El Moro

El Moro Digital Creative, Food and Beverage

19/01/2026

https://elmoro.id
ELMORO, bukan sekadar konsultan F&B. Kami adalah Management Operator yang mengatasi kebocoran HPP, menjamin standarisasi rasa, dan memberikan transparansi data. Solusi bagi investor pasif & pemilik resto yang stuck.

Atasi kebocoran HPP & standarisasi rasa dengan sistem data real-time. Solusi bagi investor & pemilik resto yang ingin profit terkontrol tanpa pusing operasional.

🌱 Gelaja sirkulasi darah tidak lancar : • Kesemutan, nyeri, kebas / mati rasa pada tangan dan kaki• Bulu kaki rontok• Ku...
18/06/2024

🌱 Gelaja sirkulasi darah tidak lancar :

• Kesemutan, nyeri, kebas / mati rasa pada tangan dan kaki
• Bulu kaki rontok
• Kuku rapuh
• Otot kram
• Kaki dan tangan sedingin es ketika diraba
• Kulit kaki dan tangan juga kering
• Lambatnya proses pemulihan luka
• Kaki dan tangan sering bengkak atau kram
• Gangguan ereksi pada pria

🌱 Faktor penunjang :
• Rutin Jamu'an
• Makan makanan bergizi
• Hindari lemak jenuh, daging merah
• Hindari makanan sarat garam / terlalu asin
• Minum air putih min 2 liter sehari
• Berhenti merokok
• Banyak bergerak
• Jaga tekanan darah selalu stabil
• Hindari stress

30/05/2024

Chill...

Local business

Daun peluruh (kelor)
10/05/2024

Daun peluruh (kelor)

Part 2 : Mengenal "permen" Nusantara ~ Sirih Gading ~ 🌿Ada kisah dalam perwayangan kuno, yang mengisahkan kedekatan hubu...
10/05/2024

Part 2 : Mengenal "permen" Nusantara

~ Sirih Gading ~ 🌿

Ada kisah dalam perwayangan kuno, yang mengisahkan kedekatan hubungan Bathara Kresna dan Arjuna dari kecil hingga perang Baratayudha. Keagungan dua tokoh ini begitu menjadi favorit para penikmat kesenian wayang kulit, karena keduanya sarat akan ilmu dan suri tauladan yang baik.

Sampai² daun sirih dipakai untuk menggambarkan sifat keduanya. Sifat dan karakter Arjuna dan Kresna ibarat satu lembar daun sirih, bagian atas dan bawah, beda rupa satu rasa.

“Kresna lan Arjuna pancen ora bisa pisah, ibarat godhong suruh lumah klawan kurepe, Yen dinulu seje rupane, nanging yen ginigit dadi tunggal rasane“,

(Kresna dan Arjuna memang tidak bisa terpisah, seumpama permukaan daun sirih atas dan bawah, jika dilihat berbeda wujudnya, namun jika dikunyah akan menjadi satu rasa).

Bagi orang Jawa, daun sirih mempunyai peran penting tersendiri selain dipakai untuk menginang, daun sirih juga dijuluki "benang langit", karena sering dipakai media/sarana berdoa kepada sang khalik untuk menentukan hari baik, membantu persalinan ibu bayi, dan juga sarana menemukan jodoh, dll. Tentunya dengan ritual tertentu.

Salah satu kegiatan rutin saat bulan Maulud terdapat tradisi Sekaten di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Yaitu peringatan kelahiran Nabi Muhammad. Prosesi ini ditandai dengan dikeluarkannya gamelan sekaten ke ‘Pagongan’ Masjid Kauman Karaton Yogyakarta.

Sambil mendengarkan lantunan gamelan Sekaten para hadirin mempunyai tradisi menyirih dengan racikan tambahan bunga kantil. Mereka percaya bahwa tradisi ini menyebabkan panjang umur.

Lain di p**au Jawa,lain p**a kisah di p**au Sumatera, hingga papua. Banyak kisah dan budaya menginang masih dilestarikan hingga kini.

Bagaimana kisah di daerah kalian guys? 😉

Part 1 : Mengenal "permen" Nusantara 🌿~ Sirih Gading ~"Dari Sabang sampai Merauke berjajar p**au-p**au"                 ...
10/05/2024

Part 1 : Mengenal "permen" Nusantara 🌿

~ Sirih Gading ~

"Dari Sabang sampai Merauke berjajar p**au-p**au"
🌿🌿🌿
"Dari Sabang sampai Merauke menginang sirih gading" 😁
Menginang atau menyirih merupakan kata kerja dari seorang yang sedang mengunyah sirih gading. Ada juga yang turut dicampur kapur sirih, gambir, pala dan tembakau.

Di pelosok desa masih mudah kita temui orang tua sedang menginang, tak pelak diatas bebale bambu tersedia cawan kuningan seperti bahan sajen padahal perlengkapan menginang. Saya sering memperhatikan mereka dengan bangganya ngunyah sirih pinang, bahkan sekali-sekali menggeser-geser tembakau lalu diselipkan diujung bibir, lalu tersenyum merekah merah. BAH! 😁

Di perkotaan jangan harap bisa ditemui orang menginang. Mungkin takut gigi dan mulutnya jadi merah. Tapi untuk daun sirihnya, masih banyak dipakai untuk ramuan kesehatan dan kewanitaan.

Ada penelitian yang menaksir umur tradisi menginang ini sudah ada sejak jaman prasejarah yakni 13.000 tahun lalu di Asia Tenggara, termasuk Indonesia (Zumborich, 2007-2008: 96; Oxenham, 2002: 909-915; Fritzpatrick et al. 2003: 59-60).

Tidak heran, tradisi menginang ini sangat erat dengan budaya ditiap-tiap daerah. Bahkan tradisi menginang kerap erat dengan upacara keagamaan tertentu.
.. Lanjut part 2 ...



Part 3 : Daun peluruh black magic"Orang Jawa ndak makan daun kelor" Kalimat diatas tentu hanya berlaku bagi mereka yang ...
09/05/2024

Part 3 : Daun peluruh black magic

"Orang Jawa ndak makan daun kelor"

Kalimat diatas tentu hanya berlaku bagi mereka yang meyakini dan memiliki semacam ilmu kanuragan atau ajian-ajian tertentu.

Di Indonesia, ada yang memakai daun kelor sebagai campuran air memandikan jenazah. Hal ini diyakini sebagai peluruh ilmu kanuragan, susuk dan sebagainya. Konon dipakai juga untuk pasien koma berkepanjangan, cukup dikibas atau disapukan daun kelor ke sekujur tubuh pasien.

Ada juga sebagai penolak bala, santet atau digunakan sebagai penangkal roh jahat yang masuk rumah (energi negatif) dengan cara menggantungkan batang daun kelor diatas pintu.

Menurut pengasuh Ponpes khusus rehabilitasi sakit jiwa dan narkoba ‘Dzikrussyifa’ Asma’ Berojomusti’ Gus Zakky Al-Sekanory dalam wawancara yang dikutip dari detik.com, “Salah satu unsur yang terkandung di daun kelor ini adalah fosfor yang insyaallah bisa menyerap energi dan membuangnya kembali. Terlebih bila dilakukan dengan cara dirukyah, bisa buat pengobatan sakit jiwa, narkoba, guna-guna, serangan gaib, santet dan lain-lain."

Lain di tanah Jawa lain p**a cerita di kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pohon kelor dianggap memiliki kekuatan khusus dalam menangkal makhluk jadi-jadian parakang.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, batang pohon kelor bisa dipakai untuk memukul parakang yang s**a muncul tiba-tiba dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada makhluk tersebut.

Banyak lagi kisah mistis yang melegenda seputar daun kelor. Bagi saya, makan daun kelor/teh kelor bikin saya makin sehat. Tentunya bisa jadi penangkal, yakni penangkal penyakit 😉 kalau kamu?

Part 2 : Daun Kelor dan FarmasiSejak ribuan tahun lalu masyarakat sudah memakai daun kelor (moringa oleifera lam) menjad...
08/05/2024

Part 2 : Daun Kelor dan Farmasi

Sejak ribuan tahun lalu masyarakat sudah memakai daun kelor (moringa oleifera lam) menjadi salah satu pengobatan tradisional. Kini dengan teknologi canggih, manusia memanfaatkan suberdaya kekinian dengan mengolah daun kelor menjadi serbuk yg dibungkus kapsul, dsb. Dengan demikian, masyarakat tetap bisa mengkonsumsi tanpa harus memikirkan pengolahan cara lama.

Dunia kesehatan, bahkan organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sangat menganjurkan bayi dan anak dalam masa pertumbuhan mengonsumsi daun kelor karena mengandung vitamin A, B1, B2, B3, C, kalsium, kalium, zat besi, magnesium, dan fosfor.

Pada International Journal of Food Science yang dipublikasikan pada 2021, disebutkan daun kelor mengandung 7 kali lebih banyak vitamin C daripada jeruk, 17 kali lebih banyak kalsium daripada susu, dan 15 kali lebih banyak kalium daripada pisang.

Makanya, gak salah kalau daun kelor menyandang gelar daun ajaib tetap bertahan sejak ribuan tahun lalu hingga kini. Itu baru bahas kandungan vitamin untuk tubuh, belum bahas manfaat kelor untuk kecantikan, bahkan ada hubungannya dengan dunia mistik.

So... gak ada salahnya mulai konsumsi daun kelor mulai sekarang 😉
... Part 3 ....

Part 1 : Sejarah Daun KelorHi sahabat El Moro 🧑‍🍳🧑‍💼Ngulas daun ajaib yuk... Moringa Oleifera Lam atau daun kelor, keber...
07/05/2024

Part 1 : Sejarah Daun Kelor

Hi sahabat El Moro 🧑‍🍳🧑‍💼

Ngulas daun ajaib yuk...

Moringa Oleifera Lam atau daun kelor, keberadaannya kini mulai langka dan dilupakan masyarakat, khususnya masyarakat ibukota, apalagi gen Z. Kepopuleran dan khasiat superfood ini lambat laun sirna dengan tsunami sayuran dan buah-buahan hasil rekayasa genetika yang dikemas rupawan dan menggiurkan bagi siapa saja yang melihat. Mulai dari pasar swalayan hingga pasar tradisional, pesona daun kelor susah didapat, hanya di pedesaan dan orang-orang tua yang masih setia melestarikan dan mengkonsumsi daun kelor.

"Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman." By Koes plus. Semudah itulah menanam pohon kelor, tidak diurus pun tumbuh subur bahkan minus perawatan.

Diduga, awal tanaman ini berasal dari wilayah bernama Agra dan Oudh, di barat laut India, wilayah pegunungan Himalaya selatan. Bahkan dalam studinya, Krisnadi (2015) merangkum beberapa sumber, Somali et al, 1984; Mughal et al, 1999 menyebutkan bahwa Kelor adalah tanaman asli dari wilayah barat dan sekitar sub-Himalaya, India, Pakistan, Asia Kecil, Afrika dan Arabia.

Masyarakat kuno India sudah membudidayakan tanaman ini sejak ribuan tahun yang lalu. Mereka mengetahui bahwa biji kelor mengandung minyak nabati dan menggunakannya untuk tujuan pengobatan.
.. Lanjut part 2 ...

Address

ELMoro, Mulyosari No. 109, RT. 02/RW. 02, Baleharjo, Wonosari, Gunung Kidul
Yogyakarta City
55811

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when El Moro posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to El Moro:

Share

Category