09/09/2025
Sejarah bubur kacang hijau berasal dari zaman kerajaan di Nusantara, namun asal-usul pastinya diperdebatkan, antara cerita juru masak istana Majapahit yang menghangatkan prajurit dan cerita asal usul di Madura, serta perkembangan warung burjo oleh Salim Saca Santana di Kuningan pasca PD II karena sulitnya beras. Kacang hijau sendiri diperkenalkan ke Indonesia dari India dan Tiongkok melalui perdagangan, dan kemudian diolah menjadi bubur oleh masyarakat lokal.
Asal-usul dan Penyebaran Awal
Asal-usul Kerajaan:
Salah satu cerita populer menyebutkan bubur kacang hijau diciptakan oleh juru masak istana pada masa Kerajaan Majapahit untuk menghangatkan dan menyegarkan para prajurit yang kembali dari pertempuran.
Pengenalan dari Luar:
Tanaman kacang hijau sendiri diperkenalkan ke Indonesia dari India dan Tiongkok melalui jalur perdagangan.
Budaya Lokal:
Masyarakat lokal di Indonesia kemudian mengembangkan cara pengolahan kacang hijau menjadi bubur yang lezat, menggunakan bahan-bahan seperti santan, gula aren, dan daun pandan.
Perkembangan dan Variasi Daerah
Madura:
Bubur kacang hijau juga dikenal kuat di Madura, Jawa Timur, di mana hidangan ini tidak menggunakan jahe, dan santannya memiliki kekentalan khas.
Jawa:
Di Jawa, bubur kacang ijo menjadi suguhan dalam berbagai acara adat dan tradisi, seperti upacara kelahiran, pernikahan, dan khitanan.
Kuningan:
Warung bubur kacang hijau (burjo) pertama kali dipelopori oleh Salim Saca Santana di Kuningan, Jawa Barat, pada tahun 1940-an sebagai respons terhadap kesulitan ekonomi pasca Perang Dunia II di mana beras sulit didapat.
Nilai dan Manfaat
Nutrisi:
Bubur kacang hijau dikenal kaya akan serat, vitamin, asam folat, karbohidrat, dan mineral yang baik untuk tubuh.
Kekayaan Budaya:
Hidangan ini mencerminkan kekayaan sumber daya alam Indonesia dan kreativitas masyarakatnya, menjadikannya bagian penting dari kuliner nusantara yang memiliki nilai budaya dan tradisi.