Info Yogya

Info Yogya Info tentang kuliner ,lowongan kerja,penginapan murah,bisnis, dan berita di Yogyakarta

Berbagi info tempat wisata,kuliner.tempat penginapan,info jalan2 lowongan,bisnis yang ada di Yogyakarta

04/02/2026

🥲🥲🥲

26/01/2026

I got over 10 reactions on one of my posts last week! Thanks everyone for your support! 🎉

https://www.facebook.com/share/p/1BwJRqEkP3/
25/01/2026

https://www.facebook.com/share/p/1BwJRqEkP3/

Arsita, korban penjambretan di kawasan Jembatan Layang Janti, Sleman, mengungkap kronologi kejadian yang membuat suaminya, Hogi, kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Sleman.

Peristiwa tersebut terjadi pada 26 April 2025 pagi. Saat itu, Arsita mengambil jajanan pasar di kawasan Pasar Patuk, sementara suaminya berbelanja di wilayah Berbah.

Keduanya menggunakan kendaraan berbeda karena arah perjalanan berlawanan: Arsita mengendarai sepeda motor, sedangkan Hogi menggunakan mobil.

Secara tidak sengaja, keduanya bertemu di Jembatan Layang Janti dan melanjutkan perjalanan untuk mengantarkan jajanan pasar ke sebuah hotel di sekitar kawasan Transmart.

Namun, sebelum tiba di lokasi tujuan, Arsita menjadi korban penjambretan di sekitar area jembatan. Pelaku mendekat dari sisi kiri dan menarik tas milik Arsita hingga membuat sepeda motor yang dikendarainya oleng. Arsita kemudian berteriak meminta tolong dan memberi tahu suaminya bahwa ia dijambret.

Mendengar teriakan tersebut, Hogi yang berada tak jauh dari lokasi spontan melakukan pengejaran menggunakan mobil. Arsita menyebut, pengejaran itu dilakukan dengan tujuan agar pelaku berhenti sehingga tasnya dapat diambil kembali, mengingat di dalam tas tersebut terdapat dokumen penting.

Beberapa kali mobil Hogi mencoba memepet pelaku, namun pelaku tetap melaju. Hingga akhirnya, pelaku naik ke trotoar dengan kecepatan tinggi dan menabrak tembok di kawasan Babarsari. Akibat benturan keras, pelaku terjatuh ke jalan dalam posisi tengkurap. Arsita mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi pelaku saat itu.

Belakangan, Arsita mendapat penjelasan bahwa adanya dugaan tindakan pemepetan kendaraan oleh suaminya menjadi salah satu pertimbangan aparat penegak hukum dalam menetapkan Hogi sebagai tersangka.

Penetapan tersebut membuat Arsita dan suaminya terkejut. Ia mengaku sejak awal meyakini peristiwa itu sebagai murni kejahatan jalanan dan tidak pernah membayangkan suaminya akan terseret proses hukum.

“Yang menjadi korban penjambretan adalah saya. Saya sama sekali tidak terpikir suami saya bisa menjadi tersangka,” ujarnya.

Saat ini, Hogi dikenakan kewajiban wajib lapor dan menjalani pendampingan hukum. Arsita juga menyampaikan bahwa setelah perkara dilimpahkan ke kejaksaan, dirinya difasilitasi untuk berkomunikasi dengan keluarga pelaku penjambretan.

Dalam komunikasi tersebut, Arsita menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak pernah diinginkan oleh siapa pun. Ia menilai, seluruh pihak yang terlibat sama-sama menjadi korban dari peristiwa yang terjadi secara spontan dan di luar kendali.(*)


24/01/2026

Ada yg pernah nyobain?

24/01/2026

Beratnya hidup dan tinggal di Yogya

Selamat jalan mas Rabyies
24/12/2025

Selamat jalan mas Rabyies

Narkoba baru
23/12/2025

Narkoba baru

Bagi yg minat nonton
09/12/2025

Bagi yg minat nonton

☹️☹️🙁🙁
19/11/2025

☹️☹️🙁🙁

https://www.facebook.com/share/p/1BhJoibMpK/
17/11/2025

https://www.facebook.com/share/p/1BhJoibMpK/

Seorang perempuan membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang ia alami saat parkir di kawasan Malioboro, tepatnya dekat Gereja Pasar Sore dan area 0 KM. Curhat ini disampaikan di medsos merapinews.

Si perempuan itu menceritakan, awalnya semua berjalan biasa—ia membayar parkir, mengambil tiket, lalu pergi untuk melakukan shooting video sekitar 45 menit.

Namun saat kembali ke motor, helm miliknya hilang.

Ketika ia menanyakan ke juru parkir, alih-alih diberi penjelasan, ia dapat jawaban yang semakin bikin bingung. Tukang parkir bilang “sudah ganti shift”, dan malah ada ibu-ibu yang menyarankan ia mengambil helm motor pengunjung lain sebagai “gantinya”.

Tentu saja ia menolak—helm orang lain bukan haknya.

Karena tetap meminta tanggung jawab, kondisi malah semakin memanas. Ia sempat diarahkan lapor ke polisi, tapi sebelum berangkat, tukang parkir yang awal memungut uang parkir (si A) datang dengan kondisi diduga mabuk dan hanya menawarkan ganti rugi Rp200 ribu.

Lebih parah lagi, menurut pengakuannya, ia ditantang duel, jilbabnya sempat ditarik, dan ia didorong sambil dimaki-maki.

Beruntung ada pengunjung laki-laki lain yang membantu. Dari informasi yang ia terima, helmnya ternyata ditaruh di motor tukang parkir itu dan nyaris dibawa kabur.

Masalah akhirnya terungkap: diduga oknum juru parkir tersebut memang mabuk dan berniat mengambil helm.

Perempuan itu mengaku cukup trauma dan berharap kejadian seperti ini tidak menimpa orang lain, terutama perempuan yang sering bepergian sendiri.

Pesannya: “Dimanapun kita, jangan takut kalau berada di pihak yang benar. Dan tetap hati-hati… bahkan di Malioboro yang selama ini dikenal aman dan nyaman.”

Sc: merapinews
Foto ilustrasi

Bagaimana menurutmu lur? Apakah pernah mengalaminya?

Address

Yogyakarta City

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Yogya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share