Sambel Cinta

Sambel Cinta Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Sambel Cinta, Food & Drink, Jakarta.

Aku datang melamar dengan motor tua dan amplop cokelat tipis. Mereka tertawa. Katanya, “Mas kawinnya cuma segitu?”Aku ik...
06/01/2026

Aku datang melamar dengan motor tua dan amplop cokelat tipis. Mereka tertawa. Katanya, “Mas kawinnya cuma segitu?”
Aku ikut tertawa.
Padahal yang mereka anggap recehan itu… saldo satu hari bungaku.
Tenang, ketawa dulu aja. Giliran aku yang nyengir belakangan.
Bab 3. (POV Raka)
Aku berdiri di teras rumah Bu Ratna sambil membetulkan kerah kemeja yang sudah kehilangan warna aslinya. Cat rumah itu masih sama—hijau terang, terlalu mencolok untuk sore yang mendung. Dari dalam, suara tawa mereka pecah seperti petasan murahan. Nyaring. Menyebalkan.
“Mas Raka?”
Suara itu datang dari samping. Lembut, tapi tegas. Alya.
“Iya,” jawabku singkat.
Dia menatap sepatuku. Bukan menghina. Lebih ke… prihatin. Dan anehnya, itu jauh lebih menohok.
“Kata Ibu, Mas lewat belakang aja. Ruang tamu lagi penuh,” ucapnya pelan, seolah takut suaranya ikut diseret tawa orang-orang di dalam.
Aku mengangguk. “Posisi cadangan emang cocoknya dari dapur.”
Alya tersenyum kecil. Senyum orang yang paham, bukan menertawakan. Kami berjalan menyusuri lorong sempit. Bau bawang goreng dan deterjen bercampur jadi satu. Rumah ini sibuk, tapi dingin.
“Mas… jangan dimasukin hati ya,” katanya tiba-tiba.
“Hari ini mereka emang lagi hobi ketawa.”
“Oh, santai,” balasku. “Aku juga lagi latihan jadi badut.”
Dia berhenti. Menatapku lurus.
“Mas bukan badut. Mas cuma lagi diuji.”
Kalimat itu sederhana. Tapi entah kenapa, dadaku seperti dipukul pelan—tepat sasaran. Di saat orang-orang sibuk menilai dari kulit, gadis ini malah bicara soal isi.
Aku menarik napas. “Makasih, Alya.”
Kami sampai di dapur. Di meja kayu tua itu, tergeletak map biru berisi berkas. Hidup seseorang, kadang cuma setipis itu.
“Ini semua yang Mas butuhin,” katanya. “Kalau Mas masih mau lanjut.”
Aku mengambil map itu. Beratnya bukan di kertas. Tapi di kepercayaan.
“Aku lanjut,” kataku mantap. “Bukan cuma soal nikah. Tapi soal buktiin.”
Alya menunduk. Jemarinya saling bertaut.
“Mas Raka… aku tahu Mas lagi di bawah. Kalau Mas mau mundur, aku—”
“Aku nggak mundur,” potongku. “Aku cuma ambil ancang-ancang.”
Pintu depan mendadak terbuka keras.
“Eh! Kalian ngapain lama-lama di dapur?” suara Bu Ratna tajam. “Alya, tamu nunggu. Jangan sibuk ngobrol sama orang yang belum jelas masa depannya!”
Aku melangkah maju setengah langkah.
“Bu,” ucapku tenang, “masa depan itu bukan dilihat dari sekarang. Tapi dari siapa yang berani bertahan.”
Hening sepersekian detik.
Cukup.
Aku pamit. Keluar lewat pintu yang sama. Motor tuaku menyala setelah dua kali engkol—setia, seperti orang-orang yang tak banyak bicara.
Di spion, kulihat mereka masih berdiri.
Menilai. Mengira.
Aku tersenyum.
Nanti juga paham.

Selamat pagi sahabat sejati
24/08/2025

Selamat pagi sahabat sejati

20/07/2025

Merayakan tahun ke-2 saya di Facebook. Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda semua. 🙏🤗🎉

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sambel Cinta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category