28/11/2023
Mencoba tuk fikirkan, ambil hikmahnya
Baca...., Pelan..., Santai..., Pasti
Seorang syeikh berjalan dengan para muridnya. Mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar dan saling berteriak.
Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya:
"Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?"
Salah satu murid menjawab:
"Karena kehilangan SABAR, makanya mereka berteriak."
"Tetapi mengapa harus berteriak kepada orang yang tepat berada di sebelah atau di hadapannya?
Bukankah pesan yang ia sampaikan bisa ia ucapkan dengan suara pelan?"
Tanya sang Syeikh menguji murid-muridnya.
Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yang mereka sepakati.
Akhirnya sang Syeikh berkata:
"Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar perkataan (isi hatinya) dapat terdengar. Semakin marah, maka akan semakin keras teriakannya. Karena jarak kedua hati tersebut semakin menjauh."
"Begitu juga sebaliknya, di saat kedua insan saling jatuh cinta." lanjut sang syeikh.
"Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara ke dua hati tersebut sangat dekat."
"Bila mereka semakin saling mencintai, apa yang terjadi?
Mereka tidak lagi bicara. Mereka hanya berbisik dan saling mendekap dalam kasih sayang. Pada akhirnya mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi ini."
Sang syeikh memandangi muridnya dan mengingatkan dengan lembut:
"Jika terjadi pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan hati kalian menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati semakin menjauh.
"BILAMANA KITA BIARKAN, PERCAYALAH SUATU HARI JARAKNYA TIDAK AKAN BISA LAGI DITEMPUH."
Masih belum jelas Monggo mampir di Warteg KABITA