19/10/2025
Tanah asam adalah tanah dengan nilai pH di bawah 7, atau lebih spesifiknya di bawah 5,5, yang memiliki dampak negatif pada pertumbuhan tanaman. Kondisi ini terjadi akibat curah hujan tinggi, penggunaan pupuk tertentu, dekomposisi bahan organik, atau bahan induk tanah yang bersifat asam. Tanah asam dapat menyebabkan keracunan aluminium, kekurangan unsur hara penting seperti fosfor, kalsium, dan magnesium, serta rendahnya aktivitas mikroba.
Ciri-ciri tanah asam
pH rendah: Nilai pH berada di bawah 7, bahkan sering kali di bawah 5,5.
Kandungan unsur hara rendah: Terutama kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan fosfor (P) yang terikat dan tidak tersedia untuk diserap tanaman.
Terdapat unsur racun: Kandungan aluminium (Al), besi (Fe), dan tembaga (Cu) yang tinggi dapat bersifat racun bagi tanaman.
Pertumbuhan tanaman terhambat: Tanaman menjadi kerdil, daun kusam, dan mudah terserang penyakit akar.
Struktur tanah kurang baik: Tanah menjadi lengket saat basah dan keras saat kering, serta susah diolah karena tidak gembur.
Aktivitas mikroba rendah: Aktivitas bakteri pengikat nitrogen dan mikroba lain menjadi rendah.
Perubahan warna tanah: Bisa terlihat pucat, kemerahan, atau memiliki bercak kuning oranye (endapan besi atau aluminium).
Penyebab tanah asam
Curah hujan tinggi: Hujan yang tinggi dapat mencuci unsur hara dari tanah.
Penggunaan pupuk: Penggunaan pupuk pembentuk asam seperti ZA, Urea, Amonium Sulfat, dan KCl secara berlebihan dapat menurunkan pH tanah.
Dekomposisi bahan organik: Proses dekomposisi bahan organik dapat menghasilkan asam.
Bahan induk tanah: Tanah yang terbentuk dari bahan induk seperti granit cenderung lebih asam dibandingkan tanah dari batu kapur.
Drainase buruk: Air yang tergenang karena drainase yang buruk dapat menyebabkan tanah menjadi masam.
Kelebihan unsur tertentu: Kelebihan unsur aluminium (Al), besi (Fe), dan tembaga (Cu) yang sering ditemui di daerah pertambangan.
Mass Do Ell