Sasak Integrity Watch

Sasak Integrity Watch Akun ini adalah akun resmi DPN Sasak Integrity Watch (SIW)

Versi Halal Bihalal.Bertemu Sosok dan Tokoh Kharismatik Dr. HM. Sukiman Azmy yang merupakan Panutan bagi Re Generasi men...
26/03/2026

Versi Halal Bihalal.
Bertemu Sosok dan Tokoh Kharismatik Dr. HM. Sukiman Azmy yang merupakan Panutan bagi Re Generasi mendatang. Bunk Sham Muhrim

Jika Laporan Polisi Tidak DiprosesApabila Laporan Polisi (LP) yang telah diajukan tidak menunjukkan perkembangan atau ti...
15/03/2026

Jika Laporan Polisi Tidak Diproses

Apabila Laporan Polisi (LP) yang telah diajukan tidak menunjukkan perkembangan atau tidak diproses oleh penyidik, maka pelapor memiliki beberapa langkah yang dapat ditempuh:

1. Meminta Penjelasan kepada Penyidik
Pelapor berhak menanyakan perkembangan perkara kepada penyidik yang menangani laporan tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan meminta informasi terkait status penanganan perkara.

2. Menghadap Atasan Penyidik
Jika tidak ada kejelasan dari penyidik, pelapor dapat menemui Kanit Reskrim, Kasat Reskrim atau Kapolsek / Kapolres. Tujuannya untuk meminta evaluasi terhadap penanganan laporan tersebut.

3. Mengajukan Pengaduan ke Bagian Pengawasan, Jika tetap tidak ada progres, pelapor dapat mengajukan pengaduan ke: Propam (Profesi dan Pengamanan) Polri dan Siwas (Seksi Pengawasan). Pengaduan ini dilakukan apabila terdapat dugaan penyidik tidak profesional atau lalai dalam menangani laporan.

4. Mengajukan Pengaduan ke Lembaga Eksternal, Selain Propam, pelapor juga dapat melapor ke: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Ombudsman Republik Indonesia. Jika terdapat dugaan maladministrasi atau penyalahgunaan wewenang.

5. Mengajukan Gugatan Pra Peradilan
Jika perkara dihentikan atau tidak ditindaklanjuti tanpa alasan hukum yang jelas, pelapor dapat mengajukan pra peradilan di pengadilan negeri untuk menguji sah atau tidaknya tindakan penyidik.

Catatan Penting :
Menurut Peraturan Kepolisian tentang Manajemen Penyidikan, setiap laporan polisi harus melalui tahapan:
1. Penyelidikan
2. Gelar perkara
3. Penetapan tersangka atau penghentian perkara (SP3)

Sehingga pelapor berhak mengetahui perkembangan perkara melalui SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan).

Viral! Bupati Nias Utara Sujud di Depan Pejabat PusatSebuah video yang bikin haru sekaligus geregetan viral di media sos...
08/03/2026

Viral! Bupati Nias Utara Sujud di Depan Pejabat Pusat

Sebuah video yang bikin haru sekaligus geregetan viral di media sosial. Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, terekam bersujud di hadapan para pejabat pusat dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan daerah tertinggal di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Rabu (25/2/2026) .

Bukan karena kalah debat atau minta jabatan. Ia sujud memohon perhatian pemerintah pusat untuk 30 kabupaten tertinggal (daerah 3T) yang selama puluhan tahun masih bergulat dengan kemiskinan dan keterbatasan infrastruktur.

---

"Kami Capek Miskin, Pak!"

Dalam sambutannya, Amizaro yang ditunjuk sebagai koordinator 30 kabupaten tertinggal, melontarkan kalimat yang bikin ruangan hening dan netizen banjir air mata:

"Pak Menteri, Pak Gubernur, dan Bapak-Ibu semuanya, kami ini sudah capek miskin. Capek miskin kami."

Kalimat itu seperti tamparan keras bagi kita semua. Bayangkan, seorang kepala daerah sampai harus mengatakan hal tersebut di forum resmi. Bukan karena drama, tapi karena fakta pahit yang tak terbantahkan.

Amizaru kemudian membandingkan kondisi Nias Utara dengan daerah maju di Jawa. Perbandingannya bikin miris:

"Kalau kepala daerah yang ada di Jawa ini (berbicara) bagaimana pengembangan AI (Artificial Intelligence), mal, jalan tol, dan lain sebagainya, kami masih berbicara mengenai rumah tidak layak huni, masih berbicara mengenai listrik, internet. Inilah beda kami, Pak."

Ia menegaskan, setelah 80 tahun Indonesia merdeka, masyarakatnya masih harus berjuang untuk mendapatkan akses listrik yang memadai.

"Kemerdekaan Indonesia 80 tahun, sesungguhnya tidak akan bicara listrik. Jengkol (daerah) kami ini masih berjuang bagaimana ada listrik," bebernya .

Bayangin aja di era Jakarta sibuk ngomongin Artificial Intelligence dan mobil listrik, di Nias Utara warga masih bergelut dengan kegelapan malam.

Di tengah penyampaiannya, Amizaro tiba-tiba bersujud di samping podium. Bukan karena jatuh, tapi sebagai bentuk penghambaan dan permohonan tulus agar daerah tertinggal mendapat perhatian serius.

"Sehingga kami, Pak, mohon. Ya. Kami sudah capek miskin. Kami mewakili kawan-kawan daerah 3T," ujarnya sambil masih dalam posisi sujud .

Para pejabat yang hadir tampak tertegun, ada yang bertepuk tangan, ada yang diam saja (bingung), ada yang senyum senyum terpaksa, mungkin ada yang merasa tersindir, mungkin ada yang terwakili...entahlah.

Tak hanya memohon perhatian untuk 30 daerah 3T, Amizaro juga meminta akses bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya sebagai bupati merasa tidak ada apa-apanya, dengan cara apa saya bertarung? Tidak ada. Sehingga di hari yang berbahagia ini saya mohon, sesungguhnya kemerdekaan itu untuk kami di mana? Termasuk kami mohon akses kami kepada Bapak Presiden Republik Indonesia," pungkasnya .

Ia ingin menyampaikan langsung kondisi riil rakyatnya kepada pemimpin tertinggi. Bukan karena tidak percaya pada menteri, tapi karena ia ingin memastikan bahwa suara rakyat kecil benar-benar sampai ke puncak kekuasaan.

Amizaro Waruwu mungkin bukan bupati dengan gaya mewah atau pidato bombastis. Tapi ia telah melakukan sesuatu yang lebih berarti merendahkan diri demi rakyatnya. Sebuah sujud yang bukan karena takut, tapi karena cinta.

Ia mengingatkan kita semua bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Masih ada saudara-saudara kita di timur yang bergelut dengan kegelapan, sementara kita di barat sibuk dengan gemerlap teknologi.

Semoga sujud Amizaru tidak sia-sia. Semoga ada tindakan nyata, bukan sekadar janji. Dan semoga suatu hari nanti, anak-cucu di Nias Utara bisa tidur nyenyak dengan lampu menyala, tanpa harus mendengar keluhan "capek miskin" dari orang tua mereka.

Merdeka!

Tapi sungguhkah kita semua telah merdeka?

13/02/2026

Setelah 6 tahun mengabdi sebagai guru di salah satu sekolah swasta di Palembang, Djiki Yuinggirs, pemuda asal Soe, Nusa Tenggara Timur, kini telah menyelesaikan studi magisternya di Boston University, Amerika Serikat melalui beasiswa LPDP.

Meski sempat mendaftar LPDP tanpa Letter of Acceptance (LoA) karena kendala waktu pengumuman, 3 hari setelah submit aplikasi, ia justru mendapat kabar bahagia diterima di 3 kampus top sekaligus, yaitu University of Pennsylvania, Boston University, dan Vanderbilt University.

Baca di: https://edukasi.kompas.com/read/2026/02/11/080600071/kisah-djiki-guru-sd-di-ntt-yang-taklukkan-3-kampus-top-amerika-serikat

~WR

Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rowiyanto, sudah dua bulan tak tampak batang hidungnya. Se...
11/02/2026

Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rowiyanto, sudah dua bulan tak tampak batang hidungnya. Sejak Jumat siang, 5 Desember 2025, ia dikabarkan menghilang tanpa pesan, tanpa kabar.

Padahal sehari sebelumnya, Kamis (4/12/2025), ia masih duduk bersama warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan jajaran Forkopimcam dalam sebuah pertemuan penting: menolak rencana penambangan tanah uruk untuk proyek jalan tol Jogja–Bawen.

Khairul Hamzah, Humas Paguyuban Gema Pelita Sambeng, mengingat betul suasana pertemuan itu. “Beliau bahkan menandatangani surat pernyataan penolakan, berjanji akanmendampingi warga,” ujarnya.

Namun selepas itu, Rowiyanto seolah lenyap ditelan bumi. WhatsApp hanya centang satu, rumahnya pernah didatangi, tapi kosong. Sejak 5 Desember, tak ada lagi kabar.

SELENGKAPNYA: https://jogja.tribunnews.com/tribun-kedu/1208049/pak-kades-hilang-setelah-pertemuan-tolak-rencana-penambangan-tanah-uruk-tol-jogjabawen

06/02/2026

Ungkapan Maulana Rumi ini mengajarkan pelajaran tentang cinta, kehilangan, dan tempat bersandar yang sejati. Allah terkadang menjadikan orang yang paling kita cintai sebagai jalan ujian, bukan untuk menyakiti semata, tetapi untuk menyadarkan hati tentang batas manusia dan keabadian kasih-Nya.

Cinta kepada manusia sering membuat hati bergantung sepenuhnya. Saat harapan tidak terpenuhi, janji dilanggar, atau seseorang pergi, luka terasa begitu dalam. Namun melalui kekecewaan itu, Allah mengingatkan bahwa manusia bersifat berubah, terbatas, dan bisa mengecewakan, sebaik apa pun niatnya. Ketergantungan penuh kepada makhluk pada akhirnya akan melelahkan jiwa.

Ujian ini bukan untuk mematikan rasa cinta, melainkan menata ulang arah cinta. Ketika sandaran utama dipindahkan dari manusia kepada Allah, hati menjadi lebih kuat dan tenang. Kita tetap bisa mencintai sesama, tetapi tanpa menggantungkan kebahagiaan dan keselamatan jiwa sepenuhnya kepada mereka.

Pesan Rumi ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah pergi, bahkan ketika manusia datang dan pergi silih berganti. Dalam kehilangan, kegagalan, dan kekecewaan, justru kehadiran Allah menjadi paling nyata. Dari situlah hati belajar bahwa cinta sejati adalah cinta yang tidak meninggalkan dan itu hanya milik Allah. Wallahu 'Alam

Diuraikan oleh:

Follow:



Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) melal...
05/02/2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) melalui skema under-invoicing yang dilakukan sejumlah pengusaha. Praktik ini diduga menyebabkan kebocoran penerimaan negara selama bertahun-tahun. Modus yang digunakan adalah mengekspor CPO ke negara tujuan seperti Amerika Serikat, namun transaksi dilaporkan seolah hanya sampai negara transit, seperti Singapura. Nilai ekspor yang dilaporkan ke Indonesia pun jauh lebih rendah dari harga sebenarnya di negara tujuan akhir.

Menurut Purbaya, indikasi manipulasi terdeteksi setelah Kementerian Keuangan memanfaatkan sistem digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mencocokkan data lintas negara. Dari hasil penelusuran awal, sekitar 10 perusahaan besar diperiksa dan ditemukan adanya manipulasi nilai ekspor secara signifikan. Pemerintah kini tengah mendalami apakah data transaksi negara tujuan dapat dijadikan alat bukti di pengadilan. Purbaya menegaskan, bukti awal sudah cukup kuat dan penindakan akan diprioritaskan di sektor sawit, demi menutup celah kebocoran pajak dan bea cukai.

Naskah dan Desain: Asep Suherman

06/01/2026

Address

Lombok Timur
Selong
83672

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sasak Integrity Watch posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category