09/01/2018
Apa sih makanan organik itu?
Jaman sekarang ini banyak sekali makanan-makanan yang mengandung bahan kimia seperti bahan pewarna, bahan pengawet, dan bahan perasa seperti MSG. Belum lagi tambahan dari antibiotik untuk ternak serta pestisida untuk tumbuh-tumbuhan. Semuanya ini mungkin sekali dua kali makan masih tidak apa-apa, tapi kalau tiap hari dimakan selama bertahun-tahun bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan. Bayangkan saja pestisida yang seharusnya dibuat untuk membunuh hama-hama sawah termakan oleh kita sehari-hari. Oleh sebab itu, kita lebih baik memperhatikan makanan kita sehari-hari.
Makanan bisa disebut organik kalau bebas dari bahan-bahan kimia yang disebuatkan di atas. Para petani organik menggunakan bahan-bahan natural untuk pupuk dan pestisida. Mereka juga memilih bibit organik yang belum termodifikasi (non-GMO). Peternak organik tidak menggunakan hormon dan antibiotik untuk ternak-ternaknya. Dalam penyajian, koki organik menggunakan bahan-bahan natural untuk menambah rasa (seperti jamur dan nutritional yeast), pengawetan (lemon dan madu), dan pewarna (kunyit, bit, dan bayam).
Perhatian kita terhadap makanan yang kita makan sehari-hari sangatlah penting. Kalau kita bisa menggunakan bahan-bahan natural dan organik untuk menambah gizi, kenapa nggak? Banyak sekali dampak negatif terhadap kesehatan dari bahan-bahan kimia tersebut mulai dari inflamasi, keracunan toxin kronik, diabetes, penyakit jantung dan kanker.
Untuk anda yang masih belum percaya, efek jangka pendek dari memperhatikan makanan kita sehari-hari adalah untuk menambah energi. Seperti yang tertulis di atas, masalah kesehatan yang bisa ditimbulkan oleh makanan yang sudah diproses biasanya tidak langsung kelihatan oleh banyak orang karena efeknya jangka panjang atau kronik. Untuk penanganan jangka pendek, kebanyakan dari kita dianugerahi oleh badan yang mampu untuk fight (bertarung) untuk melawan racun-racun yang kita serap. Kalau kita terus memakan bahan-bahan yang tidak seharusnya kita makan, tubuh kita bertarung terus menerus dalam bentuk inflamasi dan menjadi penyebab lelah dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kalau anda bisa mendapatkan energi tambahan, kira-kira apa yang ingin anda lakukan?
Salam sehat,
Dr. IC