Sibolga.TransformasiNews

Directions

Sibolga.TransformasiNews Sibolga.TransformasiNews

Wali Kota Sibolga Buka Muscab Kwarcab Gerakan Pramuka 2026, Dorong Penguatan Karakter Generasi MudaSibolga.TransformasiN...
30/09/2026

Wali Kota Sibolga Buka Muscab Kwarcab Gerakan Pramuka 2026, Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda

Sibolga.TransformasiNews – Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sibolga Tahun 2026 di Aula Nusantara I, Kantor Wali Kota Sibolga, Rabu (30/9/2026) siang.

Muscab tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran Gerakan Pramuka Kota Sibolga untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah dan langkah strategis ke depan.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing, Sekretaris Daerah Kota Sibolga Drs. Herman Suwito, M.M., perwakilan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Utara, Wakil Ketua Kakak Amri Fahrizal Nasution, S.Sos., M.SP., Kakak Destin Warido, para Staf Ahli dan Asisten, pimpinan OPD, camat, lurah, serta jajaran pengurus Kwarcab dan Kwartir Ranting se-Kota Sibolga.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, Mars Pramuka, serta doa. Kegiatan kemudian diakhiri dengan menyanyikan Hymne Pramuka dan foto bersama.

Pemko Sibolga Tegaskan Dukungan terhadap Gerakan Pramuka

Dalam sambutannya, Wali Kota Sibolga selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Sibolga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sibolga untuk terus mendukung penguatan dan pelaksanaan kegiatan kepramukaan di daerah.

Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis sebagai wadah pendidikan nonformal dalam membentuk karakter generasi muda.

“Pemerintah Kota Sibolga sangat mendukung Gerakan Pramuka. Pramuka merupakan wadah pendidikan nonformal yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda, mulai dari tingkat dasar hingga dewasa, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kekompakan, dan karakter positif,” ujar Akhmad Syukri.

Wali Kota juga berharap Muscab dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang amanah, inklusif, serta mampu merangkul seluruh elemen Gerakan Pramuka di Kota Sibolga.

Ia mengajak jajaran kepengurusan yang nantinya terpilih untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan demi kemajuan Gerakan Pramuka.

“Semoga ketua dan jajaran pengurus yang terpilih nantinya dapat bersinergi dan bergandengan tangan untuk terus memajukan Pramuka di daerah kita,” katanya.

Usung Tema Kepemimpinan dan Pengabdian

Sebelumnya, Ketua Panitia Putma Suryadi dalam laporannya menyampaikan bahwa Muscab dilaksanakan berpedoman pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, AD/ART Gerakan Pramuka Tahun 2023, serta Surat Keputusan Kwarcab Gerakan Pramuka Sibolga Nomor 45 Tahun 2024.

Muscab tahun ini mengusung tema “Peduli Mengabdi, Amanah Memimpin, Setia Berinspirasi.”

Tema tersebut menjadi pijakan untuk membangun kesepahaman sekaligus merumuskan langkah bersama dalam memperkuat organisasi Gerakan Pramuka di Kota Sibolga.

Lebih dari sekadar forum organisasi, Muscab diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang solid dan program kerja yang berdampak nyata, terutama dalam mendukung pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kualitas generasi muda Kota Sibolga.

Dengan semangat pengabdian dan kebersamaan, Gerakan Pramuka diharapkan terus hadir sebagai salah satu kekuatan pendidikan karakter yang relevan bagi generasi muda di tengah perubahan zaman. (red/SibTN)

🎉 Facebook recognized me as a consistent post creator this week!
18/09/2026

🎉 Facebook recognized me as a consistent post creator this week!

Info orang hilang! Bagi yang mengetahui keberadaan bapak ini, harap langsung menghubungi no kontak yang tertera.
10/09/2026

Info orang hilang! Bagi yang mengetahui keberadaan bapak ini, harap langsung menghubungi no kontak yang tertera.

Wapres Gibran meninjau huntap, huntara, dan infrastruktur pascabencana di Tapteng, Sibolga, dan Tapsel, Jumat, 4 Septemb...
04/09/2026

Wapres Gibran meninjau huntap, huntara, dan infrastruktur pascabencana di Tapteng, Sibolga, dan Tapsel, Jumat, 4 September 2026 untuk memastikan pemulihan terus berjalan.

28/07/2026

Kepala BGN Sudaryono memastikan praktik permintaan jatah omprengan kepada mitra oleh Kepala SPPG tidak boleh lagi terjadi. Apabila terbukti masih dilakukan, pelaku akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Lampu di rumah kamu padam sejak pukul berapa? Berikut penjelasan dari pihak PLN UP3 Sibolga
22/05/2026

Lampu di rumah kamu padam sejak pukul berapa? Berikut penjelasan dari pihak PLN UP3 Sibolga

19/04/2026

Dari Hansip ke Linmas: Evolusi Pertahanan Sipil dan Ujian Keseriusan Negara dalam Sistem Keamanan Rakyat

Editorial TransformasiNews | Minggu, 19 April 2026

Perjalanan panjang organisasi pertahanan sipil di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari dinamika sejarah, politik, dan kebutuhan negara dalam menjaga stabilitas nasional. Dari embrio kolonial hingga transformasi menjadi Perlindungan Masyarakat (Linmas), eksistensi Hansip bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cermin bagaimana negara memaknai keterlibatan rakyat dalam sistem pertahanan.

Cikal bakal Hansip dapat ditelusuri sejak 1943, ketika pemerintah kolonial Belanda membentuk Lucht Bescherming Dienst sebagai respons terhadap ancaman serangan udara Jepang. Fungsi utamanya sederhana namun krusial: sistem peringatan dini bagi masyarakat sipil. Meski lahir dalam konteks kolonial, fondasi ini kemudian menjadi pijakan awal konsep pertahanan sipil berbasis masyarakat di Indonesia.

Memasuki era Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto, Hansip memperoleh legitimasi formal melalui Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1972. Dalam kerangka Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Hankamrata), Hansip ditempatkan sebagai komponen pendukung pertahanan yang terintegrasi dengan ABRI. Model ini menegaskan satu prinsip penting: pertahanan negara bukan semata tanggung jawab militer, tetapi juga melibatkan rakyat secara luas.

Namun, pendekatan tersebut juga tidak lepas dari kritik. Sentralisasi pembinaan oleh militer menjadikan Hansip kerap dipandang sebagai perpanjangan tangan kekuasaan, bukan sepenuhnya representasi masyarakat sipil yang independen. Di sinilah muncul dilema klasik antara keamanan dan demokrasi—sebuah isu yang terus relevan hingga kini.

Transformasi besar terjadi pada 2014 ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2014. Melalui kebijakan ini, Hansip resmi dibubarkan dan digantikan oleh Linmas (Perlindungan Masyarakat). Pergeseran nomenklatur ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan penegasan arah baru: dari pendekatan militeristik menuju pendekatan sipil yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat lokal.

Linmas ditempatkan sebagai satuan yang dibentuk di tingkat desa, dengan fungsi utama menjaga ketertiban, membantu penanggulangan bencana, serta mendukung keamanan lingkungan. Secara konseptual, ini adalah langkah maju. Negara mencoba mengembalikan peran masyarakat sebagai subjek, bukan objek, dalam sistem keamanan.

Namun, pertanyaan mendasar tetap mengemuka: sejauh mana transformasi ini benar-benar diikuti oleh penguatan kapasitas?

Di banyak daerah, Linmas masih menghadapi keterbatasan pelatihan, fasilitas, hingga kejelasan peran dalam sistem keamanan nasional. Padahal, dalam konsep besar pertahanan rakyat semesta, mereka seharusnya menjadi garda terdepan dalam situasi darurat di tingkat lokal. Tanpa dukungan nyata, Linmas berisiko menjadi simbol administratif semata—hadir dalam struktur, tetapi lemah dalam fungsi.

Negara perlu belajar dari sejarah Hansip. Keterlibatan rakyat dalam pertahanan tidak cukup hanya dengan pembentukan organisasi, tetapi harus disertai dengan pembinaan berkelanjutan, pelatihan yang relevan, serta integrasi yang jelas dengan aparat keamanan formal.

Lebih dari itu, di tengah tantangan baru seperti bencana alam, konflik sosial, hingga ancaman non-militer, peran Linmas justru semakin strategis. Mereka bukan hanya penjaga keamanan lingkungan, tetapi juga representasi ketahanan sosial masyarakat.

Editorial ini memandang bahwa transformasi dari Hansip ke Linmas adalah langkah progresif, tetapi belum selesai. Negara dituntut untuk tidak berhenti pada perubahan regulasi, melainkan memastikan bahwa setiap anggota Linmas memiliki kapasitas, legitimasi, dan dukungan yang memadai.

Jika tidak, maka semangat “pertahanan oleh rakyat” hanya akan menjadi slogan—tanpa kekuatan nyata di lapangan.

°°°
(redaksi)

Hari Jadi Kota Sibolga ke-326 Berlangsung Meriah, Perkuat Kolaborasi Antar Daerah di Sumatera UtaraTransformasiNews.ID |...
06/04/2026

Hari Jadi Kota Sibolga ke-326 Berlangsung Meriah, Perkuat Kolaborasi Antar Daerah di Sumatera Utara

TransformasiNews.ID | Sibolga — Peringatan Hari Jadi Kota Sibolga (HJS) ke-326 yang jatuh pada 2 April 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antar kepala daerah di Sumatera Utara sekaligus mendorong sinergi pembangunan lintas wilayah.

Sejumlah kepala daerah turut hadir dalam perayaan tersebut sebagai bentuk penghormatan atas undangan Pemerintah Kota Sibolga. Kehadiran para pimpinan daerah ini juga menjadi simbol komitmen dalam memperkuat kerja sama regional.

Dalam rangkaian kegiatan, para tamu undangan disambut langsung oleh Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik bersama Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumban Tobing di kawasan Jembatan Pelangi Sibolga.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat mewarnai penyambutan tersebut.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan menghadiri malam puncak perayaan HJS ke-326 yang digelar di Lapangan Simare-mare.

Ribuan masyarakat tampak antusias memadati lokasi acara untuk menyaksikan berbagai hiburan yang disuguhkan, termasuk penampilan artis nasional Jamrud yang sukses membakar semangat pengunjung.

Dalam kesempatan itu, disampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Hari Jadi Kota Sibolga yang dinilai berlangsung meriah, tertib, dan mampu menghadirkan kebersamaan di tengah masyarakat. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar daerah.

Momentum Hari Jadi Kota Sibolga ke-326 juga dinilai strategis dalam memperkuat kolaborasi antar pemerintah daerah di Sumatera Utara. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.

Ucapan selamat pun disampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Sibolga. Harapannya, di usia ke-326 ini, Sibolga semakin maju, tangguh, dan sejahtera. Kolaborasi antar daerah diyakini menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Pemerintah daerah di kawasan Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Samosir, menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dan bekerja sama demi kemajuan bersama yang berkelanjutan.

---

Penulis: Mar | Editor: Ben
Foto: Ist

---

Address

Pematangsiantar

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sibolga.TransformasiNews posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share