Sepiring Kue

Sepiring Kue Kue-kue modern non-terigu dan tanpa gluten (gluten-free) dengan sentuhan lokal, di antaranya tepung singkong (mocaf).

* Sepiring Kue aktif di Instagram untuk info dan sebagainya ().

* Pemesanan berbasis pra-pesan (pre-order) -- pesan dulu, baru kue dibuat.

* Jadwal PO dan pengantaran kue biasanya setiap Senin - Sabtu (jadwal bisa berubah dan akan diberitahu melalui Instagram story).

* Untuk memudahkan pencatatan, mohon lakukan pemesanan melalui nomor WhatsApp (089524883167).

Gluten-maniaSeperti yang sedari dulu saya ceritakan, sebagai penyuka kue-kue dan rerotian, saya masih belum bisa lepas t...
01/07/2021

Gluten-mania

Seperti yang sedari dulu saya ceritakan, sebagai penyuka kue-kue dan rerotian, saya masih belum bisa lepas total dari , atau dalam hal ini dari .

Alhamdulillah (sepertinya) saya tidak punya masalah kesehatan seputar , walau kadang muncul sindroma-sindroma tertentu yang (biasanya) muncul setelah (mungkin) kebanyakan makan makanan yang mengandung gluten. Tapi diagnosis oleh diri sendiri tidak berarti akurat, ya.

Yang paling terasa itu pernah satu kali saya merasa 'mabuk terigu' (ini istilah saya pribadi saja), setelah satu harian penuh hanya makan makanan yang berbasis tepung terigu (ini kayaknya pernah saya ceritakan di blog saya). Tidak bisa dijelaskan bagaimana rasanya kondisi kepala dan perut waktu itu.

Ngomong-ngomong, sudah beberapa bulan ini di rumah saya sudah tidak ada menyetok tepung terigu lagi (ada sih, sisa seuprit yang mungkin tidak sampai 20 gram -- dan belum saya cek apakah tepungnya masih bagus atau tidak). 'Trik' ini saya dapatkan dari pakar , Mbak Ade Sri Ishak.

Jadi adanya tepung apa, d**g? Ya, ( ). Sesekali ada tepung beras juga. Intinya yang berasal dari . Kalau mau makan yang serbaterigu, bagaimana? Karena mayoritas makanan yang dijual di pasaran adalah makanan berbahan terigu, ya tinggal beli. Tapi kalau pas mau bebikinan sendiri, ya sebisa mungkin (dan 'mau tidak mau) memanfaatkan tepung lokal yang tersedia di rumah.

Ada yang sudah mencoba cara seperti itu juga di rumahnya demi (hampir) terjadi keseimbangan antara pemakaian tepung impor bergluten dengan tepung lokal non-gluten? Atau ada yang baru berminat/berniat mencoba?

28/12/2020

Find a Man Who Looks at You the Way this Boy Looks at Brownies Lapis Cheesecake Sepiring Kue

Itu takarir (caption) yang saya tulis waktu hampir sepekan lalu memposting ulang video di bawah ini untuk Instagram Story .

Secara pribadi, saya menganggap ini adalah 'hadiah penutup tahun' yang manis bagi usaha kue saya -- bagaimana saya bisa melihat ekspresi senang dari seorang anak terhadap salah satu karya saya, bahkan saat baru membuka kotak kuenya saja. 😄

Cerita di balik video ini pun bagi saya sama manisnya: Kue Brownies Lapis Cheesecake ini dipesankan oleh sang tante khusus untuk keponakannya, si anak laki-laki dalam video, yang katanya sebelumnya pernah mencoba dan s**a sekali dengan kue tersebut (awww... my heart).

Terima kasih banyak untuk apresiasinya. 💕

Sumber video:
Instagram sang ibunda https://www.instagram.com/p/CJM1FpXLz9f/?igshid=1kxwo4e9pn3sn

Terima kasih untuk semua yang sudah menjadi bagian dari perjalanan Sepiring Kue selama tahun 2020 😊
22/12/2020

Terima kasih untuk semua yang sudah menjadi bagian dari perjalanan Sepiring Kue selama tahun 2020 😊

Tentang Gula PalemYang di sebelah   di foto ini adalah   yang saya gunakan untuk membuat lapisan   nya.Jujur, sampai sek...
02/12/2020

Tentang Gula Palem

Yang di sebelah di foto ini adalah yang saya gunakan untuk membuat lapisan nya.

Jujur, sampai sekarang saya masih belum paham cara membedakan yang mana atau yang terbuat dari aren dan mana yang terbuat dari kelapa ( ) hanya dengan melihat bentuk gulanya.

Juga masih belum mengerti bagaimana cara melihat apakah gula palem tersebut murni tanpa tambahan gula pasir atau tidak. Semuanya hanya bermodalkan membaca keterangan yang terdapat di kemasan gulanya saja. Mungkin ada yang tahu caranya?

Dulu, saya membuat brownies dengan menggunakan 100% gula palem. Selain karena indeks glikemiknya terbilang lebih rendah dari gula pasir, gula ini pun dalam proses pembuatannya cenderung tidak memiliki titik kritis kehalalan (tolong koreksi saya kalau informasinya salah, ya). Plus, gula yang rasanya 'karamel banget' ini cocok dipadukan dengan cokelat (atau kadang dengan kopi).

Tapi sayangnya karena gula palem tidak semanis gula pasir, penggunaannya dalam satu adonan tetap saja harus agak banyak hingga mencapai kadar manis tipis yang diinginkan.

Dan sayangnya juga, brownies dengan 100% gula palem membuat tekstur brownies agak "chewy". Ditambah lagi ketemu dengan yang bisa berkontribusi membuat adonan sedikit "chewy" juga, rasanya kurang sreg buat saya.

Akhirnya sekarang dicampur 50:50 gula palem dengan gula pasir. Dalam satu lapisan brownies saja (kalau lapisan nya harus full gula pasir, ya), total masing-masing jenis gula hanya 15 gram. Kenapa sedikit? Karena cokelat compound yang digunakan sudah mengandung gula juga.

Ada yang menyukai gula palem juga?

50.000 KataSetelah satu bulan yang penuh dengan 'rutinitas' memaksa diri sendiri untuk menulis SETIAP hari, alhamdulilla...
30/11/2020

50.000 Kata

Setelah satu bulan yang penuh dengan 'rutinitas' memaksa diri sendiri untuk menulis SETIAP hari, alhamdulillah, akhirnya di 29 November kemarin kesampaian juga mencapai target menulis 50.000 kata untuk memenuhi syarat sebagai pemenang .

Dan inilah saya. Catatan: Ini bukan kue buatan saya (walaupun selalu pengin banget bisa punya skill untuk bikin kue secantik dan seenak ini).

Bahkan sejak sebelum November tiba, saya sudah berjanji pada diri sendiri bahwa kalau tahun ini berhasil jadi , saya akan menghadiahi diri sendiri dengan sebuah kue cantik seperti ini yang dibeli di .

Kenapa harus banget belinya di Kaisar? Karena cerita dalam (draft pertama) saya terinspirasi dari sebuah toko kue bernama Vitasari. Di toko kue tersebut untuk pertama kalinya saya mencicipi seiris kue lapis Surabaya ternikmat seumur hidup.

Sayangnya toko kue itu tidak lama kemudian tutup. Nah, konon, kata mendiang ayah saya, Kaisar Bakery adalah 'lanjutan' dari Vitasari. Saya tidak tahu infonya valid atau justru rumor belaka, karena sewaktu menelusuri mesin pencarian, sebuah situs dengan hosting gratisan jadul (angelfire.com) menempatkan Kaisar dan Vitasari di satu daftar yang sama (lihat gambar kedua).

Sementara sependek ingatan masa kecil saya, Kaisar baru ada beberapa lama setelah Vitasari tidak ada lagi. Tapi namanya juga ingatan masa kecil ya, belum tentu sahih.

Adakah yang ingat dengan toko kue Vitasari? Ada yang pernah mencoba/membeli kue di sana?

Nggak cuma ngasih nama calon anak yang (kadang) susah dan bikin bingung. Ngasih nama kue buat jualan juga bisa bikin sus...
26/11/2020

Nggak cuma ngasih nama calon anak yang (kadang) susah dan bikin bingung. Ngasih nama kue buat jualan juga bisa bikin susah dan bingung.

Seperti gabungan dua kue ini, Brownies Lapis Cheesecake (kiri) dan Cheesecake ala Basque (kanan), dengan pasrah waktu itu dikasih nama Paket Kombo. Sampai sekarang saya masih merasa nama tersebut sungguh tidak kreatif. 😅

Yah, namanya juga usaha, ya. 😁

Yang jarang kepikiran buat ditengok: bagian bawah kue. Atau, dalam hal ini, bagian bawah Brownies Lapis Cheesecake.Setia...
25/11/2020

Yang jarang kepikiran buat ditengok: bagian bawah kue. Atau, dalam hal ini, bagian bawah Brownies Lapis Cheesecake.

Setiap mindahin kue ini dari loyang ke cooling rack lalu ke alas kue untuk kotak kuenya (iya, perjalanannya cukup panjang), posisinya harus dimiringkan untuk melepas kertas roti yang menempel di kue sehingga bagian dasar kue terlihat.

Tapi ya baru kali ini kepikiran untuk memperlihatkan sisi terbawahnya ini ke khalayak umum. Cieee, khalayak umum. 😁

💪
15/11/2020

💪

Slow and steady wins the race. 🐢

Sudah ke Instagram ?Di sana ada cerita-cerita di balik dapur Sepiring Kue, ada cerita soal kue-kue lain selain kue-kueny...
15/11/2020

Sudah ke Instagram ?

Di sana ada cerita-cerita di balik dapur Sepiring Kue, ada cerita soal kue-kue lain selain kue-kuenya Sepiring Kue, juga ada kumpulan komentar mereka yang pernah mencoba kue-kue Sepiring Kue.

Klik https://www.instagram.com/sepiringkue

[Postingan silang dari Instagram  https://www.instagram.com/sepiringkue]Untung atau Rugi?Dua atau tiga tahunan yang lalu...
12/11/2020

[Postingan silang dari Instagram https://www.instagram.com/sepiringkue]

Untung atau Rugi?

Dua atau tiga tahunan yang lalu, pernah seorang pelanggan yang tinggalnya jauh (masih dalam provinsi, tapi biasanya beliau pakai pesawat pergi-pulangnya), setelah berkali-kali pesan Brownies Lapis Cheesecake Sepiring Kue, mengutarakan keinginannya untuk mencoba bikin sendiri kue tersebut.

Setelah saya berikan resepnya (resep yang dulu dengan yang sekarang agak berbeda, karena yang sekarang sudah di-improve begitu, ceritanya), pas ke Pontianak beliau belanja bahan-bahannya (minus tepung mocaf yang waktu itu rada susah carinya) dan pulang kembali ke daerahnya tinggal.

Beberapa waktu kemudian, beliau laporan ke saya, bahwa setelah berbelanja bahan-bahan untuk membuat kuenya, beliau jadi bertanya-tanya, apa saya tidak rugi menjual kue dengan harga sekian (harga yang dulu beda dengan harga yang sekarang), padahal harga bahan-bahannya saja sudah lumayan.

Nah, jadi, sebenarnya saya untung atau rugi? Dibilang untung, ya lumayan lah. Dibilang rugi, hmm, nggak terlalu juga, sih. Kadang pun tergantung fluktuasi harga beberapa bahan tertentu atau tergantung beli atau dapat bahannya di toko yang mana.

Sebagai gambaran kecil saja, dari harga bahan yang termahal ya, yaitu cream cheese. Berhubung agak sulit mendapatkan stok merk langganan saya, saya harus membeli merk lain yang kualitasnya serupa dan harganya lebih-kurang lah.

Untuk Brownies Lapis Cheesecake, hanya cream cheese-nya saja, modalnya hampir 30 ribu rupiah. Sedangkan untuk Cheesecake ala Basque (Basque burnt cheesecake), modal cream cheese-nya saja hampir 50 ribu rupiah.

Untung? Ya harus diusahakan ada lah, walau nggak sampai segepok jumlahnya. Kalau nggak mencari untung, ya buat apa juga jualan, mendingan bikin organisasi nirlaba. 😁

1.000 FollowersSetelah berjalan pelan tanpa banyak manuver, seperti siput, selama lebih dari 6 tahun, akhirnya pekan lal...
10/11/2020

1.000 Followers

Setelah berjalan pelan tanpa banyak manuver, seperti siput, selama lebih dari 6 tahun, akhirnya pekan lalu sampai juga pengikut Instagram di angka 1.000 (terima kasih banyak!).

Lama? Banget.

Penting? Yah, penting gak penting. *sok cool* 😎

Walaupun hidup kita dan hidup sebuah bisnis tidak bisa didefinisikan dari jumlah pengikut di media sosial, namun harus diakui bahwa orang lain pasti ada juga lah melihat angka pengikut untuk dijadikan pertimbangan, apakah bisnis ini betulan, apakah dapat dipercaya, dan sebagainya.

Sebagai apresiasi sederhana, hari ini, pengikut ke-1.000 sudah menerima kejutan hadiah sekotak Paket Kombo dari Sepiring Kue yang terdiri dari 4 potong Brownies Lapis Cheesecake dan 4 iris Cheesecake ala Basque. Semoga s**a, ya 😊

[Postingan silang dari IG ]Pengumuman Penting NovemberSebelumnya, terima kasih banyak untuk semua yang telah mendukung u...
31/10/2020

[Postingan silang dari IG ]

Pengumuman Penting November

Sebelumnya, terima kasih banyak untuk semua yang telah mendukung usaha super kecil-kecilan Sepiring Kue melalui minatnya dan pesanan kuenya. Juga untuk semua yang sudah turut membantu 'mendatangkan' para peminat baru, baik melalui IG maupun FB. Saya sungguh terharu dan bahagia.

Sekarang, ke pengumumannya. Jadi, seperti di tahun kemarin, di tahun ini pun November akan menjadi bulan yang lumayan "hectic" bagi saya. Kenapa? Bagi yang pernah membaca blog Sepiring Kue (www.sepiringkue.com), mungkin masih ingat apa yang saya lakukan di November tahun lalu?

Ya, November 2019 menjadi tahun pertama saya mengikuti ajang menulis (bila bingung, silakan baca blog di atas atau kunjungi www.nanowrimo.org). Dan tahun ini saya berpartisipasi kembali. Yang artinya, sepanjang November ini, saya akan dan ingin dan harus meluangkan waktu ekstra untuk menulis demi meraih target 50.000 kata dalam sebulan.

Juga yang artinya:
• Selama November, saya hanya akan menerima pesanan untuk hari Selasa s/d Jumat [tadinya mau Senin juga, tapi berubah pikiran]
• Jadwal pengantaran hanya pagi hari, ya.
• Slot pemesanan akan dirampingkan.

Memang penting banget ya, ikut NaNoWriMo sampai urusan jualan dikurangi (padahal nggak bakalan dapat 'apa-apa' juga dari ikutan "event" menulis tersebut)?

Kalau ditanya begitu, saya cuma bisa bilang bahwa kadar pentingnya sama seperti boneka/bantal/mainan/selimut kesayangan seorang anak kecil yang kalau ada membuat dia sumringah, tapi begitu ketinggalan/tercecer/hilang dia akan sedih, padahal (sebenarnya) kalau benda itu tidak ada pun tak masalah. Jadi ya sifatnya murni personal.

Terima kasih banyak bagi yang bersedia memaklumi, ya. Wish me luck 😊

Address

Pontianak
78391

Opening Hours

Monday 10:00 - 16:00
Tuesday 10:00 - 16:00
Wednesday 10:00 - 16:00
Thursday 10:00 - 16:00
Friday 10:00 - 16:00
Saturday 10:00 - 16:00

Telephone

+6289524883167

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sepiring Kue posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sepiring Kue:

Share

Category