25/05/2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin kegiatan tanam tebu perdana dalam rangka program bongkar ratoon serentak di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat target swasembada gula nasional yang dicanangkan pemerintah.
Dalam kegiatan itu, Bu Khofifah didampingi Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil, Direktur Utama Sinergi Gula Nusantara Mahmudi, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, serta jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jawa Timur. Sejumlah kepala daerah lain juga mengikuti kegiatan secara daring.
Beliau mengatakan program bongkar ratoon dilakukan serentak di 11 kabupaten dengan total 15 titik tanam. Kabupaten Kediri dipilih sebagai pusat kegiatan karena memiliki areal tebu terluas dibanding daerah lain.
“Hari ini kita lakukan bongkar ratoon serentak di 11 kabupaten. Yang areanya paling luas berada di Kabupaten Kediri, sehingga dipusatkan di Desa Ngletih bersama Kelompok Tani Tebu Semoga Jaya,” ujar Bu Khofifah, Sabtu, 23/5/2026.
Menurut beliau, program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperluas lahan tanam di Jawa Timur. Pemerintah pusat menargetkan pengembangan tebu nasional seluas 97.970 hektare pada 2026, dan Jawa Timur mendapat porsi terbesar yakni 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.
Bu Khofifah juga menegaskan, Jawa Timur memiliki komitmen kuat mendukung program swasembada gula nasional. Beliau menyebut provinsin Jatim saat ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional.