BAKSO IDOLA

BAKSO IDOLA *random
*keseharian
(1)

18th penjara + Denda 1 miliarGanti rugi 5,6 triliun (opsi penjara jadi 27th) Apa yang sudah diberikan Nadiem untuk Negar...
14/05/2026

18th penjara + Denda 1 miliar
Ganti rugi 5,6 triliun (opsi penjara jadi 27th) Apa yang sudah diberikan Nadiem untuk Negara (Buka Mata lebar-lebar, Buzzer):

1. Gojek (PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa)
2. Zalora Indonesia
3. Kartuku
4. Kurikulum Merdeka
5. Kampus Merdeka
6. GovTech Edu
7. Program 1 juta Guru PPPK
8. BOS Majemuk & Fleksibel
9. Kesejahteraan Guru dan Rapor Pendidikan
10. SIPLAh (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah)
11. Revitalisasi C***r Budaya dan Museum
12. Dana Abadi Kebudayaan

Keren Banget..Rombongan LCC SMAN 1 Pontianak resmi bertolak ke Jakarta bersama tim Wapres Gibran Rakabuming Raka. Di ant...
14/05/2026

Keren Banget..
Rombongan LCC SMAN 1 Pontianak resmi bertolak ke Jakarta bersama tim Wapres Gibran Rakabuming Raka. Di antara mereka, ada Josepha Alexandra (Ocha) yang sempat v1r4l karena aksi k3b3r4n14nny4 menyuarakan k3jujur4n saat lomba. Menariknya, Ocha mendapat kesempatan istimewa untuk berada dalam satu p3n3rb4ng4n dan duduk berdekatan dengan Ibu Selvi Ananda. Perjalanan ini menjadi apresiasi nyata bagi s3m4ng4t juang para siswa.

Mungkin bagi sebagian orang ini adalah musibah , tapi bagi ibu yang mengadopsi, ini adalah titipan berharga yang dikirim...
14/05/2026

Mungkin bagi sebagian orang ini adalah musibah , tapi bagi ibu yang mengadopsi, ini adalah titipan berharga yang dikirim langsung melalui perantara yang tak terduga, menjadi wanita tangguh bukan hanya soal kuat mencari nafkah,, tapi soal seberapa besar kasih sayang yang bisa kita berikan untuk nyawa yang tak berdosa.🥹

Mari kita doakan semoga Dede bayi sehat kelak jadi anak sholeh, dan ibu yang mengadopsinya diberikan kelancaran rezeki serta keberkahan hidup. Allah tidak akan membiarkan tangan yg menolong kesusahan hambanya dlm keadaan kosong 🤲🤲

13/05/2026

Masak ceker sebanyak itu apa habis ya habislah secara aku kan gak makan sendiri pasti aku bagiin ke adek ku

Nama Josepha “Ocha” Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak, mendadak jadi pembicaraan hangat. Bukan hanya karena kecerdasanny...
13/05/2026

Nama Josepha “Ocha” Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak, mendadak jadi pembicaraan hangat. Bukan hanya karena kecerdasannya, tapi karena nyalinya yang luar biasa saat berdiri di Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026.

Kronologi yang Mengusik Rasa Keadilan
Dalam satu sesi yang menentukan, Ocha memberikan jawaban yang sebenarnya tepat. Namun, hal aneh terjadi:
Jawaban Ocha dianggap s4l4h dan poinnya dikurangi 5.
Sementara itu, peserta lain yang memberikan jawaban serupa justru dianggap b3n4r dan dihadiahi 10 poin.

Merasa ada yang tidak beres, Ocha tidak tinggal diam. Ia memilih untuk bersuara. Namun, ia justru menghadapi tembok besar: juri laki-laki yang menjawab dengan nada 0t0r1t3r, juri perempuan yang beralasan soal artikulasi, hingga MC yang langsung memihak keputusan juri. Padahal, bagi siapa pun yang menyimak, jawaban Ocha sudah sangat jelas.

Lebih dari Sekadar Angka
Di tengah tekanan panggung dan tatapan penonton, Ocha menunjukkan mental baja. Ia tidak memilih "aman" dengan cara diam. Ia berdiri teguh mempertahankan apa yang ia yakini benar. Meski seolah dipojokkan dan d1p3rm4luk4n oleh sistem di atas panggung, publik justru melihat hal yang berbeda.

Di media sosial, dukungan mengalir deras. Ocha tidak kalah; ia justru menang dalam hal yang paling hakiki: integritas.

Pesan untuk Kita Semua
Kejadian ini mengingatkan kita bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang memegang mikrofon paling kencang atau siapa yang punya jabatan paling tinggi. Kebenaran tetaplah kebenaran, meski hanya disuarakan oleh satu orang siswa di atas panggung besar.

Terima kasih, Ocha.
Keberanianmu adalah pengingat penting bagi kita semua. Teruslah bersuara meski suaramu terdengar kecil atau tidak populer. Bagi mereka yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, ukuran kebenaran bukanlah pada tepuk tangan manusia atau k3ku4s44n, melainkan pada kejujuran, kasih, dan keadilan.

Jangan pernah lelah berpihak pada yang benar, sekalipun kamu harus berdiri sendirian.

Permintaan maaf dari MC Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan...
13/05/2026

Permintaan maaf dari MC Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan pada tanggal 09 Mei 2026.

Dari sosial media resmi nya, Shindy Lutfiana, selaku MC tersebut meminta maaf dengan setulus hati.

Bagaimana netizen yang baik hati dan budiman, apakah MC nya sudah kalian maafkan? Harusnya sih jangan meminta maaf yah, mungkin cuma perasaan mc nya aja, hahaha... Kira kira permintaan maaf nya mbak Shindy Lutfiana artikulasi nya sudah benar belum gess ?

Netijen :
Biasa ngemsi kondangan malah ngemsi cerdas cermat, pantesan gak cerd4s apalagi cerm44t🙂

“ANDAIKAN Jawaban Ocha Tidak Disalahkan Juri, SMAN 1 Pontianak Sudah Jadi Juara 1?”SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak sa...
13/05/2026

“ANDAIKAN Jawaban Ocha Tidak Disalahkan Juri, SMAN 1 Pontianak Sudah Jadi Juara 1?”
SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak sama-sama berisi anak-anak hebat. Mereka belajar keras, membawa nama sekolah, menjaga harapan guru, dan bertanding dengan kemampuan terbaik mereka. Karena itu, situasi ini seharusnya tidak berubah menjadi ajang saling membenci antar siswa.

Publik saat ini memang ramai menyoroti keputusan dewan juri setelah video viral memperlihatkan jawaban peserta SMAN 1 Pontianak yang dianggap salah karena alasan “artikulasi,” sementara jawaban dengan substansi serupa dari tim lain justru dinyatakan benar.

Dari situlah masyarakat mulai menghitung ulang hasil akhir perlombaan.

SMAN 1 Sambas ditetapkan sebagai Juara 1 dengan total 90 poin.
Sedangkan SMAN 1 Pontianak berada di posisi kedua dengan 70 poin.

Namun publik menilai, jika jawaban SMAN 1 Pontianak tidak dikurangi poin dan justru diberikan nilai sebagaimana mestinya karena dianggap benar, maka total nilai mereka seharusnya menjadi 85 poin.

Sementara itu, jika jawaban dengan substansi serupa dinilai secara konsisten kepada semua peserta, maka poin akhir SMAN 1 Sambas diperkirakan berada di angka 80 poin.

Dan dari sinilah muncul keyakinan besar di tengah masyarakat bahwa tanpa kontroversi penilaian tersebut, SMAN 1 Pontianak kemungkinan besar lah yang layak berdiri di posisi Juara 1.

Namun sekali lagi, ini bukan untuk menjatuhkan adik-adik SMAN 1 Sambas. Karena mereka tetap peserta yang telah berjuang dengan kemampuan mereka sendiri. Tidak ada siswa yang pantas dihujat atas keputusan yang berada di tangan dewan juri.

Justru di tengah situasi seperti ini, publik berharap lahir sikap besar hati dari semua pihak. Karena kemenangan sejati dalam dunia pendidikan bukan hanya soal trofi, tetapi keberanian menjunjung sportivitas dan kejujuran.

Dan apabila suatu hari adik-adik SMAN 1 Sambas dengan segala kerendahan hati berani mengatakan:

“Jika memang ada kekeliruan penilaian, maka kami menghormati bahwa SMAN 1 Pontianak layak diapresiasi atas perjuangannya.”

maka di situlah masyarakat akan melihat kebesaran jiwa yang luar biasa.

Karena mengakui sebuah kebenaran di saat keadaan sedang menguntungkan diri sendiri bukanlah hal mudah. Dibutuhkan mental ksatria, hati yang besar, dan keberanian moral yang tinggi.

Jika itu terjadi, maka SMAN 1 Sambas tidak hanya akan dikenang sebagai sekolah berprestasi. Tetapi juga sebagai sekolah yang berhasil menunjukkan nilai pendidikan yang sesungguhnya: rendah hati, jujur, dan menghormati keadilan.

Dan untuk SMAN 1 Pontianak, tetaplah menjaga sikap santun seperti yang selama ini diperlihatkan. Dukungan masyarakat hadir bukan semata karena soal poin, tetapi karena publik melihat keberanian, ketenangan, dan perjuangan kalian dalam mempertahankan apa yang diyakini benar.

Pada akhirnya, publik mungkin akan lupa angka di papan skor.
Tetapi masyarakat akan selalu ingat siapa yang memilih jujur saat situasi sulit, siapa yang tetap rendah hati saat dipuji, dan siapa yang tetap menjaga martabat pendidikan di tengah kontroversi.

Karena dunia pendidikan tidak hanya membutuhkan anak-anak pintar.
Tetapi juga generasi yang berani memihak pada kebenaran.

TERUPDATE. SMAN 1 PONTIANAK PERTANYAKAN PENILAIAN JURI DI LCC 4 PILAR YANG VIRAL DI MEDIA SOSIAL“Pak… tadi jawaban kami ...
12/05/2026

TERUPDATE. SMAN 1 PONTIANAK PERTANYAKAN PENILAIAN JURI DI LCC 4 PILAR YANG VIRAL DI MEDIA SOSIAL

“Pak… tadi jawaban kami sama.”

Kalimat itu langsung membuat suasana lomba mendadak berubah hening.

Awalnya acara Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 berjalan seperti biasa. Semua peserta terlihat fokus menjawab pertanyaan demi pertanyaan di atas panggung.

Sampai akhirnya moderator membacakan satu pertanyaan tentang anggota BPK.

“Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota, namun untuk menjadi anggota BPK keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?”

Bel langsung ditekan oleh Regu C.

Peserta dari Regu C kemudian menjawab cepat,

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”

Namun beberapa detik kemudian, dewan juri justru memberikan nilai minus lima.

Kesempatan lalu diberikan ke regu lain.

Tak lama, Regu B menekan bel dan memberikan jawaban:

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”

Kali ini, juri memberikan nilai penuh.

Di situlah suasana mulai berubah.

Peserta Regu C terlihat kebingungan. Salah satu dari mereka kemudian mencoba meminta penjelasan.

“Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B,” ucapnya.

Bahkan penonton terdengar ikut bersuara mengatakan bahwa mereka mendengar jawaban Regu C menyebut DPD.

Namun pihak juri tetap pada keputusan awal.

Menurut dewan juri, persoalannya ada pada artikulasi jawaban yang dianggap kurang jelas terdengar saat penilaian berlangsung.

Moderator acara kemudian mencoba menenangkan suasana dan meminta seluruh peserta menerima keputusan yang sudah ditetapkan.

Banyak orang ikut memutar ulang videonya untuk memastikan apakah jawaban kedua regu memang benar-benar sama atau ada bagian yang terlewat.

Ada yang membela peserta, ada juga yang memahami posisi juri yang harus mengambil keputusan cepat di atas panggung.

Sampai sekarang, potongan video itu masih ramai diperbincangkan di media sosial.

Ada yang merasa jawaban Regu C sebenarnya sudah benar, ada juga yang menilai keputusan juri merupakan bagian dari aturan perlombaan yang berlaku saat itu.

Perbedaan penilaian inilah yang akhirnya memunculkan banyak pendapat dari publik dan membuat momen tersebut terus menjadi pembahasan.

Sumber: Diolah dari tayangan LCC 4 Pilar MPR RI 2026 dan video yang beredar di media sosial.




Kamaruddin simanjuntak, sos0k pengacara yang berani dalam memperjuangkan keadilan, yang kini di duga dapat penyakit kiri...
12/05/2026

Kamaruddin simanjuntak, sos0k pengacara yang berani dalam memperjuangkan keadilan, yang kini di duga dapat penyakit kirim4n.

Siapa yang tidak kenal beliau seorang pengacara kondang yang dengan keberaniannya membela kebenaran memberi keadilan Bagi korb4n. Beliau dengan gagahnya berdiri di depan ketika Ada yg mengalami ketidakadilan.

Sekarang keadaannya Sungguh jauh berbeda dari sebelumnya, kurus dan tidak dapat berbuat apa.
Sakitnya tidak dapat di deteksi oleh dokter,, dan banyak yg bilang sakitnya sakit non medis atau pekerjaan 1blis.🙈
Astagfirullahalazim 🙈

Perbedaan pendidikan Anak maiaa Estianty dan Mulan Jameela 👇❗Netizen 🗣️:Mulan Jameela lebih sukses mendidik anak2nya😱❗
12/05/2026

Perbedaan pendidikan Anak maiaa Estianty dan Mulan Jameela 👇❗
Netizen 🗣️:Mulan Jameela lebih sukses mendidik anak2nya😱❗

Astaghfirullah 🥺🥺Innalilahi wa innailaihi rojiun Sebuah kasus tragis pembuangan bayi yang melibatkan pasangan pelajar SM...
12/05/2026

Astaghfirullah 🥺🥺
Innalilahi wa innailaihi rojiun

Sebuah kasus tragis pembuangan bayi yang melibatkan pasangan pelajar SMA terjadi di Kabupaten Buleleng, Bali, tepatnya di Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, pada Sabtu (9/5/2026) sore. Jasad bayi perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan—tidak utuh akibat dimakan anjing di dekat Pura Surelepang.

1. Kronologi Penemuan Jasad Bayi

Waktu dan Lokasi: Jasad bayi ditemukan pada Sabtu, 9 Mei 2026, sekitar pukul 17.30 Wita di sebelah selatan Pura Surelepang, Desa Sangsit.

Saksi: Seorang siswa kelas VI SD berinisial Putu Mahendra (Putu Mahendra Putra) yang sedang bermain layang-layang melihat seekor anjing mengendus-endus tanah.

Kondisi Tragis: Saat didekati, saksi melihat jasad bayi yang sudah tidak utuh. Kaki kiri hilang dan bagian leher tidak lengkap, diduga kuat diseret dan dimakan anjing.

Temuan Awal: Bayi tersebut sempat dikubur oleh pelaku, namun anjing liar menggalinya kembali.

2. Identitas Pelaku Terungkap

Aparat Polsek Sawan segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua remaja berstatus pelajar SMA yang diduga sebagai orang tua bayi tersebut:

Pelaku Ibu: Luh MP (17 tahun), siswi kelas XI SMA, warga setempat.

Pelaku Ayah: Kadek AP (17 tahun), siswa kelas XI SMA.

3. Fakta Pengakuan Pelaku

Lahir di Kamar Mandi: Berdasarkan pengakuan Luh MP, ia melahirkan bayi perempuan tersebut sendirian di kamar mandi rumahnya pada Jumat, 8 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 Wita.

Melahirkan Bayi Meninggal: Pelaku mengaku bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Dikubur Diam-diam: Karena panik dan takut, Luh MP kemudian menguburkan jasad bayinya secara diam-diam di lokasi penemuan (dekat pura).

Kekasih: Kedua pelaku diketahui berpacaran dan masih di bawah umur.

4. Tindak Lanjut Kepolisian

Penyidikan: Kasus ini telah dilimpahkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Buleleng.

Proses Hukum: Pihak kepolisian memastikan proses hukum tetap berjalan meskipun kedua pelaku masih di bawah umur dan belum ditahan.

Kasus ini menyita perhatian publik karena kondisi jasad bayi yang mengenaskan dan pelaku yang masih di bawah umur.

Address

Pekanbaru
28294

Opening Hours

Monday 17:00 - 22:00
Tuesday 16:00 - 22:05
Wednesday 16:00 - 22:05
Thursday 16:00 - 22:05
Friday 16:00 - 22:05
Saturday 16:00 - 22:05
Sunday 16:00 - 22:05

Telephone

6282174234313

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BAKSO IDOLA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category