Sinde teun

Directions

Sinde teun terbit untuk mencari pengalaman & terbenam untuk memperbaiki masa depan, tetap semangat meskipun REALITA mengajar mu habis habisan....

09/10/2026

Imam Sanusi adalah ulama asal Tilimsan, Aljazair, yang hidup pada abad kesembilan Hijriah. Karyanya, Ummul Barahin, menj...
04/10/2026

Imam Sanusi adalah ulama asal Tilimsan, Aljazair, yang hidup pada abad kesembilan Hijriah. Karyanya, Ummul Barahin, menjadi kitab akidah yang dipelajari di banyak pesantren Indonesia hingga hari ini.

Di dalamnya, ia menyampaikan satu pandangan yang terdengar keras, iman yang hanya ikut-ikutan tanpa ditopang bukti akal tidak layak dipegang.
Alasannya sederhana. Iman yang hanya diwarisi dari lingkungan akan mudah goyah ketika diserang pertanyaan yang tidak bisa dijawab.

Karena itu, Imam Sanusi menyusun setiap sifat Allah, yang wajib, yang mustahil, dan yang mungkin, lengkap dengan dalil akalnya masing-masing, agar keyakinan berdiri di atas pemahaman, bukan sekadar hafalan.
Bagi Imam Sanusi, akal bukan musuh iman. Akal justru pintu gerbang yang mengantarkan seseorang pada keyakinan yang kokoh.

Pandangan ini membantah anggapan sebagian orang bahwa berpikir kritis tentang Tuhan berbahaya bagi iman, sekaligus membantah anggapan kaum ateis bahwa iman pasti bertentangan dengan nalar.
Lima abad kemudian, Ahmad Ataka, doktor robotika lulusan King's College London dan dosen Teknik Elektro UGM, membaca ulang kitab tersebut dalam sorotan sains modern.

Ia menunjukkan bahwa argumen-argumen Imam Sanusi masih relevan untuk menjawab tantangan ateisme baru, yang sering mengklaim sains telah membuat Tuhan tidak lagi dibutuhkan.
Mungkin sudah waktunya kita bertanya ulang, apakah iman kita lahir dari pemahaman, atau hanya kebiasaan yang belum pernah diuji.

Penjelasan lengkap dalil-dalilnya, beserta jawabannya atas nalar ateisme baru, ada dalam Logika Keimanan karya Ahmad Ataka, PhD, syarah atas Ummul Barahin Imam Sanusi.

Jangan pernah merasa hebat hanya karena mampu menjatuhkan orang lain. Sebab, di balik setiap orang yang sedang berjuang ...
04/10/2026

Jangan pernah merasa hebat hanya karena mampu menjatuhkan orang lain. Sebab, di balik setiap orang yang sedang berjuang mencari nafkah, ada keluarga yang menggantungkan harapan pada penghasilannya.

Memutus rezeki seseorang bukan sekadar menghilangkan penghasilannya, tetapi bisa jadi ikut meruntuhkan harapan orang-orang yang tidak bersalah.

Ingatlah, jabatan, kekuasaan, dan kepentingan pribadi tidak seharusnya membuat kita kehilangan rasa kemanusiaan. Jangan sampai demi keuntungan sendiri, kita tega membuat orang lain dan keluarganya menderita.

Karena sebaik-baiknya manusia bukanlah yang mampu menjatuhkan orang lain, melainkan yang tetap memiliki hati untuk menjaga kehidupan sesamanya. ❤️

Tidak ada jaminan bahwa orang lama akan selalu lebih memahami kita, begitu p**a orang baru tidak selalu membawa kebahagi...
01/10/2026

Tidak ada jaminan bahwa orang lama akan selalu lebih memahami kita, begitu p**a orang baru tidak selalu membawa kebahagiaan yang lebih baik. Pada akhirnya, yang perlu diperhatikan bukanlah seberapa lama seseorang hadir dalam hidup kita, melainkan bagaimana kehadirannya memengaruhi ketenangan dan pertumbuhan diri kita.

Pilihlah laki-laki yang tidak membuatmu terus-menerus menebak perasaannya, yang bisa diajak berbicara ketika ada masalah, dan yang tidak menjadikan hubungan sebagai sumber kecemasan setiap hari. Seseorang yang baik bukan berarti tidak pernah membuat kesalahan, tetapi ia bersedia bertanggung jawab, memperbaiki keadaan, dan tidak membiarkanmu berjuang sendirian dalam hubungan yang seharusnya dijalani berdua.

Sebab cinta bukan hanya tentang siapa yang paling lama tinggal atau siapa yang datang dengan janji paling indah. Cinta juga tentang bagaimana dua orang saling meringankan beban, memberi ruang untuk bertumbuh, dan menghadirkan rasa aman. Pada akhirnya, pilihlah seseorang yang membuat hidup terasa lebih tenang, bukan seseorang yang membuatmu kehilangan dirimu sendiri demi mempertahankannya.

Selama ini ateisme sering tampil dengan gaya yang percaya diri, seolah hanya merekalah pihak yang berpikir jernih, semen...
01/10/2026

Selama ini ateisme sering tampil dengan gaya yang percaya diri, seolah hanya merekalah pihak yang berpikir jernih, sementara orang beriman dianggap cuma bermodal keyakinan tanpa dasar.

Sayyid Munir Al-Khabbaz membalik posisi itu. Ia masuk lewat pintu yang sama dengan para ateis, yaitu sains, lalu menunjukkan bahwa argumen mereka justru berhenti tepat di titik yang paling penting.
Titik itu adalah asal-usul alam semesta. Teori Big Bang sering dipakai untuk menyingkirkan Tuhan dari percakapan, seolah ledakan besar itu terjadi begitu saja tanpa sebab.

Padahal logika paling dasar justru berkata sebaliknya, sesuatu yang benar-benar tidak ada tidak mungkin tiba-tiba meledak menjadi ada dengan sendirinya, tanpa ada yang menyalakannya.
Masuk lebih dalam ke fisika kuantum, persoalannya makin rumit untuk dijelaskan sebagai kebetulan semata. Alam semesta diatur oleh konstanta-konstanta yang presisinya nyaris mustahil terjadi secara acak.

Bergeser sedikit saja dari angka-angka itu, kehidupan tidak akan pernah ada. Ketepatan sebesar itu jauh lebih mudah dijelaskan sebagai rancangan, dibanding sebagai keberuntungan tanpa arah.
Bagian yang paling menarik justru saat penulis menyoroti langsung The God Delusion karya Richard Dawkins. Buku yang begitu populer itu ternyata banyak menyerang bentuk agama tertentu, tapi jarang benar-benar menjawab pertanyaan filosofis paling mendasar soal keberadaan.

Kritik semacam itu terasa lantang, tapi longgar di bagian akar argumennya sendiri.
Sains dan keyakinan pada Tuhan mungkin tidak pernah benar-benar bertentangan seperti yang sering digambarkan. Yang sering terjadi hanyalah, pertanyaannya belum digali sampai ke akar paling dalam.

Pembahasan lengkapnya, dari teori Big Bang sampai fisika kuantum, bisa ditemukan dalam Agama, Sains, dan Ateisme karya Sayyid Munir Al-Khabbaz.

Banyak orang tersesat bukan karena mereka tidak berakal, melainkan karena akalnya telah ditawan dan dikendalikan oleh na...
28/09/2026

Banyak orang tersesat bukan karena mereka tidak berakal, melainkan karena akalnya telah ditawan dan dikendalikan oleh nafsunya sendiri.

Ketika syahwat dan ambisi duniawi digerakkan oleh watak serigala, akal yang lemah tak lagi berfungsi sebagai pemandu, melainkan sekadar menjadi alat pembenaran.

​Di sinilah pentingnya menjaga kekuatan iman. Iman bukanlah pajangan, ia adalah benteng dan pengembala yang memastikan akal kita tetap jernih dan nafsu kita tetap terkendali.

Jangan pernah merasa kecil di hadapan manusia hanya karena mereka memiliki kekuasaan, kekayaan, atau kekuatan yang tidak...
28/09/2026

Jangan pernah merasa kecil di hadapan manusia hanya karena mereka memiliki kekuasaan, kekayaan, atau kekuatan yang tidak kamu miliki. Sebab nilai dirimu tidak ditentukan oleh seberapa tinggi kedudukan seseorang di atasmu. Selama kamu masih memiliki prinsip, harga diri, dan keyakinan kepada Allah, tidak ada alasan untuk merendahkan diri demi mendapatkan perlindungan atau pengakuan dari manusia.

Bukan berarti kita harus menolak bantuan, meremehkan orang yang berkuasa, atau merasa tidak membutuhkan siapa pun. Kita tetap manusia yang saling membutuhkan. Namun, jangan sampai kebutuhan itu membuat kita kehilangan keberanian untuk berkata benar, atau membuat kita tunduk pada sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani.

Pada akhirnya, semua manusia akan kembali ke tanah, tak peduli seberapa tinggi kedudukannya hari ini. Kekayaan akan ditinggalkan, kekuasaan akan berakhir, dan kekuatan akan melemah. Maka, hormatilah manusia tanpa mengagungkannya secara berlebihan, dan hadapilah kehidupan dengan keberanian. Sebab di atas segala sesuatu, hanya Allah tempat kita menggantungkan harapan dan ketakutan.

Jauh sebelum ilmu psikologi modern lahir, tradisi Yunani kuno meyakini bahwa sugesti kuat, hipnotis, dan peristiwa aneh ...
26/09/2026

Jauh sebelum ilmu psikologi modern lahir, tradisi Yunani kuno meyakini bahwa sugesti kuat, hipnotis, dan peristiwa aneh pada tubuh manusia adalah murni campur tangan dewa-dewa.

Sesuatu yang berada jauh di luar jangkauan akal, dan karena itu tidak pernah benar-benar dijelaskan, hanya diterima begitu saja sebagai misteri.
Namun seorang tabib sekaligus filsuf dari dunia Islam menolak berhenti di titik itu. Ia justru bertanya, bagaimana jika jiwa manusia memang memiliki kekuatan nyata untuk menembus batas tubuhnya sendiri.

Baginya, sesuatu yang tampak gaib sering kali hanya belum ditemukan penjelasannya, bukan berarti mustahil dipelajari secara ilmiah.
Ia menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada satu daya jiwa yang sangat kuat, mampu menciptakan keyakinan sedemikian dalam hingga tubuh ikut bereaksi mengikutinya.

Dari sinilah, katanya, orang bisa jatuh sakit hanya karena terus menerus percaya dirinya sakit, atau justru sembuh karena benar-benar yakin akan sembuh.
Penjelasan yang sama, katanya, berlaku ketika satu jiwa yang kuat memengaruhi tubuh orang lain, seperti pada hipnotis, atau fenomena yang selama ini disebut orang sebagai sihir.

Bukan karena ada kekuatan gaib yang turun dari langit, melainkan karena jiwa memang memiliki daya yang jauh lebih besar dari yang selama ini disadari kebanyakan orang.
Gagasan semacam ini masih mengalir dalam Ilmu Jiwa karya Ibnu Sina, disusun hampir seribu tahun lalu namun tetap terasa relevan untuk siapa saja yang penasaran dengan cara kerja pikiran dan keyakinannya sendiri.

Kalau selama ini kamu penasaran seberapa jauh jiwa bisa memengaruhi tubuh, mungkin ini saat yang tepat untuk mulai menelusurinya lebih dalam.

26/09/2026

Rahasia di Balik Pembuatan Rak Piring Higienis yang Kuat dan Estetik

26/09/2026

“Dulu lampu dibuat dengan proses seperti ini… ternyata rumit juga!”

Address

Cirebon
Sumber

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sinde teun posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share