19/02/2026
“Saya Pernah Malu Karena Jualan…”
Dulu…
Saya pernah sembunyi kalau ada teman lama datang.
Takut ditanya,
“Sekarang kerja di mana?”
Karena jawaban saya cuma satu:
“Saya jualan…”
Dan anehnya, kata jualan dulu terasa kecil.
Seolah-olah itu pilihan terakhir orang yang “nggak jadi apa-apa”.
Padahal hari ini saya sadar…
Justru dari jualan itulah saya belajar tentang:
Ditolak tanpa alasan.
Diremehkan tanpa dosa.
Bangun pagi dengan semangat, tidur malam dengan pikiran penuh.
Dunia usaha itu bukan cuma soal uang.
Ini soal mental.
Karyawan bisa resign kalau capek.
Pengusaha?
Capek pun tetap harus berdiri.
Pernah nggak kamu:
Barang nggak laku padahal modal sudah habis?
Sudah promo mati-matian tapi cuma dapat like?
Sudah percaya orang, malah ditinggal pas lagi butuh?
Saya pernah.
Dan di titik paling sepi itu…
Saya belajar satu hal:
👉 Rezeki itu bukan soal cepat atau lambat.
👉 Tapi soal siapa yang paling tahan banting.
Banyak orang ingin hasilnya.
Sedikit yang mau prosesnya.
Orang cuma lihat: “Wah sekarang sudah punya puluhan outlet ya ?…”
Tapi mereka nggak lihat: Malam-malam yang penuh doa. Hari-hari yang penuh cemas. Dan keputusan nekat yang diambil sendirian.
Dunia usaha itu kejam.
Tapi juga adil.
Dia tidak peduli kamu lulusan mana.
Dia cuma peduli kamu berhenti atau tidak.
Kalau kamu hari ini sedang berjuang… Sedang sepi… Sedang hampir menyerah…
Saya cuma mau bilang:
Jangan berhenti.
Karena bisa jadi… Titik lelahmu hari ini, Adalah batas sebelum kamu naik level.
Dan percayalah, Orang yang pernah hampir menyerah, Biasanya justru jadi yang paling kuat.
Kalau kamu pejuang usaha, Tulis di komentar:
“Saya masih bertahan.”
Biar kita tahu,
Kita nggak sendirian.
By juragan Tahu kriting