21/08/2020
from
Mari kita maknai Muharram sebagai pergantian Tahun baru Islam semata!😊
Rasulullah dan para sahabat tidak melakukan apapun saat menyambut pergantian tahun Hijriyah, maka sepatutnya kitapun harus mengikuti apa yang Rasulullah dan para sahabat kerjakan
“Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.”
Mirisnya masih banyak penyambutan Muharram di bumbui kesyirikan yang jelas tidak pernah dilakukan Rasulullah dan para sahabat seperti yang ada di slide ke-2 diatas
Dear, sambutlah tahun baru Islam biasa-biasa saja, jauh dari suasana meriah, tidak seperti tahun baru Masehi yang disambut meriah termasuk oleh masyarakat muslim sendiri. Sebagai titik awal perkembangan Islam, seharusnya umat Islam menyambut tahun baru Islam ini dengan semarak, penuh kesadaran sambil introspeksi, merenungkan apa yang telah dilakukan dalam kurun waktu setahun yang telah berlalu
Jadi yang seharusnya kita lakukan pada 1 Muharram itu adalah:
1. Menghindari kebiasaan-kebiasaan lama, (berbau syirik) hal-hal yang tidak pada tahun yang lalu untuk tidak diulangi lagi di tahun baru ini dan tahun-tahun selanjutnya
2. Lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah, dimulai sejak tahun baru ini yang nilai pahalanya luar biasa dimata Allah ta’ala, seperti misalnya membiasakan shalat dhuha 2 raka’at, s**a sedekah kepada fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim, dll
3. Usahakan dengan niat yang ikhlas karena Allah agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin dan membawa banyak manfaat bagi keluarga maupun masyarakat muslim lainnya
Semoga, di tahun baru Islam ini kita menjadi lebih baik lagi dan lebih taat kepada Allah. Aamiin...
@ Tahun Baru Islam