08/11/2024
Lebih dari itu perjuangan Fatmawati, Yuk kenali lebih jauh
Masa Kecil Fatmawati
Fatmawati adalah anak tunggal dari pasangan H.Hassan Din dan Siti Chadidjah. Beliau lahir di Bengkulu pada tanggal 5 Februari 1923. Meskipun berstatus sebagai puteri satu-satunya, bukan berarti Fatmawati hidup dengan bergelimang harta dan kemanjaan. Justru, kondisi ekonomi orangtuanya tidak semulus yang dikira.
https://atid.me/go/SXhpb3Po
Peliknya keadaan finansial keluarga saat itu membuat Fatmawati harus berpindah sekolah dan rumah. Ia pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Tingkat II, Hollandsch Inlandsche School (HIS), kemudian bermukim di Palembang, dan akhirnya tinggal di Curup, sebuah kota yang berada di antara Lubuk Linggau dan Bengkulu. Sejak kecil, Fatmawati dibekali dengan nilai-nilai agama oleh keluarganya, terutama kepiawaiannya dalam melantunkan ayat suci Al-Quran. Beliau juga pandai bergaul dan aktif mengurus organisasi Muhammadiyah.
https://atid.me/go/lxbqRVpK
Fatmawati Dengan Kain Bendera
Setelah proses diskusi yang alot, akhirnya mereka memutuskan untuk membacakan teks proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun, masih ada beberapa hal yang menghambat momen sakral tersebut. Seperti menentukan kalimat yang akan ditulis, siapa yang akan membaca, siapa yang menandatangani, di mana teks tersebut dibacakan, kondisi Soekarno yang tengah sakit, hingga sulitnya mencari kain bendera.
https://atid.me/go/w5W2WxqV
Berkat bantuan Hitoshi Shimizu lewat perantara Chairul Basri, kain itu sampai di tangan Fatmawati dari sebuah gudang Jepang di kawasan Pintu Discuss, Jakarta Pusat. sambil menitikkan discuss mata, Fatmawati menjahit kain tersebut menggunakan mesin jahit tangan.
https://atid.me/go/RbATS8q1
Referensi : brainacademy.id