27/01/2026
Denada, benarkah kamu setega itu?
Setelah lebih 2 minggu pasca kemunculan Ressa ke publik saat melaporkan Denada secara perdata ke PN Banyuwangi, Denada bungkam. Tak pernah muncul ke publik untuk klarifikasi ataupun sekedar membuat story di ig nya.
Sampai akhirnya Ressa muncul di podcast Densu bersama Ratih ibu angkatnya dan Ronald (manantu ibu Ratih).
Seperti biasa, kalau mau liat pengakuan detail dan runut, tunggulah mereka di pc Densu. Dan tanya-tanya itu akan terjawab.
Ressa lahir 24th lalu dengan drama keluarga yang tak ingin aib itu terbongkar. Jika usia Denada kini 47th, maka saat melahirkan Ressa ia berusia sekitar 23th dan belum menikah. Aib anak diluar nikah itu mencoba mereka tutupi dengan menawarkan Ressa untuk diasuh oleh orang lain. Sayangnya tidak ada yang bersedia.
Kebetulan waktu itu Putri (anak ibu Ratih) yang masih SMA, tinggal di rumah Denada. Iba melihat bayi berusia 10hari itu akan dibuang, ia mengambil bayi itu namun diancam oleh suami Emilia Contessa dengan pistol, jangan coba-coba buka suara kalau itu bayi Denada.
Putri yang masih remaja tak mungkin mengasuh bayi, kemudian Emilia menawarkan pada ibu Ratih yang merupakan istri adiknya. Ibu Ratih bersedia. Dikirimlah bayi itu dari Jkt ke SBY lewat pesawat, dan dibawa oleh nenek Denada dari SBY ke Banyuwangi dengan mobil.
Sejak itu, Ressa diasuh dan dibesarkan oleh Ibu Ratih selayaknya anak kandung sendiri, tanpa ada bantuan finansial dari pihak Denada atau Emilia.
Sesekali Denada dan Emilia pulang ke Banyuwangi karena Nenek Denada masih ada. Dalam pertemuan keluarga itu, Denada bersikap seolah tak pernah terjadi apa-apa. Walaupun Ressa kadang merasakan feeling berbeda tiap melihat Denada.
Ressa tumbuh bersama rahasia besar yang tidak diketahuinya. Sampai ia SMP mulailah teman dan orangtua temannya memberitahu. "Kamu bukan anak Bu Ratih, mama kandungmu itu Denada!"
Ressa remaja mulai curiga dan menelusuri kebenaran dalam diamnya. Sampai ia bertemu sopir yang membawanya dari SBY ke Banyuwangi yang menjadi saksi sejarah hidup Ressa. Benar, dia anak Denada!
Lama ia diam dan merasa terbuang. Kalau benar ia anak Denada, kenapa sikap Denada seperti itu? Lalu ia bertanya pada ibu Ratih, benarkah ia anak kandung Denada? Tapi mereka membantah dan tetap bersikeras kalau Ressa anak kandung mereka. Namun rahasia itu tetap terbongkar akhirnya.
Hati Ressa terluka parah saat melihat bagaimana Denada memperjuangkan Aisyah putrinya yang saat itu menderita Leukimia sejak thn 2018 sampai habis-habisan menjual segalanya demi pengobatan Aisyah di Singapura. Sementara ia yang juga anak kandung juga kenapa diakui saja tidak? Padahal sebagai kakak, ia harusnya juga bisa ikut terlibat membantu Denda mengurus Aisyah yang sakit.
Ressa pernah bertemu Denada setelah itu, tapi Denda belum tau kalau Ressa sudah tau kalau ia ibu kandungnya. Ressa pun pernah dibawa ke Jakarta untuk menjadi sopir Emilia dan di gaji 2jt/bln. Diiming-imingi akan dibelikan mobil, namun mobil yang dibelikan mobil seken yang masih harus dicicil oleh ibu Ratih.
Setelah mobil yang di DP Emil itu lunas, mobil itu dijual Emil, katanya untuk dibelikan mobil baru. Lagi-lagi mobil yang dibelikan itu ternyata harus dicicil kembali karena DP kecil. Mobil lama dijual 99jt, sementara DP mobil baru hanya 20jt, sisa uangnya dipegang Emil. Cicilannya dibebankan ke Ressa, mobil itu atas nama adik Denada. Namun Ressa tak mampu mencicil hanya dengan nge gocar. Sampai akhirnya dikejar depkolektor, Ressa kabur. Dan datanglah polisi ke rumah Bu Ratih mencari Ressa. (Cerita Ronald, Ibu Ratih dan Ressa).
Sampai disini, kekecawaan Bu Ratih makin dalam. Dan Ronald sang menantu yang merupakan suami Putri, yang mengenal Ressa sejak bayi, emosi. Dia tak mau ibu mertuanya diperlakukan seperti itu.
Apalagi saat Ibu Ratih dan Ressa datang ke Jakarta untuk meminjam KTP karena mobil atas nama adik Denada, sampai di rumah Denada, jangankan ditemui, disuruh masuk pun tidak. Mereka dibiarkan menunggu sampai 3.5jam lamanya tanpa kejelasan.
Ronald mau menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, namun sikap Denada yang menutup pintu komunikasi dengan memblokir nomor Bu Ratih membuat mereka tak ada pilihan lain selain membawa urusan ini pengadilan.
Kenapa sampai muncul tuntutan 7M? Bukan karena mereka menginginkan uangnya, tapi dalam tuntutan perdata harus ada nominalnya untuk pengakuan hukum. Bahkan Hotman Paris sempat mengomentari kasus ini, kalau masalah seperti ini malah bisa dituntut dengan nominal yang lebih besar.
Saat ditanya Densu, "Bagaimana jika Denada mau mengakui kamu anaknya, tapi dia tidak mau bersamamu?"
"Tidak apa-apa, saya hanya butuh pengakuan ibu, kalau saya anak kandungnya. Akhirnya mimpi saya terwujud, saya bisa bertemu dan saling tau kami ibu dan anak."
Mereka menuntut pengakuan dan permintaan maaf Denada. Harusnya bisa diselesaikan dengan baik, namun diamnya Denada dan hanya menyerahkan masalah ini ke lawyer seolah ini bukanlah hal penting untuk diurusnya.
Padahal, jika benar semua ini harusnya Denada bersikap lebih bijak. Muncul dan mengaku saja. Itu kesalahan masa lalu yang tak bisa lagi diperbaiki, bersedia minta maaf, test DNA, dan mengakui kalau benar Ressa anaknya.
Kalau tidak benar, tuntut atas pencemaran nama baik. Jangan diam dan membuat spekulasi makin liar.
Masih ingat kasus Mario Teguh? Ario Kiswinar yang sempat muncul meminta pengakuan sebagai anak kandung MT namun dibantah MT. Tapi hasil test DNA menyatakan 100% persen mereka ayah dan anak. MT pun didepak dari acara TV yg digawanginya dan tak terdengar lagi sampai sekarang.
Untuk Ressa, kamu anak baik, semoga hidupmu kedepan lebih baik, diakui atau tanpa diakui ibu kandungmu. Tunggulah hasil test DNA (itupun kalau Denada bersedia), biarlah publik yang menilai dan Allah yang akan membalasnya kelak.