026

Jangan Cari Peternak yang Paling Pintar. Carilah yang Mau Membimbing.

Kandang yang sukses bukan dibangun oleh orang yang tahu segalanya, tetapi oleh orang yang mau belajar dari pengalaman mereka yang sudah lebih dulu melewati kegagalan.

Setelah beberapa bulan menjalankan usaha ayam petelur, kami semakin menyadari satu hal: modal bukanlah tantangan terbesar. Tantangan terbesar justru adalah mengambil keputusan yang benar setiap hari.

Saat ayam terlihat lesu, produksi turun, konsumsi pakan berubah, atau cuaca mendadak panas, keputusan harus diambil dengan cepat. Di sinilah kami merasakan betapa berharganya memiliki peternak berpengalaman yang bisa diajak berdiskusi.

Di era teknologi seperti sekarang, jarak sudah bukan lagi masalah. Telepon, WhatsApp, video call, bahkan berbagi foto dan video kandang bisa dilakukan dalam hitungan detik. Konsultasi tidak lagi harus datang langsung ke kandang.

Namun muncul pertanyaan yang jauh lebih penting.

Apakah orang yang kita hubungi benar-benar orang yang tepat?

Tidak semua orang yang pandai berbicara memiliki pengalaman lapangan. Sebaliknya, banyak peternak hebat justru lebih banyak bekerja daripada bercerita.

Menurut kami, ada beberapa ciri pendamping yang layak dijadikan mitra belajar.

Pertama, ia masih aktif beternak, bukan hanya mengandalkan pengalaman puluhan tahun yang sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Kedua, ia mampu menjelaskan alasan di balik setiap saran, bukan sekadar berkata, "Pokoknya ikuti saja."

Ketiga, ia tidak menjanjikan hasil instan. Peternak yang benar biasanya lebih sering mengingatkan tentang risiko, disiplin SOP, dan pentingnya pencatatan data daripada menjual mimpi.

Keempat, ia mau dihubungi ketika masalah datang, bukan hanya saat awal kandang dibangun.

Dan yang tidak kalah penting, ia ikut senang ketika anak didiknya berkembang, bukan merasa tersaingi.

BUMDes Bakti Praja Utama bersyukur dipertemukan dengan peternak berpengalaman seperti Ngahadi Hadi Prawoto. Yang kami dapatkan bukan sekadar jawaban atas pertanyaan, tetapi cara berpikir dalam menghadapi persoalan di kandang.

Kami percaya, ilmu memang bisa diperoleh dari buku, video, atau media sosial. Tetapi kebijaksanaan sering kali lahir dari pengalaman orang yang sudah berkali-kali jatuh, bangkit, lalu menemukan cara yang lebih baik.

Bagi peternak pemula, jangan terburu-buru mencari mentor yang paling terkenal. Carilah orang yang benar-benar masih berkecimpung di lapangan, terbuka berbagi pengalaman, dan bersedia mendampingi ketika keadaan tidak sesuai rencana.

Karena pada akhirnya, keberhasilan kandang bukan hanya ditentukan oleh kualitas pakan atau bibit ayam, tetapi juga oleh kualitas orang-orang yang kita pilih untuk belajar bersama.

920 Butir Sehari, Tapi Bukan Karena Kami HebatKeberhasilan peternak pemula bukan lahir dari keajaiban. Ia tumbuh dari ke...
22/07/2026

920 Butir Sehari, Tapi Bukan Karena Kami Hebat

Keberhasilan peternak pemula bukan lahir dari keajaiban. Ia tumbuh dari kemauan belajar, disiplin, dan kesediaan mendengarkan mereka yang lebih berpengalaman.

Empat bulan lalu, kami hanyalah sebuah BUMDes yang sedang memulai langkah di dunia ayam petelur. Tidak ada pengalaman puluhan tahun. Tidak ada resep rahasia. Yang kami miliki hanya tekad untuk belajar.

Saat ayam Lohmann Brown datang di usia 13 minggu, rasa semangat bercampur dengan kekhawatiran. Kami tahu perjalanan masih panjang. Ketika masa produksi dimulai, hasilnya pun tidak langsung sesuai harapan. Hen Day (HD) memang perlahan naik, tetapi pernah juga turun. Ada hari-hari ketika angka produksi membuat kami bertanya, "Apa yang salah?"

Dari situlah kami memahami bahwa beternak ayam petelur bukan soal berharap hasil terbaik setiap pagi. Yang lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah melihat hasil tersebut.

Setiap hari kami mencatat produksi, mengevaluasi konsumsi pakan, memperhatikan kondisi kandang, kesehatan ayam, hingga perubahan cuaca. Sedikit demi sedikit, data menjadi guru yang jujur.

Hari ini, pop**asi kami berjumlah 993 ekor. Produksi telah mencapai 920 butir per hari, atau sekitar 92,6% HD, dengan bobot telur harian sudah menembus lebih dari 49 kilogram.

Angka itu tentu membahagiakan. Namun kami tidak menganggapnya sebagai bukti bahwa kami sudah hebat.

Sebaliknya, hasil ini justru mengingatkan bahwa menjadi pemula yang mau belajar adalah sebuah kekuatan.

Kami sangat bersyukur mendapatkan pendampingan intensif dari peternak berpengalaman Ngahadi Hadi Prawoto, juga berbagai arahan dari pemborong kandang dan supplier pakan yang tidak pernah lelah berbagi pengalaman lapangan. Banyak keputusan yang kami ambil hari ini lahir dari ilmu dan pengalaman mereka, bukan semata-mata dari dugaan kami sendiri.

Kami semakin yakin bahwa dalam beternak ayam petelur, gengsi adalah musuh. Ilmu jauh lebih berharga daripada merasa sudah tahu segalanya.

Tidak ada jalan pintas menuju produksi yang stabil. Yang ada hanyalah disiplin menjalankan SOP, mencatat data setiap hari, mengevaluasi hasil, memperbaiki kesalahan, lalu mengulanginya lagi dengan lebih baik.

Kalau BUMDes yang benar-benar memulai dari nol bisa terus bertumbuh, kami percaya peternak pemula lainnya pun memiliki peluang yang sama. Syaratnya sederhana: jangan berhenti belajar, jangan malu bertanya, dan jangan ragu menerima bimbingan dari mereka yang sudah lebih dahulu berhasil.

Karena pada akhirnya, kandang yang sukses bukan dibangun oleh orang yang paling pintar, tetapi oleh orang yang paling konsisten untuk terus belajar.

Ayam Dengar Musik, Biar Nggak Drama!Katanya musik bikin ayam lebih tenang. Mitos, fakta, atau memang ada ilmunya? Kami m...
20/07/2026

Ayam Dengar Musik, Biar Nggak Drama!

Katanya musik bikin ayam lebih tenang. Mitos, fakta, atau memang ada ilmunya? Kami memilih membuktikannya di kandang sendiri.

"Musik membuat ayam tenang, stabil, tidak mudah kaget. Produksi pun lebih optimal."

Kalimat itu pertama kali kami dengar dari peternak pendamping kami, Ngahadi Hadi Prawoto dari Purbalingga. Jujur saja, waktu itu kami hanya mengangguk sambil tersenyum. Dalam hati, kami berpikir, masa iya ayam juga s**a musik?

Sebagai peternak pemula, pikiran kami saat itu masih berkutat pada pakan, vitamin, air minum, pencahayaan, dan kebersihan kandang. Rasanya semua itu sudah cukup rumit untuk dipelajari.

Namun setelah hampir empat bulan menjalankan peternakan ayam petelur, pandangan kami mulai berubah.

Hari ini ayam Lohmann Brown milik BUMDes Bakti Praja Utama telah memasuki usia sekitar 29 minggu. Produksi harian sudah berada di kisaran 900–905 butir, dengan total bobot telur menembus lebih dari 49 kilogram setiap hari. Produksi mulai stabil, ritme kandang terasa lebih tenang, dan fokus kami kini bergeser: menjaga kesehatan ayam sekaligus meningkatkan bobot telur.

Di titik inilah kami kembali teringat ucapan Pak Hadi.

Bagaimana kalau musik benar-benar dicoba sebagai bagian dari manajemen kandang?

Kami kemudian mencari berbagai referensi. Hasilnya cukup menarik. Sampai hari ini, belum ada bukti ilmiah yang benar-benar kuat bahwa musik secara langsung mampu meningkatkan HD (Hen Day Production) atau bobot telur.

Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik bertempo lambat dengan volume rendah dapat membantu mengurangi stres pada ayam. Ayam menjadi lebih tenang, tidak mudah panik saat ada suara mengejutkan, dan lebih cepat kembali ke kondisi normal setelah terjadi gangguan. Jika produksi ikut membaik, kemungkinan besar efeknya tidak langsung, melainkan karena lingkungan kandang menjadi lebih nyaman.

Kalau ingin mencoba, pilihan musik yang relatif aman antara lain musik klasik, instrumental piano atau gitar, maupun suara alam seperti gemericik air atau kicau burung. Sebaliknya, musik dengan bass keras, tempo cepat, atau volume tinggi sebaiknya dihindari karena justru berpotensi memicu stres.

Bagi kami, musik bukanlah "obat ajaib" yang bisa langsung membuat produksi melonjak. Tetapi, jika sebuah perubahan sederhana mampu menciptakan suasana kandang yang lebih tenang, mengapa tidak dicoba?

Tentu saja, keputusan akhirnya bukan berdasarkan perasaan, melainkan data kandang. Jika setelah diuji ayam benar-benar lebih tenang tanpa mengganggu performa, bahkan menunjukkan tren yang lebih baik, bukan tidak mungkin musik akan menjadi salah satu SOP manajemen kandang di BUMDes Bakti Praja Utama.

Karena dalam beternak, sering kali kemajuan lahir dari keberanian mencoba, lalu membuktikannya dengan data.

Bukan Hanya Rumah Tangga. Dunia Bakery Juga Menghidupi Peternak Telur.Setiap donat, roti, bolu, dan kue yang terjual, ad...
18/07/2026

Bukan Hanya Rumah Tangga. Dunia Bakery Juga Menghidupi Peternak Telur.

Setiap donat, roti, bolu, dan kue yang terjual, ada peran telur ayam yang ikut menjaga roda ekonomi tetap berputar.

---------

Pagi ini kami kembali mengantar telur ke salah satu pelanggan. Bukan ke pasar, melainkan ke pelaku usaha donat dan bakery.

Mungkin banyak orang mengira telur hanya dibeli untuk kebutuhan dapur rumah tangga. Padahal kenyataannya jauh lebih luas. Telur adalah bahan baku utama bagi ribuan pelaku usaha kuliner.

Mulai dari usaha rumahan, toko roti, cake & bakery, penjual martabak, pembuat kue basah, warung makan, katering, hotel, restoran, hingga industri makanan skala besar. Semua membutuhkan pasokan telur yang segar dan stabil.

Karena itu, ketika seorang peternak mendapatkan satu pelanggan bakery baru, sebenarnya ia bukan hanya menjual telur. Ia sedang membangun kemitraan yang bisa berlangsung bertahun-tahun jika kualitas, pelayanan, dan ketepatan pengiriman tetap terjaga.

Secara nasional, konsumsi telur Indonesia mencapai lebih dari 6,4 juta ton per tahun. Produksi nasional juga berada di kisaran 6,5 juta ton, sehingga secara umum Indonesia masih mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri bahkan memiliki surplus pada periode tertentu.

Data pemerintah juga menunjukkan bahwa konsumsi telur tidak hanya berasal dari rumah tangga. Sektor nonrumah tangga seperti restoran, hotel, katering, bakery, industri makanan, serta berbagai usaha kuliner menjadi penyerap penting yang terus berkembang.

Artinya, semakin berkembang dunia kuliner Indonesia, semakin besar p**a peluang pasar bagi peternak ayam petelur.

Terima kasih kepada seluruh pelanggan kami—baik perorangan, usaha donat, cake & bakery, toko kelontong, warung makan, maupun toko-toko lainnya—yang telah mempercayakan kebutuhan telurnya kepada Sentra Ayam Petelur.

Semoga usaha panjenengan semakin maju, penjualannya semakin ramai, dan kita bisa terus tumbuh bersama.

18/07/2026

Tidak ada yang lebih menyenangkan saat bisa mengatasi persoalan dan mendapatkan hasil sesuai harapan.

Minggu 28 mencapai 91% persen. Terutama berkat bimbingan Mas Hadi, yang sudah membuktikan diri mengembangkan ternak ayamnya, dari 2.000 ekor menjadi 15.000-an dalam kurun hampir 10 tahun terakhir.


Pelanggan Baru, Semangat BaruSaat satu pintu pasar terbuka, pikiran menjadi lebih tenang dan fokus kembali ke kandang.Ra...
18/07/2026

Pelanggan Baru, Semangat Baru

Saat satu pintu pasar terbuka, pikiran menjadi lebih tenang dan fokus kembali ke kandang.

Rasanya lega.

Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Seperti ada beban yang akhirnya terangkat dari kepala. Beberapa hari sebelumnya pikiran terus dipenuhi pertanyaan, "Besok telur dijual ke mana?"

Lalu datang satu pelanggan baru.

Bukan hanya bertambahnya omzet yang membuat hati senang. Yang lebih terasa adalah munculnya keyakinan bahwa perjuangan mencari pasar mulai membuahkan hasil.

Tanpa sadar, saya langsung berhitung dalam hati.

"Kalau sehari dapat dua pelanggan baru, sebulan perjuangan ini selesai."

Setelah itu, tugas berikutnya tinggal menjaga kepercayaan mereka. Mengirim telur tepat waktu, kualitas tetap baik, dan pelayanan tetap ramah.

Pikiran yang sebelumnya terpecah antara mengurus kandang dan mencari pembeli, perlahan kembali fokus ke kandang. Karena sejatinya, ayam yang nyaman akan menghasilkan telur yang konsisten. Dan pelanggan akan kembali membeli jika kualitasnya juga konsisten.

Beberapa waktu lalu kami juga pernah membuat simulasi sederhana.

Jika produksi mencapai 50 kg telur setiap hari, maka idealnya dibutuhkan sekitar 50 pelanggan tetap yang masing-masing membeli rata-rata 1 kg per hari. Bisa berupa pelanggan perorangan, cake and bakery, toko kelontong besar, warung, maupun toko biasa.

Artinya, membangun pasar bukan soal mencari satu pembeli besar. Justru mengumpulkan banyak pelanggan setia sering kali membuat usaha lebih aman dan stabil.

Seorang peternak pernah bercerita,

"Dulu saya hanya mengandalkan tengkulak. Sekarang saya punya puluhan pelanggan tetap. Memang mencarinya tidak mudah, tetapi setelah pasar terbentuk, saya jauh lebih tenang. Harga tidak selalu tinggi, tetapi telur hampir selalu ada yang menunggu."

Pengalaman itu mengajarkan satu hal.

Membangun kandang memang penting. Tetapi membangun pasar sama pentingnya.

Karena ayam yang produktif tanpa pelanggan tetap akan membuat peternak terus dihantui kecemasan. Sebaliknya, ketika pasar sudah mulai terbentuk, setiap telur yang keluar dari kandang terasa sudah memiliki tujuan.

Cara Paling Mudah Tahu Kandang Anda Untung atau BuntungJangan hanya menghitung jumlah telur. Hitung juga biaya produksi ...
14/07/2026

Cara Paling Mudah Tahu Kandang Anda Untung atau Buntung

Jangan hanya menghitung jumlah telur. Hitung juga biaya produksi agar setiap butir benar-benar menghasilkan keuntungan.

Banyak peternak merasa usahanya sudah untung hanya karena setiap hari ada telur yang berhasil dijual. Padahal, apakah harga jualnya benar-benar sudah menutup seluruh biaya produksi?

Di sinilah pentingnya memahami HPP (Harga Pokok Produksi). HPP bukan sekadar istilah akuntansi, melainkan kompas yang membantu peternak mengambil keputusan usaha.

Mari gunakan contoh sederhana. Sebuah kandang berisi 1.000 ekor ayam umur 28 minggu. Konsumsi pakan 120 gram per ekor per hari dengan harga Rp7.500 per kilogram. Artinya, kebutuhan pakan mencapai 120 kg per hari atau senilai Rp900.000. Dalam sebulan, biaya pakan menjadi sekitar Rp27.000.000.

Tambahkan biaya operasional seperti gaji, obat, vitamin, listrik, air, dan kebutuhan rutin lainnya sebesar Rp8.500.000 per bulan. Dengan mengabaikan penyusutan kandang dan biaya lain agar perhitungannya sederhana, total biaya produksi menjadi sekitar Rp35.500.000 per bulan, atau sekitar Rp1.183.000 per hari.

Sekarang kita buat simulasi.

Misalkan harga telur di tingkat peternak sedang Rp25.000 per kilogram dan produksi kandang mencapai 50 kg per hari. Berarti omzet harian adalah:

50 kg × Rp25.000 = Rp1.250.000

Lalu kurangi dengan total biaya produksi harian sekitar Rp1.183.000.

Hasilnya, keuntungan kotor yang tersisa hanya sekitar Rp67.000 per hari, atau sekitar Rp2 juta per bulan.

Dari simulasi sederhana ini terlihat bahwa omzet yang tampak besar belum tentu menghasilkan keuntungan yang besar. Selisih harga pakan beberapa ratus rupiah, kenaikan biaya operasional, atau turunnya harga telur dapat langsung mengubah laba menjadi rugi.

Karena itulah HPP menjadi alat penting dalam mengambil keputusan. Saat harga telur turun, peternak yang mengetahui HPP bisa lebih cepat menentukan strategi, apakah meningkatkan efisiensi, memperkuat pemasaran langsung, atau menunda ekspansi usaha.

Mulailah menghitung HPP secara rutin. Setiap kali harga pakan berubah, konsumsi pakan berubah, atau biaya operasional naik, HPP juga ikut berubah. Dengan memahami angka tersebut, setiap keputusan bisnis akan lebih rasional dan usaha peternakan lebih terarah.

HD 90% Belum Garis Finis!Setelah produksi tinggi tercapai, saatnya mengejar bobot telur agar keuntungan ikut meningkat.M...
14/07/2026

HD 90% Belum Garis Finis!

Setelah produksi tinggi tercapai, saatnya mengejar bobot telur agar keuntungan ikut meningkat.

Mencapai Hen Day (HD) sekitar 90% merupakan pencapaian yang layak disyukuri oleh setiap peternak ayam petelur. Di BUMDes Bakti Praja Utama, dari pop**asi 994 ekor, berhasil dipanen 895 butir telur dengan total berat 48 kg. Artinya, rata-rata bobot telur saat ini sekitar 53,6 gram per butir pada umur ayam 27 minggu.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ayam berada pada fase produksi yang sangat baik. Namun, dalam manajemen ayam petelur modern, HD tinggi bukanlah garis finis. Masih ada target berikutnya yang tidak kalah penting, yaitu meningkatkan bobot telur hingga mendekati 58–60 gram per butir.

Mengapa bobot telur penting?

Karena keuntungan peternakan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya butir telur, tetapi juga oleh total kilogram telur yang dihasilkan. Jika jumlah ayam tetap, HD tetap tinggi, tetapi bobot telur meningkat, maka produksi kilogram otomatis bertambah. Dengan biaya tetap yang relatif sama, efisiensi usaha meningkat dan peluang memperoleh keuntungan menjadi lebih besar.

Lalu, apa saja yang memengaruhi bobot telur?

Yang pertama adalah konsumsi pakan yang stabil. Ayam harus memperoleh pakan sesuai kebutuhan setiap hari. Penurunan konsumsi pakan, meski hanya sementara, dapat memengaruhi pembentukan telur.

Kedua, keseimbangan protein dan asam amino, terutama metionin dan lisin. Nutrisi yang seimbang membantu pembentukan putih telur dan kuning telur secara optimal.

Ketiga, kesehatan saluran pencernaan. Usus yang sehat mampu menyerap nutrisi lebih baik sehingga nutrien benar-benar dimanfaatkan untuk produksi telur.

Keempat, ketersediaan air minum yang cukup dan berkualitas. Air merupakan nutrisi yang paling banyak dibutuhkan ayam. Kekurangan air akan segera berdampak pada performa produksi.

Kelima, pengendalian stres, baik karena suhu kandang, kepadatan, maupun gangguan lingkungan. Ayam yang nyaman akan mengalokasikan energinya untuk menghasilkan telur, bukan untuk beradaptasi terhadap stres.

Terakhir, faktor alami berupa bertambahnya umur ayam. Pada fase setelah puncak awal produksi, bobot telur umumnya terus meningkat apabila manajemen pemeliharaan berjalan dengan baik.

Karena itu, mulai sekarang jangan hanya mencatat jumlah telur dan persentase HD setiap hari. Tambahkan satu indikator penting dalam buku produksi, yaitu rata-rata bobot telur per butir. Dengan memantau tiga angka tersebut secara bersamaan—HD, jumlah kilogram, dan bobot rata-rata telur—peternak dapat mengambil keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keuntungan usaha.

Bukan Diserang Penyakit, Ayam Ini Justru Diserang Temannya Sendiri!Mengenal kanibalisme pada ayam petelur Lohmann Brown,...
13/07/2026

Bukan Diserang Penyakit, Ayam Ini Justru Diserang Temannya Sendiri!

Mengenal kanibalisme pada ayam petelur Lohmann Brown, penyebabnya, dan cara mencegahnya.

Melihat seekor ayam dengan kloaka berdarah karena dipatuki teman sekandang tentu membuat peternak panik. Padahal, kejadian seperti ini bukan selalu disebabkan penyakit, melainkan bisa terjadi akibat kanibalisme, yaitu perilaku ayam mematuki bagian tubuh ayam lain hingga menimbulkan luka.

Pada ayam petelur, terutama saat memasuki masa awal hingga puncak produksi, kanibalisme paling sering menyerang kloaka. Setelah ayam bertelur, kloaka tampak lebih merah dan menonjol. Warna merah ini menarik perhatian ayam lain untuk mematuk. Jika sudah terluka dan mengeluarkan darah, ayam lain biasanya akan ikut mematuk sehingga luka menjadi semakin parah.

Pada strain Lohmann Brown, perusahaan pembibit menekankan pentingnya manajemen kandang yang baik untuk mencegah perilaku mematuk. Kanibalisme bukan disebabkan oleh genetik semata, tetapi umumnya dipicu oleh kombinasi beberapa faktor.

Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan antara lain pencahayaan yang terlalu terang, kepadatan kandang yang tinggi, stres akibat suhu panas, kekurangan tempat pakan atau air minum, ketidakseimbangan nutrisi terutama asam amino dan mineral, serta ayam yang terluka tetapi terlambat dipisahkan.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Segera pisahkan ayam yang terluka agar tidak terus dipatuki. Bersihkan luka dan berikan antiseptik sesuai anjuran dokter hewan atau petugas kesehatan hewan. Periksa juga intensitas cahaya kandang. Cahaya yang terlalu terang sering membuat perilaku mematuk meningkat. Pastikan pakan dan air selalu tersedia sehingga tidak terjadi persaingan yang memicu stres.

Untuk kandang baterai isi dua ekor seperti di BUMDes Bakti Praja Utama, lakukan pemeriksaan beberapa kali sehari, terutama pada ayam yang baru selesai bertelur. Deteksi dini jauh lebih mudah daripada mengobati luka yang sudah parah.

Peternakan ayam bukan hanya soal menghitung harga pakan dan harga telur. Memahami perilaku ayam juga merupakan bagian penting dari manajemen kandang. Satu ekor ayam yang terlambat ditangani bisa memicu kerugian yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal.

Address

Jalan Belimbing No. 1114, RT 01/RW 05, Maos Lor, Maos
Cilacap Regency
53272

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sentra Ayam Petelur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category