Yurita rara

Yurita rara menyediakan aneka makanan dan minuman olahan atau Frozen

*🍃SEBUAH RENUNGAN🍃*     ✍️✍️🍃🌹🍃✍️✍️*🌹RENUNGAN-NASEHAT*♥️Ada yang berusaha tetap tersenyum dan terlihat baik-baik saja, m...
02/07/2023

*🍃SEBUAH RENUNGAN🍃*

✍️✍️🍃🌹🍃✍️✍️

*🌹RENUNGAN-NASEHAT*

♥️Ada yang berusaha tetap tersenyum dan terlihat baik-baik saja, meski ujian hidupnya begitu besar menimpa.

🌴Begitu juga ia tetap tenang dan tak merasa bangga meski kebahagiaan hidupnya begitu banyak ia terima.

🌿Maka salut, kepada orang yang ketika mendapat kesusahan dia mampu bersabar menyembunyikannya dan ketika bahagia dia pun tetap rendah hati tak mempublikasikannya

🪴Karena dia tahu bahwa banyak hati yang harus di jaga.

🌵Karena dia paham bahwa tidak semua orang seberuntung seperti dirinya.

☘️Karena dia mengerti bahwa setiap orang juga memiliki masalah.

🌱Sebab itulah mengapa tidak semua kebahagiaan harus kita publikasikan,
Dan tidak p**a semua kesedihan harus kita keluhkan,

🪷Karena yg demikian dapat melatih diri untuk lebih ikhlas, punya rasa malu, tidak riya, menjaga perasaan, tidak ujub, terhindar dari fitnah dan penyakit hasad atau iri hati dari orang lain.

💖Imam Syafi'i Rahimahullah, Berkata:

💞Tiga perkara yang akan menjadi perhiasan seseorang:

💕Menutupi Kemiskinan, yang karena pejagaam mu ini orang lain menyangka mu sebagai orang kaya,

🌷Menyembunyikan Kemarahan, sehingga orang lain menganggap mu sebagai orang yang selalu ridho,

💐Merahasiakan Kesulitan, Sehingga orang lain mengira mu sebagai orang yang selalu bahagia.

💟[Manaqib Asy-Syafi'i Lil Baihaqy 2/188]

🌻Semoga Allah ta'ala memberi kekuatan dan kesabaran bagi siapa saja di antara kita yg saat ini tengah menghadapi masalah dan ujian.

✍ Habibie Quotes, 08/11/21

🌹🍃🌴🌹🍃🌴🌹

KEUTAMAAN MEMBELA KEHORMATAN SAUDARAKeutamaan Membela Kehormatan SaudaraDari Abu  Ad-Darda’ radhiallahu ‘anhu dari Nabi ...
02/07/2023

KEUTAMAAN MEMBELA KEHORMATAN SAUDARA

Keutamaan Membela Kehormatan Saudara

Dari Abu Ad-Darda’ radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,

مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيْهِ بِالْغَيْبِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa yang membela kehormatan saudaranya ketika sedang tidak bersamanya, maka Allah akan menyelamatkan wajahnya dari siksa api neraka di hari kiamat kelak.”([1])

Hadits ini berisi tentang keutamaan membela saudara yang direndahkan dan dia tidak berada di tempat tersebut. Membela saudara keutamaannya akan semakin besar jika kita membelanya tidak di hadapannya, karena ini menandakan bahwa kita ikhlas di dalam membelanya, tidak untuk mengharapkan pujian darinya.

Sedangkan kebiasaan masyarakat menunjukkan orang-orang yang sedang menghadiri majelis ghibah kemudian membicarakan saudaranya, maka semuanya akan ikut tersenyum dan membicarakannya tanpa ada yang berusaha untuk membelanya. Maka dalam hadits ini, Nabi menjelaskan hal yang mesti dilakukan oleh seorang muslim. Yaitu tatkala dia mendengar saudaranya dighibahi, dia berusaha untuk membelanya. Walaupun apa yang mereka bicarakan terkait saudaranya tersebut benar adanya. Jangan lantas dia ikut nimbrung membenarkan apa yang mereka bincangkan.

Sesuatu yang sangat disayangkan, kebanyakan manusia sangat s**a yang namanya ghibah. Kalau bukan dia yang memulai majelis ghibah tersebut, minimal dia akan ikut nimbrung. Itulah mengapa acara-acara ghibah menjadi acara yang sangat laris diikuti oleh para pemirsa televisi. Karena yang namanya ghibah itu mengandung kelezatan. Berapa jam pun majelis ghibah tersebut, mereka tetap akan menikmatinya.

Maka seorang muslim berusaha untuk membela saudaranya. Barang siapa yang melakukannya maka Allah ﷻ akan membalasnya dengan menjauhkannya dari api neraka. Sebagaimana kaidah al-jaza min jinsil amal, balasan itu sesuai amal perbuatan, sebagaimana kita membela kehormatan saudara kita maka Allah ﷻ juga akan membela kita di hari di mana kita benar-benar membutuhkan pembelaan.

Footnote:

__________

([1]) HR. Tirmidzi no. 1931, beliau mengatakan bahwa hadits ini Hasan.

sumber : https://bekalislam.firanda.com/6554-keutamaan-membela-kehormatan-saudara-hadis-10.html

Via HijrahApp

بسم الله الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته💦💧💦 *ARTI SEBUAH TIADA*💧💧    ➰➰〰〰〰〰〰〰〰➰➰Sosok itu, yang kerap hanya...
02/07/2023

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

💦💧💦 *ARTI SEBUAH TIADA*💧💧

➰➰〰〰〰〰〰〰〰➰➰

Sosok itu, yang kerap hanya diam terduduk di pojok kursi seakan tak banyak arti

Namun betapa saat beliau tidak ada, tetiba semua berubah

Rumah yang sepi tak lagi dikunjungi
Mengumpulkan sanak keluarga pun tak mudah lagi

iya sosok orangtua, dan kakek nenek; yang ternyata t’lah tiada lalu sekarang kita menyesali

Seakan belum cukup bakti kita. Selain kini hanya bisa berdoa

‎ْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka (ayah ibu) berdua telah mendidik aku sewaktu kecil (QS Al-Israa’ 24)



💐🔸🔹🔹

TIDAK MENGHADIRI ACARA KEMUNGKARANKadang kita diundang dalam suatu acara baik walimahan atau acara lainnya yang asalnya ...
02/07/2023

TIDAK MENGHADIRI ACARA KEMUNGKARAN

Kadang kita diundang dalam suatu acara baik walimahan atau acara lainnya yang asalnya boleh dihadiri. Namun sayangnya, dalam acara tersebut beberapa saudara kita menambahkan acara-acara yang terdapat kemungkaran seperti musik. Apakah boleh menghadiri acara semacam itu?

Yang namanya kemungkaran adalah sesuatu yang diingkari baik secara syari’at maupun ‘urf (adat kebiasaan). Namun yang jadi patokan adalah yang diingkari oleh syari’at. Seandainya sesuatu tersebut dilarang syari’at namun dibenarkan oleh adat masyarakat, karena sebagian adat ada yang membenarkan kemungkaran, maka tetap hal tersebut dihukumi mungkar menurut syari’at Islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Kebaikan adalah akhlak yang baik. Sedangkan dosa adalah sesuatu yang meragukan dalam hatimu dan engkau tidak s**a jika dilihat oleh manusia.” (HR. Muslim no. 2553). Jadi manusia ada yang secara naluri mengingkari kemungkaran, inilah yang masih memiliki hati yang selamat.

Acara kemungkaran seperti ini tidak boleh dihadiri. Sedangkan jika ia mampu merubah kemungkaran dengan ilmu yang ia miliki dan sekaligus ia memiliki kuasa, maka menghadiri acara tersebut bisa jadi wajib. Karena ia mampu merubah kemungkaran dengan kuasanya sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ

“Siapa saja yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia ubah dengan tangannya” (HR. Muslim no. 49).

Namun jika ia tidak mampun merubah kemungkaran, maka menghadiri undangan acara semacam itu haram. Karena Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS. Al Maidah: 2).

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آَيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.” (QS. An Nisa’: 140). Karena jika seseorang duduk bersama-sama dalam acara maksiat, maka ia akan semisal dengan mereka dan akan mendapatkan hukuman serta dihukumi bermaksiat.

Penjelasan di atas kami sarikan dari penjabaran Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin mengenai syarat memenuhi undangan walimah dalam Syarhul Mumthi’, 12: 327-329.

Ibnu Taimiyah mengatakan,

وَلَا يَجُوزُ لِأَحَدِ أَنْ يَحْضُرَ مَجَالِسَ الْمُنْكَرِ بِاخْتِيَارِهِ لِغَيْرِ ضَرُورَةٍ كَمَا فِي الْحَدِيثِ أَنَّهُ قَالَ : { مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَجْلِسْ عَلَى مَائِدَةٍ يُشْرَبُ عَلَيْهَا الْخَمْرُ }

“Tidak boleh bagi seorang pun menghadiri majelis yang di dalamnya terdapat kemungkaran atas pilihannya sendiri kecuali alasan darurat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia duduk di hidangan yang dituangkan khomr.” (Majmu’ Al Fatawa, 28: 221).

Sifat ‘ibadurrahman, yaitu hamba Allah yang beriman juga tidak menghadiri acara yang di dalamnya mengandung maksiat. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

“Dan orang-orang yang tidak memberikan menghadiri az zuur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon: 72). Yang dimaksud menghadiri acara az zuur adalah acara yang mengandung maksiat.

Demikian, moga Allah beri hidayah dan keistiqomahan dalam mentaati-Nya. Wallahul muwaffiq.



@ Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 21 Jumadal Ula 1434 H

Sumber https://rumaysho.com/3277-tidak-menghadiri-acara-kemungkaran.html

Via HijrahApp

HUKUMAN BAGI KAUM LGBTPertanyaanبِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِاَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَات...
02/07/2023

HUKUMAN BAGI KAUM LGBT

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz, apa yang harus dilakukan oleh seluruh anggota keluarga jika salah satu anggota keluarganya terkena penyakit LGBT?

Dari keluarga yang tidak harmonis di mana anak tersebut tumbuh dalam suasana KDRT yang dilakukan oleh ayahnya serta poligami yang tidak jujur dan tidak adil dari segi ekonomi, perilaku kasih sayang, dsb.
Situasi sekarang ini, anak tersebut menjadi tulang punggung orang tuanya.

Mohon penjelasannya secara syar’i apa yang harus dilakukan?

Jazakumulloh khoiron katsiro.

( Dari Sahabat BiAS )

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Semoga kita semua, anda dan saya, diberikan ketabahan serta kekuatan untuk terus mendakwahkan kebaikan pada keluarga, dan menghindarkannya dari siksa api neraka.

1. Pertama yang harus kita pahami adalah besarnya dosa penyimpangan seksual atau LGBT.

Jika zina yang dilakukan dengan lawan jenis saja hukumannya rajam sampai mati, atau minimal cambuk. Suatu konsekuensi hukum yang telah kita ketahui bersama. Maka lelaki LGBT -dalam hal ini gay atau homo- lebih parah dari itu, yakni laknat dan kematian yang hina .
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، ثَلاثًا

“Alloh melaknat manusia yang melakukan perbuatan homo seperti kaum Luth, Alloh melaknat manusia yang melakukan perbuatan homo seperti kaum Luth, diulang 3 kali”.
[HR Ahmad 2915]

Adapun hukuman di dunia bagi pelaku LGBT, ada silang pendapat di kalangan para ‘ulama, namun yang jelas semuanya adalah kehinaan atau merujuk pada apa yang Alloh timpakan kepada kaum Luth.

Para sahabat telah sepakat atas hukuman mati pelaku homo, hanya berbeda pendapat tentang bagaimana cara membunuhnya:
– Ada yang mengatakan dibakar sampai mati (ini pendapat dari Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Ali bin Abi Tholib
rodhiallohu ‘anhuma).
– Ada yang mengatakan dilemparkan dari tempat yang tinggi, dan setelah terkapar jatuh tetap di rajam sebagai
bentuk kehinaan (ini pendapat dari Ibnu Abbas rodhiallohu ‘anhu).

» Pendapat kedua inilah yang paling mendekati adzab atau hukuman dunia kaum Luth.

Ibnul Qoyim menukilkan pendapat Ibnu Abbas ini dalam Al-Jawabu Al-Kaafi Liman Sa-ala ‘an Ad-Dawaa-I Asy-Syaafi,

وقال عبد الله بن عباس ان ينظر أعلا ما في القرية فيرمى اللوطى منها منكسا ثم يتبع بالحجارة وأخذ ابن عباس هذا الحد من عقوبة الله للوطية قوم لوط

Ibnu Abbas mengatakan, “Lihat tempat yang paling tinggi di kampung itu. Lalu pelaku homo dilemparkan dalam kondisi terjungkir (kepala di bawah). Lalu disusul dengan lemparan batu.”

Ibnu Abbas berpendapat demikian, karena inilah hukuman yang Allah berikan untuk pelaku homo dari kaumnya Luth. (Al-Jawabu Al-Kafi, hlm 120)

Hukuman mati ini berlaku bagi kedua belah pihak LGBT, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Abbas rodhiallohu ‘anhu,

ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

“Barang siapa mendapati orang melakukan perbuatan kaum Luth, bunuhlah subjek dan objek nya”.
[HR Tirmidzi 1456, Abu Dawud 4462, Ibnu Majah 2561]

Bahkan para ‘ulama sepakat mengatakan bahwa keburukan homo atau perilaku liwath lebih parah dibandingkan keburukan suatu pembunuhan, sebab syariat mengatur hukum qishos bagi pembunuh di atas kehendak wali (keluarga yang terbunuh). Jika dilanjutkan, maka di qishos jika dimaafkan maka dibebaskan.

Tidak demikian dalam penetapan hukuman mati bagi pelaku homo atau liwath, tak ada ampun atau belas kasih, karena begitulah yang ditetapkan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan diamalkan oleh para sahabat serta Khulafaur Rosyidin rodhiallohu’anhum.

Dengan parahnya hukuman pelaku LGBT sebagaimana dijelaskan di atas, masihkah kita menghindar dari parahnya perbuatan LGBT?
Masihkah kita menggampangkan penyimpangan seksual LGBT di tengah keluarga?
Tidakkah kita takut dengan timpaan adzab serta laknat Alloh pada keluarga kita?

2. Kedua, perlunya kita membuat skala prioritas dalam menerapkan syariat pada kehidupan keluarga kita, kewajiban dilaksanakan, dan dosa besar ditinggalkan.

» Dalam kasus ini jelas prioritasnya adalah mengembalikan anggota keluarga tersebut ke jalan yang benar, minta
dan ajak untuk bertaubat dengan taubatan nasuha . Sampaikan padanya bahwa bukti cinta pada keluarga
bukan hanya dengan memberikan nafkah, tapi juga menyelamatkan dari apa neraka dan adzab.

» Pihak keluarga pun harus kompak dalam menyadarkan kesalahannya, dan itulah bukti cinta keluarga
kepadanya. Tidak inginkah dapat berkumpul bersama keluarga hingga di akhirat kelak?
»Tidak perlu khawatir urusan rezeki, sungguh hidup pas-pasan di dunia jauh lebih nikmat dibanding tertimpa
adzab serta laknat.
» Perbesar rasa tawakkal, maksimalkan ikhtiar, dan pertebal husnudzon pada Alloh.

Bisa jadi ada hikmah besar di balik ini semua, mungkin yang sebelumnya belum maksimal dalam ikhtiar, menjadi maksimal karena tulang punggung keluarga harus menjalani masa rehabilitasi. Mungkin yang sebelumnya sang ayah acuh pada keluarganya, menjadi terketuk hatinya karena darah dagingnya bermasalah. Bahkan bisa jadi rezeki dan keharmonisan keluarga yang sebelumnya terhambat menjadi lancar karena pertaubatan anggota keluarga.

» Yang jelas, yakinlah bahwa pertolongan Alloh itu dekat kepada orang-orang yang bertaqwa.

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا

“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”. (QS Ath-Tholaq 2)

Semoga kita termasuk hamba-hambaNya yang senantiasa bertaqwa dan ditolong oleh Alloh dalam segala urusan.

Wallahu ‘Alam.
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

Baca selengkapnya: https://bimbinganislam.com/hukuman-bagi-kaum-lgbt/

Via HijrahApp

30/06/2023

🪴 *Faedah 270*

💌 *JANGAN GHULUW!*

➖➖➖➖🌺🌺🌺➖➖➖➖

💝 _Cinta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam merupakan konsekuensi dalam mencintai Allah Ta’ala._

💝 _Maka dalam mencintai dan mengagungkan beliau tidak boleh melebihi apa yang telah ditetapkan oleh Allah hingga mendorong sikap ghuluw (berlebih-lebihan dalam agama) yang akan menyebabkan kebinasaan._

📜 _Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Setiap kecintaan dan pengagungan kepada manusia hanya dibolehkan dalam rangka mengikuti kecintaan dan pengagungan kepada Allah. Seperti mencintai dan mengagungkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya ia adalah penyempurna kecintaan dan pengagungan kepada Rabb yang mengutusnya. Umat mencintai beliau karena Allah telah memuliakannya. Maka kecintaan ini adalah karena Allah sebagai konsekuensi dalam mencintai Allah.”_

➖➖➖➖➖💙➖➖➖➖➖

📚 (Buku *Menyibak Tabir Cinta*)
✒️ _Ummu Ihsan Choiriyah & Abu Ihsan Al Atsary_

30/06/2023

Haji adalah Arafah...
Arafah adalah hari perenungan.
Sebuah perenungan tentang Sang Khaliq.
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan.

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar.
Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya.
Mahsyar adalah sebuah hari yg sangat panas terik yg tidak ada penghalang atasnya.

Mahsyar adalah sebuah hari yg mana manusia sibuk memikirkan dirinya sendiri dan tidak peduli lagi dengan anak istri dan kerabatnya.
Mahsyar adalah sebuah hari yg sangat mencekam dimana manusia ditimpa resah dan ketakutan.
Mahsyar adalah hari penantian panjang tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka.

Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan.
Sebuah penyesalan atas dosa dan kedzaliman yg pernah ia lakukan.
Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan kewajiban untuk apa ia diciptakan.

Sungguh betapa dahsyatnya Mahsyar,..
Sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yg pernah ia sedekahkan.

Maka, beruntunglah mereka yg Allah beri naungan dari dahsyatnya keadaan Mahsyar.

Mereka adalah para pemimpin yg bersikap adil.
Pemuda yg tumbuh dewasa namun ia pergunakan usianya dalam ketaatan pada Allah.
Orang yg hatinya selalu terkait dengan masjid.
Dua orang yg saling mencintai di jalan Allah.
Seorang laki-laki yg menolak diajak berzina karena takut kepada Allah.
Orang yg bersedekah dengan tangan kanannya tanpa harus diketahui oleh tangan kirinya.
Orang yg berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.

Selamat beribadah di hari Arafah saudara-saudara ku...
Hari dimana Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka.
Hari dimana sebaik-baiknya waktu untuk berdoa.
Hari dimana 10 hari pertama Dzulhijjah amal sholeh lebih Allah cintai.
Maka jangan sia-siakan kesempatan berharga ini.

Semoga di sisa-sisa umur kita ini kita mampu mempergunakannya untuk melakukan amal shalih dan bertaqwa kepada Allah Subhanallahu wa ta'ala,
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan kelalaian kita,
Semoga kelak kita termasuk golongan orang-orang yg beruntung mendapatkan naunganan Allah dari dahsyatnya mahsyar,
Semoga Allah menjadikan kita seorang pemimpin yg adil, pemuda yg tumbuh dalam ketaatan, Orang yg hatinya selalu terkait dengan masjid, Orang yg saling mencintai di jalan Allah, Orang laki-laki yg menolak saat diajak berzina, Orang yg bersedekah dengan ikhlas dan berusaha menyembunyikannya.
Orang yg senantiasa menangis saat berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi.
Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita,
Dan semoga Allah mewafatkan kita dalam keadaan Husnul khotimah,

Aamiin Yaa Robbal Alamiin

✍ Habibie Quotes, 09/08/19
Ig - www.instagram.com/habibiequotes_
Tg - https://t.me/habibiequotes

43K Followers, 102 Following, 1,482 Posts - See Instagram photos and videos from Habibie Quotes ()

Address

Vila Mutiara Gading 2 Blok Y9 No 38
Jawa
17510

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yurita rara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share