12/12/2019
ILUSI ILMU
Tenang, ini bukan sulap karena ada kata ilusinya. Hehehe ….
Biasakan baca sampe selesai. Supaya nggak tersesat. Ntar disangka ilmu pelet lagi. Hehehe
Kalo melihat perkembangan per-Facebook-an, Alhamdulillah (setidaknya teman-teman FB saya) banyak yang posting tentang hal-hal positif.
Dari mulai cerita yang inspiratif, nulis tentang hal-hal baik, dan lainnya. Alhamdulillah bersyukur bangeettt.
Namun, hati-hati. Jangan sampai kita kena penyakit ILUSI ILMU. "Maksudnya, kang?"
Coba cek ayat ini:
"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash Shaff: 2-3)
Ngajak orang lain untuk menjadi baik, tapi kita lupa untuk memperbaiki diri sendiri. Seenggaknya ada dua hal yang bisa kita pelajari dari ayat di atas. Pertama mengajak. Ini memang kewajiban kita untuk mengajak orang berbuat baik. Sudah betul. Nulis hal-hal baik itu ngajak orang lain untuk berbuat baik.
Posting di Facebook tentang hal-hal baik. Ngasih komen yang baik-baik. Share tulisan-tulisan yang baik.Tapi juga jangan lupa ada kewajiban lain. Apa itu? Nah ini yang keduanya, ngajak kebaikan UNTUK DIRI SENDIRI. It means, lakukan apa yang kita ajarkan ke orang lain.
• Ngajak nulis buku, tapi sendirinya naskah nggak selesai-selesai.
• Ngajak salat dhuha dan nulis keutamaannya, tapi sendirinya nggak dhuha.
• Ngajak bersedekah dan nulis tentang keutamaan sedekah, tapi jarang bersedekah.
Ini ilmu tanpa amal namanya. Salah kah? Saya nggak bisa bilang itu salah. Karena bisa jadi di mata Allah apa yang dibagikan berupa tulisan kebaikan adalah amalan. Hal yang berbeda. Ngajarin ilmu dan ngamalin ilmu.
Mungkin lebih tepatnya KURANG SEMPURNA. Tulisan yang kita bagikan di media sosial itu ILMU. Sementara mengaplikasikan ilmu tersebut adalah AMAL nya. Jadi kalau mau sempurna ILMU dan AMAL ini berbarengan kita jalankan.
• Nggak mudah, tapi bisa.
• Nggak ringan tapi perlahan akan terbiasa.
Kenapa harus kita lakukan itu? Ya karena memang itu yang terbaik. Ayat di atas adalah ayat Allah, perkataan Allah. Karena kita hamba-Nya, sebisa mungkin . Wis jangan bantah. Allah yang minta, kita yang ikut. Ngono!
Allah selalu ngasih yang terbaik. Ngajak kebaikan, lalu kita melakukan kebaikan itu, nggak ada sisi kurang baiknya.
• Ngajak dhuha dan kita lakukan dhuha.
• Ngajak nulis dan kita juga nulis.
• Ngajak tahajud dan kita juga tahajud.
• Ngajak jujur dan kita berusaha untuk selalu jujur
• Ngajak sedekah dan kita juga sedekah.
Coba sisi mana yang kurang baiknya? Nggak ada bosss! Baik semua! Jadi kalau kita bisa lakukan dua-duanya, kenapa cuma satu saja yang kita lakukan?