25/12/2019
Suatu hari Ibrahim bermimpi menyembelih Ismail. Mimpi itu datang bukan hanya sekali, tetapi selama tiga malam berturut-turut. Lalu Ibrahim percaya bahwa mimpi itu merupakan pesan dari Allah.
Sebagai Nabi yang taat kepada Allah, Ibrahim berencana untuk melakukan apa yang ada di mimpinya tersebut. Namun sebelum itu, Ibrahim menanyakan pendapat Ismail tentang mimpinya tersebut. “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu?” tanya Ibrahim kepada anaknya. Lalu Ismail menjawab “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” Ismail, anak kesayangan yang diimpikan Ibrahim, harus disembelih. Namun karena ketaatan Ibrahim atas ujian yang ia terima, Allah menggantinya dengan hewan.
Setelah keduanya memantapkan niat, akhirnya segala macam persiapan untuk mengorbankan Ismail disiapkan. Ismail dan Ibrahim yang kala itu akan melakukan proses penyembelihan meminta kekuatan kepada Allah. Hingga semua persiapan selesai dan penyembilan dimulai, ternyata Allah menurunkan firman-Nya.
Dalam firman-Nya, Allah berkata bahwa ia akan memberikan balasan kepada orang yang telah berbuat baik. Ibrahim dan Ismail yang sabar dan taat kepada Allah akhirnya diberikan balasan atas perbuatan keduanya.
Allah SWT berfirman, “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar” (QS Ash-Shaffat ayat 107).