PojokTani

PojokTani media informasi pertanian padi

13/03/2026
🌤️ Musim Kemarau 2026 di Indonesia Diprediksi Lebih Cepat dan Lebih KeringMenurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Ge...
07/03/2026

🌤️ Musim Kemarau 2026 di Indonesia Diprediksi Lebih Cepat dan Lebih Kering
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih cepat, berlangsung lebih lama, dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
🌊 La Niña Sudah Berakhir
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa fenomena La Niña lemah yang terjadi sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026.
Berakhirnya La Niña biasanya membuat curah hujan berkurang sehingga meningkatkan potensi musim kemarau yang lebih kering.
📅 Awal Musim Kemarau
BMKG memprediksi awal musim kemarau di Indonesia sebagai berikut:
46,5% wilayah (325 Zona Musim) → Kemarau datang lebih awal
23,7% wilayah (173 ZOM) → Kemarau sama seperti tahun sebelumnya
Perkiraan waktu mulai kemarau:
April 2026: 114 ZOM (16,3%)
Mei 2026: 144 ZOM (20,6%)
Juni 2026: 163 ZOM (23,3%)
Kemarau diprediksi dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, lalu bergerak ke arah barat hingga wilayah Indonesia lainnya.
🔥 Kondisi Kemarau 2026
64,5% wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemarau lebih kering dari normal
Puncak kemarau: diperkirakan terjadi Agustus 2026 di sekitar 61,4% wilayah
Selain itu, sekitar 58,7% wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak kemarau lebih cepat dari biasanya.
⚠️ Dampak yang Perlu Diwaspadai
Kemarau yang lebih panjang dan kering berpotensi menyebabkan:
Risiko kekeringan
Kebakaran hutan dan lahan
Gangguan pada produksi pertanian
Ketersediaan air di beberapa daerah
✅ Karena itu, pemerintah dan masyarakat biasanya mulai menyiapkan mitigasi air, irigasi pertanian, dan pencegahan karhutla.

Stok Beras RI Aman Hampir Setahun 🌾🇮🇩Di tengah gejolak geopolitik global, pemerintah memastikan ketahanan pangan nasiona...
07/03/2026

Stok Beras RI Aman Hampir Setahun 🌾🇮🇩
Di tengah gejolak geopolitik global, pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap kuat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras Indonesia per Maret 2026 mencapai 27,99 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan.
Cadangan tersebut berasal dari berbagai sumber:
• Stok Perum Bulog: 3,76 juta ton
• Stok masyarakat: 12,50 juta ton
• Padi siap panen (standing crop): 11,73 juta ton
Produksi beras nasional Januari–Mei 2026 diperkirakan mencapai 16,92 juta ton, jauh di atas kebutuhan konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan.
Pemerintah juga memperkuat produksi melalui program pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta memastikan harga pupuk turun sekitar 20% untuk mendukung semangat petani menanam.
📌 Pemerintah menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena stok pangan nasional tetap aman meski ada potensi El Niño dan dinamika geopolitik global.

Alhamdulillah 😇
07/03/2026

Alhamdulillah 😇

Saya baru saja menghubungi 3 rb pengikut! Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa An...
07/03/2026

Saya baru saja menghubungi 3 rb pengikut! Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda semua. 🙏🤗🎉

Saya baru saja menghubungi 500 pengikut! Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa And...
07/03/2026

Saya baru saja menghubungi 500 pengikut! Terima kasih atas dukungan berkelanjutan. Saya tidak mungkin berhasil tanpa Anda semua. 🙏🤗🎉

Produksi Beras RI Diprediksi Turun 🌾Badan Pusat Statistik mencatat potensi produksi beras nasional periode Februari–Apri...
07/03/2026

Produksi Beras RI Diprediksi Turun 🌾
Badan Pusat Statistik mencatat potensi produksi beras nasional periode Februari–April 2026 diperkirakan mencapai 12,23 juta ton, turun sekitar 4,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 12,74 juta ton.
Menurut Deputi BPS Ateng Hartono, penurunan ini sejalan dengan menyusutnya luas panen padi yang diprediksi menjadi 3,92 juta hektare, turun 3,87% dari tahun sebelumnya.
Salah satu penyebabnya adalah curah hujan yang masih tinggi, yang memengaruhi proses budidaya padi di berbagai daerah di Indonesia.
Meski turun, produksi beras periode Januari–April 2026 masih diperkirakan mencapai 13,98 juta ton.
💬 Menurut kamu, apakah kondisi cuaca saat ini juga memengaruhi hasil panen di daerahmu?

Ancaman Hama Bisa Turunkan Produksi Beras 2026Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan potensi serangan hama dan organis...
07/03/2026

Ancaman Hama Bisa Turunkan Produksi Beras 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan potensi serangan hama dan organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat memengaruhi luas tanam, luas panen, hingga produksi beras nasional.
Deputi BPS Ateng Hartono menyebut potensi produksi padi periode Februari–April 2026 diperkirakan 21,24 juta ton gabah kering giling (GKG), turun sekitar 4,04% dibandingkan tahun lalu.
Penurunan ini bisa dipengaruhi berbagai faktor seperti serangan hama, banjir, hingga kekeringan. Meski begitu, BPS berharap kondisi pertanaman tetap stabil agar produksi beras tidak terganggu.
Sumber: CNBC Indonesia

Ancaman El Nino Mengintai! 🌡️🌾Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi p...
07/03/2026

Ancaman El Nino Mengintai! 🌡️🌾
Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi mulai terasa pada April.
Pemerintah menyiapkan pompanisasi hingga 2 juta hektare lahan pertanian, pembangunan embung, sumur, serta bibit padi tahan kekeringan untuk menjaga produksi pangan.
Saat ini stok beras nasional mencapai 3,76 juta ton dan diperkirakan bisa naik hingga 5 juta ton dalam dua bulan ke depan.
Pemerintah memastikan stok pangan aman hingga hampir 11 bulan.
🌾 Menurut kamu, apakah langkah ini cukup untuk menghadapi musim kemarau tahun ini?

📊 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi gabah kering giling (GKG) nasional pada Januari 2026 meningkat sekitar 3...
05/03/2026

📊 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi gabah kering giling (GKG) nasional pada Januari 2026 meningkat sekitar 38,69% dibanding Januari 2025.

🔍 Detailnya:
Luas panen padi Januari 2026 mencapai 0,57 juta hektare, naik dari 0,42 juta hektare pada Januari 2025.

Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling diperkirakan 3,04 juta ton GKG, naik 38,69% dari 2,20 juta ton tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik Indonesia
Produksi beras konsumsi Januari 2026 diperkirakan 1,75 juta ton, meningkat 38,56% dibanding periode yang sama tahun lalu

📉 Namun BPS juga memperkirakan bahwa pada periode Februari–April 2026, luas panen padi bisa menurun, berpotensi berdampak pada penurunan produksi beras dan gabah di kuartal awal 2026.

Intinya: produksi gabah dan beras melonjak tajam di Januari 2026, menunjukkan awal tahun yang kuat untuk sektor pertanian, meski tantangan lanjutan masih perlu diwaspadai.

Address

Kedunggalar Ngawi
Ngawi

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PojokTani posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category