BPSI Lingkungan Pertanian

BPSI Lingkungan Pertanian Balai Perakitan dan Pengujian Lingkungan Pertanian (BRMP Lingkungan Pertanian) Balai Perakitan dan Pengujian Lingkungan Pertanian

Kementan Kawal Rehabilitasi Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera Barat Rilis Kementan, 19 Mei 2026Nomor: B- 366/HM.1...
19/05/2026

Kementan Kawal Rehabilitasi Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera Barat

Rilis Kementan, 19 Mei 2026
Nomor: B- 366/HM.160/7/05/2026

JAKARTA — Kementerian Pertanian melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat terus mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan melalui pengawalan program, koordinasi lintas sektor, serta pendampingan teknis guna mempercepat pemulihan sektor pertanian dan menjaga keberlanjutan produksi pangan di wilayah terdampak.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total lahan sawah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat mencapai 6.451 hektare yang tersebar di 14 kabupaten dan kota. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada lahan kategori rusak ringan dan sedang agar petani dapat segera kembali berproduksi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa rehabilitasi sektor pertanian pascabencana merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu petani bangkit kembali. Menurutnya, pemerintah pusat menanggung biaya rehabilitasi lahan, perbaikan irigasi, hingga bantuan sarana produksi pertanian agar proses pemulihan dapat berjalan cepat.

“Sawah yang rusak itu diperbaiki sendiri oleh pemiliknya, tetapi biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat. Jadi saudara kita punya pendapatan, sementara benih dibantu gratis, pengolahan tanah, perbaikan irigasi semuanya dibantu pusat,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry menyampaikan bahwa sesuai arahan Menteri Pertanian, BRMP di daerah memiliki tugas mengawal seluruh program Kementerian Pertanian, termasuk penanganan sektor pertanian pascabencana.

“BRMP hadir untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan cepat, tepat sasaran, dan berbasis penerapan teknologi pertanian sesuai kondisi spesifik lokasi di daerah terdampak. Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik lahan, tetapi juga memastikan pendampingan kepada petani berjalan optimal agar produktivitas pertanian dapat kembali meningkat secara berkelanjutan,” ujar Fadjry, Senin (18/5) di Jakarta.

Dalam upaya mempercepat pemulihan pertanian pascabencana, BRMP Sumatera Barat melaksanakan pengawalan rehabilitasi lahan secara terpadu bersama pemerintah daerah, penyuluh lapangan, kelompok tani, serta Direktorat Teknis Kementerian Pertanian. Pendampingan dilakukan mulai dari identifikasi lahan hingga pelaksanaan rehabilitasi agar lahan kembali produktif dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Kegiatan rehabilitasi meliputi pembersihan lahan terdampak, pengambilan sampel tanah untuk penyusunan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi, pengolahan lahan, penataan drainase dan irigasi, serta pendampingan budidaya kepada petani. BRMP Sumatera Barat juga melakukan pengawasan teknis guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah terdampak.

Pengambilan sampel tanah dilakukan di sejumlah lokasi sawah terdampak bencana. Kegiatan tersebut bertujuan mengetahui perubahan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah akibat banjir dan endapan material sehingga dapat disusun rekomendasi pemulihan lahan secara tepat.

Kepala BRMP Sumatera Barat, Salwati mengatakan hasil pengujian laboratorium menjadi dasar penyusunan langkah pemulihan lahan, termasuk rekomendasi pemupukan, perbaikan struktur tanah, dan penanganan potensi cemaran.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pemulihan lahan pertanian dapat berlangsung lebih cepat sehingga produktivitas sawah masyarakat dapat kembali optimal dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” ujar Salwati.

Hingga saat ini, sekitar 2.100 hektare lahan di Sumatera Barat telah berhasil memasuki tahap pertanaman kembali sebagai bagian dari pelaksanaan rehabilitasi lahan terdampak bencana. Varietas yang digunakan dipilih berdasarkan kesesuaian agroekosistem serta kemampuan adaptasinya terhadap kondisi lahan pascabencana.

Selain itu, BRMP Sumatera Barat turut aktif dalam pelaksanaan ground breaking rehabilitasi sawah terdampak bencana sebagai bagian dari percepatan pemulihan sektor pertanian di Sumatera Barat. “Hingga saat ini, rehabilitasi telah memasuki tahap konstruksi pada lahan seluas 3.049,89 hektare yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Upaya ini diharapkan mampu memulihkan fungsi lahan dan mengembalikan aktivitas usaha tani masyarakat secara optimal.” tambah Salwati.

Untuk mendukung proses rehabilitasi, berbagai bantuan telah disalurkan kepada kelompok tani dan masyarakat terdampak berupa benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, sarana produksi pertanian, serta dukungan teknis lainnya sesuai kebutuhan lapangan. BRMP Sumatera Barat turut melakukan pendampingan dan pengawalan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran.

Pelaksanaan rehabilitasi lahan ini mendapat dukungan positif dari masyarakat dan pemerintah daerah. Selain melalui pendampingan lapangan, BRMP Sumatera Barat juga memperkuat koordinasi lintas instansi serta penyusunan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) agar pelaksanaan rehabilitasi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ke depan, Kementan melalui BRMP Sumatera Barat akan terus melakukan pengawalan dan pendampingan agar lahan yang direhabilitasi dapat kembali produktif secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, perguruan tinggi, TNI, dan kelompok tani juga terus diperkuat guna mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana di Sumatera Barat.

Selamat Memperingati Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026Kearsipan bukan sekadar penyimpanan dokumen, tetapi bagian penting d...
18/05/2026

Selamat Memperingati Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026

Kearsipan bukan sekadar penyimpanan dokumen, tetapi bagian penting dalam menjaga informasi, mendukung tata kelola pemerintahan, serta mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan akuntabel.

Melalui tema:
“Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”

Mari bersama membangun budaya arsip yang tertib, modern, dan adaptif di era digital guna mendukung birokrasi yang profesional dan berintegritas.

Bogor, 11-13 Mei 2026 - Pertemuan ke-30 Expert Working Group on Maximum Residue Limits (EWG-MRLs) ASEAN diselenggarakan ...
14/05/2026

Bogor, 11-13 Mei 2026 - Pertemuan ke-30 Expert Working Group on Maximum Residue Limits (EWG-MRLs) ASEAN diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh negara anggota ASEAN (ASEAN Member States/AMS), yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Timor Leste secara luring, sementara Filipina, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam mengikuti secara daring.

Rangkaian kegiatan diawali dengan engagement session bersama mitra dialog EWG-MRLs yang dihadiri oleh Sekretariat ASEAN, negara anggota ASEAN, USDA, CABI, serta mitra lainnya. Pertemuan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Husnain. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan komitmen Indonesia dalam mendukung harmonisasi Batas Maksimum Residu Pestisida melalui pendekatan ilmiah, penguatan kapasitas laboratorium, serta peningkatan kerja sama dan pertukaran pengetahuan antarnegara ASEAN.

Agenda pertemuan meliputi pembahasan dan pertimbangan harmonisasi Batas Maksimum Residu Pestisida yang disampaikan oleh Malaysia dan Thailand, identifikasi pestisida tambahan untuk harmonisasi, perkembangan adopsi Batas Maksimum Residu Pestisida ASEAN sebagai Batas Maksimum Residu Pestisida nasional, serta peninjauan dan pembaruan kerangka kerja penetapan Batas Maksimum Residu Pestisida dan prosedur terkait. Seluruh rangkaian diskusi dipimpin oleh Ma Choon Kwong selaku Project Coordinator CABI.

Selain agenda utama, peserta juga mengikuti kegiatan field trip ke Kebun Raya Bogor dan Museum Tanah dan Pertanian sebagai bagian dari pengenalan sumber daya dan penguatan kerja sama di bidang pertanian dan lingkungan.

Pertemuan EWG-MRLs bertujuan untuk memperkuat kerja sama regional dalam harmonisasi standar Batas Maksimum Residu Pestisida di ASEAN, mendukung perdagangan regional dan internasional, meningkatkan pertukaran data ilmiah, memperkuat kapasitas teknis negara anggota, serta mendukung perlindungan kesehatan konsumen dan keamanan pangan di kawasan ASEAN.

Keluarga besar BRMP Lingkungan Pertanian mengucapkan Selamat Memperingati Kenaikan Yesus Kristus.Kenaikan Yesus Kristus ...
13/05/2026

Keluarga besar BRMP Lingkungan Pertanian mengucapkan Selamat Memperingati Kenaikan Yesus Kristus.

Kenaikan Yesus Kristus menjadi pengingat akan harapan, kasih, dan janji keselamatan bagi umat manusia. Semoga damai dan sukacita selalu menyertai setiap langkah kehidupan kita.

Indonesia siap masuk pasar karbon global!Melalui skema SRUK (Sistem Registri Unit Karbon), Indonesia membuka jalan bagi ...
13/05/2026

Indonesia siap masuk pasar karbon global!
Melalui skema SRUK (Sistem Registri Unit Karbon), Indonesia membuka jalan bagi kredit karbon nasional untuk diperdagangkan secara internasional dengan tetap transparan, terverifikasi, dan sesuai standar global.

Dari pencatatan di dalam negeri hingga transaksi lintas negara, setiap unit karbon dikelola dengan sistem yang memastikan tidak ada double counting dan tetap berkontribusi pada target NDC Indonesia.
Ini bukan sekadar perdagangan, tapi kolaborasi global untuk menekan emisi sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi negara dan pelaku usaha.
Dengan SRUK, Indonesia tidak hanya berpartisipasi, api juga mengambil peran strategis dalam ekonomi karbon dunia.

Melalui skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sesuai Perpres No. 110 Tahun 2025, Indonesia mendorong aksi nyata: menekan emis...
12/05/2026

Melalui skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sesuai Perpres No. 110 Tahun 2025, Indonesia mendorong aksi nyata: menekan emisi, membuka peluang investasi hijau, dan mempercepat pembangunan berkelanjutan.
Dari sawah hingga sektor industri, setiap upaya pengurangan emisi kini bisa dihitung, diverifikasi, dan diperdagangkan. Artinya, menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban, tapi juga peluang ekonomi.
Kini, setiap upaya penurunan emisi gas rumah kaca bisa menjadi peluang baik melalui insentif, investasi, maupun perdagangan karbon. Sistem ini dirancang transparan, terukur, dan akuntabel untuk mendorong aksi iklim yang nyata di berbagai sektor.

Bukan sekadar regulasi, NEK adalah jembatan antara kepentingan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.

Korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat masa depan. Mari bangun lingkungan kerja yang bersih, trans...
11/05/2026

Korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat masa depan. Mari bangun lingkungan kerja yang bersih, transparan, dan penuh integritas untuk Indonesia yang lebih baik.

Modernisasi pertanian bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan untuk menjawab tantangan peningkatan produksi dan keterbatasa...
08/05/2026

Modernisasi pertanian bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan untuk menjawab tantangan peningkatan produksi dan keterbatasan tenaga kerja. Salah satu kuncinya adalah pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan). Alsintan dibagi menjadi dua yaitu alsintan pra tanam dan alsintan pasca tanam. Pada tahap pra tanam, alsintan seperti tractor, rotavator membantu petani menyiapkan lahan dengan lebih cepat dan efisien. Tanah menjadi lebih gembur, pekerjaan lebih ringan, dan waktu tanam bisa dilakukan tepat sesuai musim, sehingga potensi hasil dapat dimaksimalkan.

Memasuki tahap pasca tanam, peran alsintan semakin terasa. Penggunaan combine harvester, mesin perontok, hingga alat pengering membuat proses panen dan penanganan hasil menjadi lebih praktis dan minim kehilangan. Selain menjaga kualitas hasil panen, teknologi ini juga mempercepat alur distribusi ke pasar. Dengan dukungan alsintan dari awal hingga akhir, pertanian perlahan bertransformasi menjadi lebih modern, efisien, dan mampu bersaing di era saat ini.

Seminar proposal magang menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan magang agar lebih terarah dan s...
08/05/2026

Seminar proposal magang menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan magang agar lebih terarah dan sistematis. Melalui kegiatan ini, peserta memaparkan rencana kegiatan sekaligus memperoleh masukan dan evaluasi guna menyempurnakan pelaksanaan magang di lapangan maupun laboratorium.

Salah satu peserta, Retno Tri Ariyanti dari Universitas Muria Kudus, memaparkan proposal magang berjudul “Uji Efektivitas Kombinasi Biokompos dan Eko-Enzyme sebagai Substitusi Pupuk Anorganik dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) di BRMP Lingkungan Pertanian.” Penelitian ini diharapkan dapat mendukung penerapan budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Diskusi yang berlangsung juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah, komunikasi, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.

Kesehatan tanah merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. Ta...
08/05/2026

Kesehatan tanah merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. Tanah yang sehat dapat dinilai melalui berbagai indikator, meliputi sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah.

Dengan memahami indikator kesehatan tanah, petani dan pelaku pertanian dapat melakukan pengelolaan lahan secara lebih tepat dan berkelanjutan. Upaya menjaga kesehatan tanah tidak hanya meningkatkan hasil produksi tanaman, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem, efisiensi penggunaan input pertanian, serta mendukung ketahanan pangan di masa mendatang.

Mikroba penyubur tanah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah secara alami. Keberadaann...
07/05/2026

Mikroba penyubur tanah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah secara alami. Keberadaannya di dalam tanah mampu membantu proses dekomposisi bahan organik, meningkatkan ketersediaan unsur hara, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal.

Pemanfaatan mikroba penyubur tanah menjadi salah satu inovasi ramah lingkungan dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta menjaga keseimbangan ekosistem tanah. Dengan tanah yang sehat, produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Address

Jalan Raya Jakenan/Jaken KM 05
Jaken
59182

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

+6282136065354

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BPSI Lingkungan Pertanian posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to BPSI Lingkungan Pertanian:

Share

Category